Tidak Biasa! Transportasi-Transportasi Tradisional Ini Jarang Ditemui di Kota Lain

Transportasi merupakan alat penting dalam hal apapun yang berhubungan dengan segala aktivitas di luar rumah. Tidak hanya itu saja, transportasi juga memiliki fungsi sebagai alat untuk mengirim barang-barang dagangan terutama bagi para pengusaha yang mengembangkan bisnis online. 

Agar dapat mengetahui lebih lanjut tentang transportasi unik, Indonesia memiliki beberapa transportasi tradisional yang wajib kita ketahui.

1. Cimodo
Cimodo merupakan kepanjangan dari Cikar, Mobil dan Dokar. Transportasi tradisional khas Pulau Lombok ini perpaduan dari ketiga transportasi tersebut. Tenaga transportasi ini menggunakan tenaga Kuda. Sepintas, transportasi ini mirip dengan delman. Namun, jika kita amati lebih detail, transportasi ini tidak memiliki roda kayu melainkan roda ban mobil. 
Selain roda ban mobil, letak perbedaanya ada pada kursi penumpang. Jika delman memiliki bentuk kursi yang kotak, Cimodo memiliki bentuk kursi seperti kursi penumpang pada mobil. Dijamin membuat kita lega duduk di kursi Cimodo karena jarak kursi antar penumpang lebih luas daripada bendi atau delman.

2. Klotok
Klotok merupakan satu-satunya transportasi sungai yang unik di Indonesia. Bentuk transportasi ini mirip dengan kapal mini yang berfungsi sebagai transportasi air di wilayah Kalimantan. Klotok adalah transportasi yang sangat dibutuhkan di wilayah yang memiliki sebagian besar permukaan rawa-rawa dan sungai ini. Fungsi dari transportasi ini memang diperuntukkan bagi warga setempat yang ingin menyebrangi sungai. 
Nama Klotok yang diambil dari transportasi ini berasal dari suara mesin penggerak kapal yang berbunyi “tok tok tok.” Terdapat dua bagian yang dapat dinaiki oleh para penumpang yaitu pada bagian atap dan bagian bawah kendaraan. Letak ruangan penumpang yang sebenarnya ada pada bagian bawah kapal. 

Di dalamnya juga terdapat kursi yang letak posisinya berhadapan langsung dengan atap sebagai fungsi untuk melindungi penumpang dari sengatan cahaya matahari. Apabila penumpang ingin melihat pemandangan yang luas dari atas kapal, kita bisa duduk di tempat penumpang bagian atap. Sebenarnya atap di bagian kapal ini bukan bagian dari tempat duduk penumpang melainkan hanya tempat untuk melihat pemandangan dari atas saja.

3. Bentor
Bentor merupakan kendaraan unik di Indonesia. Kendaraan ini sering kita temukan di beberapa kota seperti di Sumatra, Halmahera dan Pulau Tidore. Dinamakan Bentor karena kendaraan ini merupakan gabungan dari becak dan motor. 
Bentuknya memang becak tetapi menggunakan tenaga sepeda motor tidak menggunakan sepeda kayuh layaknya becak biasa. Jika kita mencoba naik Bentor, kita seperti sedang menaiki becak biasa. Tapi, suara motor yang terdengar cukup keras membuat kita menyadari kalau becak yang kita tumpangi menggunakan tenaga motor. Bentor ini bisa memuat dua penumpang saja.

4. Pedati
Pedati adalah kendaraan tradisional yang berasal dari Kabupaten Indramayu, propinsi Jawa Barat. Roda yang ada di kendaraan ini terdiri dari dua sampai empat buah. Fungsi dari kendaraan Pedati ini biasanya digunakan untuk membawa serta mengangkut barang-barang berat seperti halnya hasil bumi, bahan berat dan bahan bangunan yang lainnya. 
Biasanya Pedati menggunakan tenaga Sapi, Kerbau atau Lembu. Alat transportasi ini biasanya beroperasi pada malam hari agar tidak menganggu proses kelancaran kendaraan lain di lalu lintas jalan raya. Transportasi ini sekarang sudah jarang ditemui sehingga sudah terbilang langka. Funsgi dari pedati ini menjadi berubah haluan seiring dengan berkembangnya zaman dan mulai banyak bermuculan transportasi baru.

Jika ingin mencoba kendaraan-kendaraan ini, tidak ada salahnya mencoba datang ke tempat-tempat wilayah transportasi itu berada. Tapi, sangat disayangkan beberapa kendaraan ini sudah terbilang langka karena banyaknya transportasi baru yang bermunculan khususnya transportasi berbasis online (Chandra WH)

Tidak Disangka! Sungai-Sungai Unik Ini Ternyata ada di Indonesia

Indonesia terkenal dengan panorama alami yang menakjubkan.
Tidak hanya laut, gunung dan hutan saja, sungai-sungai dibawah ini benar-benar menakjubkan. Uniknya lagi, kita tidak menyangka bahwa sungai-sungai tersebut ada di Indonesia.

Sungai-sungai ini bahkan mirip dengan sungai yang biasa kita temukan di luar negeri. 

1. Sungai Maron di Pacitan
Jika kita ingin menikmati Sungai Amazon di Indonesia, tidak perlu berlayar sampai ke Brasil karena kita dapat menemukan sungai mirip Amazon di Pacitan tepatnya Kecamatan Pringkuku, Desa Dersono. 
Asyiknya, kita bisa berlayar di sungai Maron yang kemudian bermuara menuju Pantai Ngiroboyo. Kita akan disambut dengan pohon yang berjajar dan lebat layaknya hutan Amazon sepanjang perjalanan di sungai ini. 

2. Sungai Kalisuci di Gunung Kidul
Sensasi rafting bagi kita yang senang dengan petualangan ini akan merasakan suasana alam mirip di gua-gua terkenal di Negara Selandia Baru. Tempat gua-gua yang ada di sungai tersebut biasa disebut dengan Cave Tubing. Kita bisa menikmari petualangan ala Selandia Baru ini Kalisuci tepatnya di Gunung Kidul. 
Hal yang paling seru adalah saat melewati gua bawah tanah dengan berbekal helm pelindung, ban karet, jaket pelampung untuk memasuki sungau bawah tanah.  Di lorong gua bawah tanah yang gelap ini akan menambah serunya perjalanan yang kita rasakan disana.

3. Sungai Kampar di Riau
Ternyata bermain selancar tidak hanya di laut, tetapi bisa juga di sungai. Uniknya, sungai yang berada di Riau ini memiliki ombak yang cukup besar di waktu-waktu tertentu terlebih lagi saat bulan purnama. 
Pada saat bulan purnama penuh, ombak sungai ini mencapai ketinggiannya hingga tiga meter sehingga dapat ditunggangi dengan menggunakan selancar. Penduduk lokal biasanya menyebut ombak besar ini dengan sebutan Bono. Melihat pemandangan orang berselancar di sungai ini layaknya seperti melihat pemandangan di Amerika atau di Hawai.

4. Sungai Martapura di Kalimantan Selatan
Melihat aktivitas pasar terapung yang kita temukan di sungai ini mirip dengan pemandangan pasar terapung yang ada di Thailand yaitu di Pasar Terapung Pattaya. Pasar terapung yang ada di Banjar, Kalimantan Selatan ini disebut dengan Pasar Terapung Lok Baintan. 
Pasar ini masih tergolong Pasar Tradisional. Sedangkan pedagang yang biasa berjualan di pasar terapung ini disebut juga dengan Jukung. Kita dapat menghampiri masing-masing pedagang dengan menggunkan perahu atau juga memanggil para pedagang dari tepi sungai sehingga para pedagang tersebut akan menghampiri pembeli.

5. Sungai Ayung di Bali
Jika kita berkunjung ke Bali, tempat yang paling eksotis tidak hanya wisata pantainya yang mendunia saja melainkan ada beberapa tempat indah yang belum diekspos termasuk sungainya. Jika kita berkunjung ke Gianyar tepatnya di Ubud Bali ada sebuah sungai menakjubkan bernama Sungai Ayung. 
Panorama sungai ini mampu menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Bahkan, di tepi Sungai Ayung ini juga menawarkan spa. Pengunjung yang ingin menikmati spa di pinggir sungai ini akan ditidurkan di atas batu kali yang besar. Kita akan menikmati sensasi pijat spa yang nyaman. Selain itu, suasana spa semakin sejuk diiringi dengan suara kicauan burung alami yang dapat menenangkan jiwa.

Sangat mengejutkan ya kalau sungai-sungai ini ternyata ditemukan di negeri tercinta kita! Tak usah jauh-jauh ke negeri orang kalau di negeri kita sendiri ada beberapa tempat alam tersembunyi yang keindahannya tidak kalah dengan negara lain. (Chandra WH)

Empat Suku Ini Paling Asing di Indonesia

Indonesia memiliki suku bangsa yang jumlahnya sangat bervariasi bahkan tidak sedikit. Tapi, ketahuilah bahwa di negara Indonesia ini masih banyak suku-suku lain yang perlu kita ketahui. Terutama suku-suku yang terasing dari tempat lain. Mereka mayoritas masih hidup di hutan pedalaman bahkan masih menjalankan gaya hidup primitif karena ingin mempertahankan tradisi suku mereka. Nah, suku-suku ini bisa kamu simak dalam artikel Kebudayaan Indonesia berikut ini

1. Suku Korowai
Papua memiliki banyak keunikan terlebih lagi dengan suku yang mendiami di wilayah itu.  Suku Korowai merupakan masyarakat bumi Cendrawasih yang masih hidup di hutan-hutan pedalaman. Perbedaan yang paling mencolok dari suku ini adalah tidak adanya pakaian yang dikenakan oleh kaum mereka. 
Hal ini dikarenakan mereka masih mempertahankan adat istiadat kaum mereka sendiri. Bahkan, sebagian suku di tanah Papua sudah mengenal baju pun, Suku Korowai tetap mempertahankan adat istiadatnya walaupun tidak memakai koteka sekalipun. Uniknya lagi, suku ini mampu mendirikan tempat tinggal di atas pohon atau berada di diatas permukaan tanah setinggi 50 sampai 100 meter. Sepertinya kemampuan seperti ini hanya dapat dimiliki Suku Korowai saja.

2. Suku Kajang
Dari beberapa suku yang dapat kita temukan di Pulau Sulawesi, ternyata juga ada beberapa suku yang hidup dalam batasan adat istiadat kaum mereka sendiri sehingga dapat dikatakan sebagai suku terasing. Suku ini biasa disebut juga dengan Suku Kajang. Suku ini ada yang sudah terbuka di dalam kehidupan perkotaan, namun ada beberapa pula yang hidup mengasingkan diri di dalam hutan terpencil. Kaum Suku Kajang biasanya mengenakan busana serba hitam. 
Masyarakat percaya bahwa Suku Kajang ini memiliki kekuatan magis yang sangat tinggi sehingga Suku Kajang banyak ditakuti oleh beberapa masyarakat setempat. Suku Kajang ini bisanya mendiami beberapa wilayah hutan pedalaman khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

3. Suku Polahi
Selanjutnya kita bergeser ke wilayah lain yaitu Sulawesi Utara. Di wilayah ini kita akan bertemu dengan beberapa suku yang masih terasing yaitu Suku Polahi. Kaum dari suku ini bermukim di Kota Gorontalo yaitu hutan Boliyahato. 
Mereka masih menjalankan hidup nomaden atau berpindah-pindah. Mereka juga tidak pernah bersentuhan dengan kehidupan di luar. Suku ini mengasingkan diri dari wilayah yang ada di luar dari dunia mereka. Kaum mereka bahkan tidak mengenal kepercayaan sama sekali.

4. Suku Kubu
Meskipun di Kota Jambi ini sudah dikenal sebagai Kota berkembang, kita masih menemukan beberapa orang yang hidup mengasingkan diri di tengah hutan. Suku Kubu atau yang biasa disebut dengan suku anak dalam ini termasuk dalam suku terasing di Indonesia. Suku ini juga hidup nomaden atau berpindah-pindah. Sistem kepercayaan yang mereka yakini pun masih terbilang sangat kuno. Mereka masih percaya dengan dewa-dewi dan arwah dari para leluhur dan tetua suku.
Berdasarkan informasi yang diterima dari website segiempat.com, setidaknya di Indonesia ini memiliki 1000 suku yang tersebar di seluruh wilayah yang ada di dataran nusantara. Beberapa diantaranya juga masih hidup di beberapa wilayah pedalaman. Banyaknya suku yang tersebar di Indonesia ini sebanding dengan banyaknya pulau yang ada di Indonesia. 

Sebagian dari mereka memang masih hidup nomaden di hutan-hutan rimba untuk bertahan hidup. Walaupun zaman sudah modern, mereka masih mempertahankan adat-istiadat dari para leluhurnya. Kita perlu berbangga karena di Indonesia ini memiliki banyak suku-suku. (Chandra W.H)

Lima Tempat Wisata Alam di Bekasi yang Patut Dikunjungi

Bekasi adalah salah satu daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat. Kota yang mendapat julukan sebagai kota patriot ini saat ini lebih berkembang menjadi kota industri dengan masyarakat urban perkotaan. Kota yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak ke-empat ini ternyata juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.

Hal ini bisa kalian buktikan dengan berkunjung langsung ke Bekasi, sebab ada sejumlah tempat wisata alam yang indah. Berikut lima tempat wisata alam yang bisa kalian kunjungi jika sedang berada di Bekasi.

Rumah Pohon
Jalan-jalan ke Bekasi kurang afdhol jika belum mampir ke sini, Rumah Pohon. Berlokasikan di Jalan Raya Parpostel, Jatiasih, tempat wisata ini menawarkan sensasi berlibur khas hutan dengan rumah-rumah yang dirancang unik sekali. Hawa sejuk yang dihadirkan tentu membuat kita semakin nyaman selama berlibur di tempat ini dan sejenak menghilangkan penat pekerjaan. 
Tempat ini juga semkain seru jika dikunjungi bersama keluarga, sebab ada fasilitas seru selain menikmati rumah pohon, yakni seperti wall climbing, alphine tower, flying fox, labirin maze, dan masih banyak sekali. Ada pula mushola dan tentunya bagi yang menyukai berwisata kuline ada food court dengan beragam menu penggugah selera. 

Hutan Kota
Meski terkenal akan industrinya, namun Bekasi juga masih memiliki ruang lo untuk menetralkan hawa pengap pabrik, salah satunya ada hutan kota. Hutan ini sendiri terletak di Jalan Raya Veteran, Margahayu, di mana tempat ini juga digunakan sebagai alun-alun yang bisa dikunjungi secara gratsi oleh masyrakat sekitar. 
Taman yang dibangun pada tahun 2002 ini menyajikan sensasi sejuk dan tenag karena dikelilingi rindang pepohonan. Karena lokasinya dekat sekali dengan masjid, lokasi ini ramai terlebih saat musim ramadhan sebab biasanya dijadikan tempat ngabuburit paling asik.

Danau Cibeureum
Setelah sebelumnya menikmati hijau pepohona, mari sedikit menepi ke danau Cibereum yang elok. Danau ini sendiri menawarkan rekreasi murah dengan pemandangan indah dan sangat pas dikunjungi sore hari menjelang matahari tenggelam. 
Berlokasikan di Lambang Jaya, Tambun Selatan, danau dengan luas kurang lebih 10 hektar ini bisa menjadi pilihan destinasi juga setiap akhir pekan. Lokasi ini juga sangat cocok bagi pecinta fotografi karena lokasinya yang masih terkesan asri sehingga membuat objek yang difoto kian bagus. Kamu juga bisa berkeliling danau dengan menyewa perahu sambil menikmati angin semilir.

Pantai Muara Beting
Bekasi juga punya pantai lo yang tentunya menarik untuk dijadikan tempat berlibur tiap akhir pekan. Pantai Muara Beting ini berlokasikan di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong. Di sini kamu akan disuguhkan akan keindahanan pantainya yag landai dan berwarna putih sedikit kecokelatan. 
Ombaknya pun tenang dan sangat pas untuk berwisata bersama keluarga. Jika kamu dari kota Bekasi, menuju lokasi ini adalah sekitar 48 km. Meski jauh, tapi begitu sampai kamu akan dibikin takjub, istilahnya terbayar dengan apalagi akses menuju lokasi ini bisa dibilang lancar dengan jalan yang lebar.

Bumi Perkemahan Karang Kitri
Berkemah tidak hanya berbicara tentang menginap di alam bebas, namun juga bisa dibilang mendekatkan kita dengan alam. Bersinggungan langsung. Nah, di Bekasi kamu juga bisa berkemah di bumi perkemahan karang kitri. 
Lokasi ini cocok, terlebih bagi pecinta alam atau sedang melakukan kegiatan pramuka. Lokasinya yang dikelilingi pepohonan menjadikan suasana perhutanan kian terasa dan tentunya dijamin seru apalagi berkemah bersama teman-teman yang diselingi dengan kegiatan seru. (Koko Ferdie)

Lima Kuliner Enak Betawi selain Nasi Uduk dan Gado-Gado

Berbicara kuliner Indonesia pastinya ada banyak sekali. Setiap daerah memiliki kekhasannya masing-masing, tak terkecuali di daerah Jakarta atau juga dikenal dengan sebutan Betawi. Makanan dari Betawi sendiri beragam ya, dan yang paling dikenal adalah nasi uduk, ketoprak, gado-gado, juga kerak telor. Namun, kuliner Betawi tidak hanya itu saja lo karena masih ada banyak sekali makanan khas Jakarta yang wajib buat dicicipi.

Berikut Kebudayaan Indonesia merangkum lima kuliner khas Betawi yang sayang jika sampai dilewatkan, khususnya bagi kamu yang berada di Jakarta.

Laksa Betawi
Sudah pernah mendengar nama laksa? Laksa sendiri lebih mirip kari di mana di dalamnya ada mie, kerang, pergedel ikan, toge, dan udang. Yang menjadikannya spesial adalah kuah bersantan yang pedas dalam satu wadah tersebut. Tidak terbayang ya bagaimana kelezatan makanan satu ini, terlebih dinikmati di musim penghujan. 
Laksa Betawi
Makanan ini sendiri semakin enak jika ditambah dengan sambal dan otak-otak ikan. Laksa sendiri dulunya menjadi makanan khas masyarakat peranakan atau Tionghoa yang tinggal di Semenanjung Inggis. Kepopuleran laksa sendiri bahkan sampai ke negera sekitar lo seperti di Singapura dengan nama makanan yang tidak berubah, laksa.

Ketupat Sayur
Ketupat pasti identik dengan lebaran, namun bagi kamu yang ingin menikmati kelezatan ketupat saat hari biasa bisa sekali mampir ke rumah makan yang di Jakarta, sebab nih tidak sedikit pula yang menjadikan ketupat sayur sebagai menu utama. 
Ketupat Sayur
Ketupat di Betawi disajikan dengan sayur khas, yakni berupa isian pepaya muda serta kacang panjang dengan kuah santan yang gurih dan nendang. Biasanya akan ditambah dengan kerupuk kanji juga semur telur, tahu atau tempe sebagai pelengkap.

Semur Jengkol
Semur jengkol. Makanan yang satu ini sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Ada yang mengatakan jika jengkol hampir mirip dengan daging sapi dari segi tekstur dan rasanya jika diolah dengan benar. 
Semur Jengkol
Pengolahan masakan yang punya aroma tersendiri ini bisa dibilang cukup lama. Semur jengkol sendiri banyak disukai karena rasanya yang enak dan selalu bikin nambah. Makanan khas betawi ini juga mulai banyak ditemukan di segala penjuru nusantara.

Soto Betawi
Soto merupakan makanan khas Indonesia yang bisa dibilang ada di mana-mana, namun dari segi pengolahannya bisa dibilang setiap daerah punya ciri khas masing-masing. Di Jakarta soto juga diracik denga kekhasan betawi yakni berkuah santan. Rasa yangdihasilkan pun lain dan tidak akan ditemukan di daerah lain tentunya. 
Soto Betawi

Nasi Ulam
Nasi ulam, jika di jawa ulam merupakan nama untuk lauk. Nasi ulam menjadi makanan kelima khas betawi yang patut buat kamu cicipi. Makanan ini sendiri berupa nasi yang selajutnya dicampur dengan bumbu-bumbu rempah sehingga menimbulkan rasa yang khas, apalagi diolah dengan daun pegangan dan kemangi. Hidangan satu ini sendiri merupakan benturan dari budaya melayu yang terserap di Indonesia. 
Nasi Ulam
Nasi ulam betawi ini sendiri ada dua jenis, yakni ulam basah dan ulam kering. Dalam penyajiannya sendiri nasi ulam biasa dihidangkan dengan sambal, taburan kacang tanah, serundeng, lalu di atasnya akan diberi lauk sebagai teman nasi seperti telur dadar, pergedel, kerupuk, tahu tempe goreng, juga ayam dan dendeng. Rasa gurih nasi yang diolah dengan bumbu sebelumnya berpadu lauk akan menambah lahap dalam memakannya. (Koko Ferdie)

Gempita Malang Carnival Flower 2016

“Beautiful Malang” yang merupakan konsep pariwisata Kota Malang kali ini mengusung konsep baru 2016 dengan mengadakan Festival Karnaval Bunga. Parade ini terlihat meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

Ingin melihat lebih detail tentang informasi tentang Malang Carnival Flower yang diadakan baru-baru ini? Ada berbagai keseruan yang dapat kita ikuti dan tentunya rugi jika kita melewatkannya.

Menggabungkan semua kesenian
Acara yang dibuka pukul 13.00 WIB dengan sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kota Malang dan Bapak Sutiaji selaku Bapak Wakil Walkota Malang ini ternyata mampu memberikan semangat kepada para peserta karnaval dan juga warga sekitar. 
Pasalnya, parade ini tidak hanya mempertontonkan festival kostum bunga saja tetapi juga ada seni perkusi, seni musik dan seni tari yang dipadukan sebagai musik iring-iringan saat peserta kostum maju satu per satu. Peserta kostum bunga tidak hanya berasal dari Malang saja melainkan juga berasal dari kota-kota lainnya. Tentunya, antusias peserta dalam mengikuti ajang festival ini juga sangat tinggi.

Bersemangat walaupun hujan deras
Setelah Bapak Wakil Walikota menyampaikan sambutannya, acara di buka dengan parade marching band dari Universitas brawijaya Malang. Kehebohan penonton mulai terlihat saat para pemain marching band melemparkan benderanya masing-masing dan ditangkap lagi dengan menari-nari. Ketika hujan mulai turun dengan lebatnya, para peserta semakin bersemangat untuk bermain musik. Ini membuktikan semangat para peserta dan penonton Malang Carnival Flower sangat besar walaupun hujan mengguyur deras Kota Malang. 

Acara ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan wilayah di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Kostum pertama yang ditampilkan adalah kostum unik ala film star wars. Para model kostum starwars ini berbaris rapi, menari, dan membentuk formasi mirip pasukan perang. Usai berbaris, instrumen lagu Indonseia Raya mulai diputar. Saat seperti itu yang membuat perasaan saya sedikit terharu. Para  Pada acara ini juga disajikan beberapa kostum robot mirip transformer. Kostum Bumble-B. Banyak penonton yang mengerumuni robot Bumble-B untuk menyempatkan diri berfoto bersama.

Sempat ada yang terjatuh saat peserta berjalan
Peserta dari kategori dewasa begitu terlihat spektakular saat memasuki podium bergelar red carpet. Ada salah satu peserta yang sempat terjatuh saat berjalan diatas podium sehingga sepatunya terlepas dan hampir terguling karena kostum dirasakan cukup berat. Para crew Malang Flower Carnival dengan sigap menolong peserta dan membenahi mahkota peserta yang sempat terlepas. 

Namun, para panitia dan host tetap memberikan tepuk tangan yang meriah untuk memberikan apresiasi positif terhadap semangat salah satu peserta. Bahkan, juri-juri lomba yang berasal dari luar negeri pun juga ikut memberikan semangat kepada para peserta lomba.

Rute Malang Carnival Flower
Rute perjalanan para peserta Malang Carnival Flower ini dimulai dari panggung start yang berada di depan Politeknik Negeri Kesehatan Malang yang berada di Jalan Ijen. Selanjutnya, dengan arak-arakan musik perkusi dan tradisional, para peserta berjalan sepanjang rute yang disediakan dengan karpet merah hingga berakhir di depan Museum Brawijaya Malang. Acara ini berjalan lancar selama dua jam. Saya berharap acara seperti ini masih terus diadakan di Kota Malang sampai kapanpun agar tradisi yang ada di Kota Malang ini tidak hilang begitu saja.

Festival seperti inilah yang membuat saya terkesan. Apabila saya bekerja atau berada di wilayah lain, saya tetap merindukan momen-momen seperti ini. Walaupun wilayah lain itu lebih indah, tetapi kampung halaman sendiri adalah tempat yang paling nyaman. (Chandra W.H)

Beberapa Tips Bagi Kamu Yang Baru Mengenal Bangku Kuliah

Kuliah biasanya identik dengan belajar, beorganisasi dan tentunya banyak tugas yang harus dilakukan oleh mahasiswa. Namun, jangan kuatir! Memasuki dunia perkuliahan tidak seberat apa yang kamu pikirkan.

Dunia kuliah biasanya dituntut lebih mandiri, pandai memanajemen waktu dan juga tanggap dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan mata kuliah yang ada. 

Ada beberapa tips bagi kamu yang ingin segera adaptasi di lingkungan kampus baru. 

1. Mencari banyak teman
Mencari banyak teman disini tidak hanya berteman dengan seseorang yang kamu kenal saja melainkan mencari teman-teman baru juga. Dari beberapa pengalaman yang sering terjadi, banyak mahasiswa yang hanya mau berteman dengan seseorang yang dahulu pernah satu sekolah dengannya saja atau satu lokasi tempat asal. Sebagian dari mereka beralasan bahwa berteman dengan seseorang perlu berhati-hati. Hal itu memang dibenarkan. Namun, kita tidak perlu berpikiran terlalu berlebihan. 

Selama kita yakin dan memohon perlindungan kepada Tuhan dimana kita berada, kita tidak akan menemukan kesialan. Jika teman baru kita melakukan suatu tindakan yang memang mencurigakan kepada kita, maka kita harus menjauhinya. Selama teman baru yang kita kenal itu baik dan sukarela membantu kita secara tulus, maka kita tidak perlu berpikiran negatif. Banyak teman yang kita kenal maka semakin banyak kemudahan dalam menjalankan semua urusan di kampus terutama bagi mahasiswa perantauan. Apabila kamu berada di posisi sebagai anak kos, kamu harus banyak berkenalan dengan teman baru. Dengan cara begitulah kamu menemukan keluarga di wilayah rantau.

2. Jangan malu berdiskusi dengan dosen
Apabila kamu menemukan kendala di kampus, jangan segan-segan bercerita dengan dosen yang kamu anggap bijaksana dalam mengambil solusi. Hindari berpikiran bahwa dosen adalah sosok yang ditakuti dan selalu disungkani. Dosen juga manusia ya! Hehe..pasti ia juga pernah melakukan kesalahan. Kadangkala seorang dosen juga ingin berbagi pengalaman dengan mahasiswanya. Cobalah kamu mengobrol dengan dosenmu jika ada suatu tantangan atau kendala yang tidak dapat kamu atasi.  

Kamu bisa bertanya-tanya perihal tentang masalah yang kamu hadapi di kampus, setidaknya kamu dapat petunjuk dari dosen. Justru, dosen akan merasa dihargai jika kamu berusaha membuat mereka akrab layaknya sahabat. Tapi, perlu diingat bahwa seakrab-akrabnya kamu dengan dosen , kamu harus mengetahui batasannya. Bicarakan hal yang penting saja yang berhubungan dengan kampus. Hindari mengumbar permasalahan pribadi kepada teman, dosen atau siapapun selain keluargamu sendiri.  

3. Berteman dengan mahasiswa senior
Jangan malu untuk menjalin persahabatan dengan mahasiswa kakak tingkat. Mungkin bagi kamu, mereka terlihat cuek atau bahkan jutek saat kamu mengikuti masa orientasi. Tapi, perlu diketahui bahwa meraka tidak seperti yang kamu bayangkan. Sebagai kakak tingkat, mereka justru dengan senang hati berbagi ilmu kepada adik kelasnya agar tidak mengulangi kesalahan seperti yang ia alami. Caranya, kamu bisa mengikuti organisasi di kampus untuk memprerat hubungan baik antara kamu dengan kakak tingkat. 

Kamu bisa berdiskusi tentang apa saja yang ada di kampus. Biasanya, kakak tingkatmu tak segan berbagi pengalamannya dahulu baik pengalaman buruk atau baiknya. Lakukan saran yang baik dari kakak tingkatmu jika hal tersebut dapat meningkatkan nilai prestasimu. Namun, jika kakak tingkatmu mengajarkan hal yang buruk seperti memusuhi organisasi lain atau membuat perselisihan antar teman, lebih baik tinggalkan saja dan carilah orang yang baik dan lebih bijaksana di sekitar kampusmu.

Bagi kamu yang baru memasuki dunia perkuliahan, semoga lancar dalam urusan kuliahnya ya! Semoga bersemangat saat memasuki dunia perkuliahan. (chandra W)

Menjelajah Lima Tempat Wisata Menarik Bernilai Sejarah di Banten

Tempat Wisata di Banten – Banten merupakan salah satu provinsi yang ada di wilayah Tatar Pasundan. Dulunya Banten merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat sebelum akhirnya dilakukan pemekaran pada tahun 2000.  Provinsi yang memiliki 4 kota ini ternyata memiliki potensi wisata yang layak untuk kamu datangi.

Wisata di Banten berikut ini tidak hanya sekadar menyajikan pemandangan yang indah, namun tersemat nilai edukatif akan sejarah di dalamnya. Lokasi-lokasi wisata berikut patut kamu datangi jika ingin mengenal peninggalan Banten di masa lampau.

Istana Keraton Kaibon
Tempat bersejarah pertama ada istana keraton kaibon. Jika dilihat dari namanya, Kaibon sendiri berati keibuan. Nah, keraton ini dulunya dibangun karena pada kala itu sultan Syaifusin masih berusia lima tahun, sehingga tidak bisa atau belum mampu memegang pemerintahan, sehingga sang ibu, yakni Ratu Aisyah, yang jadi wali sementara dan dibangunlah istana ini. Sayangnya pada 1832 bangunan ini dihancurkan oleh Belanda.

Meski sudah hancur, namun jejak peninggalan sejarah masih bisa kita temukan dari bebatuan seperti bangunan gerbang juga pintu-pintu kokoh besar. Dulunya bangunan ini memiliki corak islam yang kental seperti masjid yang memiliki pilar-pilar menjulang. 

Masjid Agung Banten
Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang juga terkenal akan kentalnya budaya islam. Salah satu bukti tersebut dapat kita temukan dari Masjid Agung Banten. Masjid yang selalu ramai oleh para peziarah tidak hanya lokal saja, melainkan dari banyak penjuru tanah air. Yang menjadikan masjid ini unik adalah menaranya, di mana mirip sekali dengan mercusuar yang tinggi. 

Konon masjid ini dibangun pada tahun 1552 oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Jika kamu tertarik berkunjung ke sini datang saja ke desa Banten, atau jika kamu dari Serang jarak yang ditempuh adalah 10 km atau sekitar 25 menit saja.

Benteng Speelwijk
Benteng Speelwijk berlokasikan di kampung Pamarican, atau bisa juga ditempuh selama lima belas menit jika kamu dari Serang. Mitosnya benteng ini merupakan bangunan peninggalan Belanda, namun ternyata bangunan ini sendiri dibangung oleh Kesultanan Banten di mana fungsi dari benteng ini sendiri adalah sebagai alat penahan jika sewaktu-waktu ada serangan laut. 
Bentuk bentengnya yang unik menjadikan daya tarik tersendiri bagi kamu yang ingin menyentuh atau bersinggungan dengan sejarah di masa lampau.

Danau Tasikardi
Selain menawarkan akan keindahan juga ketenangannya, Danai Tasikardi akan membawa kalian pada sejarah Banten di masa lampau. Danau yang berlokasikan di desa Margasana, Kramatwatu ini memiliki arti danau buatan. 
Danau yang dibuat oleh Sultan Banten ini dulunya difungsikan sebagai penampung air dari sungan Cibanten yang selanjutnya digunakan sebagai pengairan sawah-sawah penduduk. Juga, selain itu danau ini sendiri dipakai sebagai pemasok air di keraton.

Vihara Avalokitesvara
Vihara Avalokitesvara bisa dikatakan vihara tertua, sebab dibangun pada abad ke 16. Vihara sendiri konon tidak bisa dilepaskan dari sosok Sunan Gunung Jati dalam pembangunannya. Jika kamu dari Serang hanya dibutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke vihara yang berlokasikan di kecamatan Kasemen ini. Bangunan ini sempat mengalami musibah, namun tenang karena bentuk bangunannya sendiri masih utuh dan bisa dinikmati keindahan seni arsitekturnya yang bikin kagum.

Bagaimana? Mengenal sejarah tetap bisa menyenangkan seperti berkunjung ke lokasi-lokasi di atas. Selain bersenang-senang kita juga mendapatkan ilmu di dalamnya. (Koko Ferdie)
Back to top