Lima Destinasi Kece di Medan yang Dijamin Tidak Akan Mengecewakan

Berbicara tentang Medan pastinya bukan kota yang asing lagi di telinga kita. Medan merupakan ibukota dari Sumatera Utara yang memiliki potensi alam mengagumkan dan patut untuk didatangi. Sejumlah objek wisata di Medan menawarkan sesuatu yang beda, di mana tidak akan ditemukan di kota lain. Tidak hanya objek wisata alam saja, namun sejumlah tempat wisata berikut juga menawarkan sensasi wisata sejarah yang menarik.

Nah, jika kamu sedang berada di Medan atau tengah merencanakan ingin liburan ke mana, kota yang memiliki makna tanah lapang ini bisa menjadi pilihan tepat. Sebab nih lima destinasi kece di Medan berikut dijamin tidak akan membuatmu kecewa.

Istana Maimun
Kalau kamu sedang berada di Medan, maka tidak lengkap jika belum berkunjung ke sini. Istana Maimun ini bisa disebut sebagai ikonnya kota Medan. Istana Maimun sendiri merupakan peninggalan dari kerajaan Deli Serdang dan memiliki warna yang cerah yakni kuning. Warna kuning dari sejumlah ornamen atau arsitektur di istana ini bukan tanpa alasan, melainkan kuning melambangkan warna khas Melayu. 
Di istana Maimun kamu bisa menemukan beragam koleksi semisal foto sultan, singgasana sultan, juga intinya kamu dapat belajar mengenai sejarah di tempat ini. Istana Maimun ini bisa kamu datangi di Jln. Brigjen Katamso Kec. Medan Maimun, Medan. Biaya masuknya sangat terjangkau karena hanya dipatok sebesar 8 ribu per-kepala serta buka pukul 8 pagi sampai 5 sore.

Danau Linting
Bagi pecinta keindahan alam terutama yang ingin mendinginkan pikiran, Danau Linting bisa menjadi satu pilihan yang cocok. Tidak hanya menyuguhkan panorama yang indah, namun danau ini mempunyai keunikan. Ya, danau linting memiliki dua warna air yakni hijau serta biru di mana di sekelilingnya terdapat batu cadas nan eksotis. 
Ditambah pepohonan dengan akar memanjang seakan menambah sisi magis yang membuat siapa pun pasti ingin berkunjung di sini. Penasaran dengan danau kecil ini? Jika kamu menggunakan kendaraan bermotor dapat ditempuh kurang lebih dua jam perjalanan karena danau ini sendiri berlokasikan di kecataman STM Hulu desa Sibunga-bunga Hilir Kabupaten Deli Serdang.

Merdeka Walk
Ingin bersantai sambil menikmati wisata kuliner di Medan? Merdeka Walk merupakan pilihan nongkrong yang tepat. Berlokasikan di pusat kota, menjadikan tempat ini ramai didatangi pengunjung. Di sini kamu akan dengan mudah menemukan beragam kios penjual jajanan ringan dan makanan sesuai selera kamu. 
Tidak hanya itu saja, di Merdeka Walk sendiri sering ada konser musik, perlombaan, juga atraksi sepeda, dan lain-lain. Sekadar info merdeka walk ini hanya dibuka malam hari. Pastinya lokasi ini menjadi tempat kece dan asik yang cocok buat kamu yang berjiwa muda, khususnya ketika akhir pekan.

Bukit Lawang
Salah satu wisata alam kece yang direkomendasikan Kebudayaan Indonesia adalah Bukit Lawang. Bukit ini sendiri terletak di taman nasional bukit leuser, di mn merupakan kawsn konservasi bagi flora serta fauna. Semacam wisata edukasi juga mengingat kita bisa mengenal atau melihat dari dekat binatang di bukit ini. 
Udaranya yang segar serta hijau pepohonan tentu akan menambah segar pikiran yang penat selama bekerjaa selama ini. Di sini merupakan habitatnya orang utan serta monyet lo. Pula di taman lawang ini ada sungai Bahorok dengan jembatan besar yang semakin menambah cantik destinasi alam satu ini. Untuk menuju lokasi ini dibutuhkan jarak kurang lebih 80 km menuju Binjai.

Tip Top Restaurant
Setelah berpuas menikmati tempat wisata di Medan yang seru dan kece, pastinya urusan perut tidak boleh sampai kecolongan. Di Medan nih ada tempat makan dengan konsep jadul namun mempunyai arsitektur bernilai tinggi khas Eropa. 
Konon Tip Top Resturant sudah mulai dibuka sejak 1929 di mana bertempat di kawasan sentra bisnis Medan. Di sini kamu bisa mencicipi aneka jenis kue yang dimasak masih menggunakan oven batu. Tidak hanya itu sajalo, kamu juga masih bisa mencicipi makanan lain seperti ikan goreng, kari, rendang, dan masih banyak lagi. (Koko Ferdie)

Museum Fatahilah, Wisata Sejarah yang Bisa Membuatmu Merinding

Jakarta kota menjadi tempat destinasi wisata berbagai masyarakat dari luar daerah. Salah satu yang paling diminati selain Monumen Nasional adalah wisata Kota Tua. Wisata yang menyuguhkan bangunan-bangunan klasik jaman dahulu dengan sentuhan yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun membuat kita serasa berada di jaman Penjajahan Belanda. Bedanya adalah kita tidak perlu takut terkena peluru dan bom ketika asik memandangi berbagai bangunan disana.

Salah satu yang menarik perhatian di kota tua adalah sebuah museum. Museum ini berada tepat di pinggir jalan. Ya, Museum Fatahilah atau yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta. Tampak dari depan, museum ini hanyalah sebuah bangunan tua nan klasik seperti bangunan-bangunan lain nya di kota tua, namun sebenarnya bangunan ini memiliki sejarah yang bisa membuat bulu kuduk kita merinding jika mendengarnya. Let’s check this out.

Gedung museum Fatahillah bernama resmi Museum Sejarah Jakarta-pertama kali dibangun tahun 1620 oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen sebagai gedung Balai kota Batavia VOC. Di depan museum ini terdapat sebuah Meriam dengan nama Meriam si Jagur. Meriam ini adalah meriam yang dimiliki oleh Portugis yang berhasil direbut oleh Belanda pada tahun 1641. 

Museum ini dahulu adalah saksi bisu pembantaian yang terjadi di jaman penjajahan Belanda. Etnik Tionghoa yang menjadi sasaran dari  kebrutalan penjajah. Ribuan orang Tionghoa diikat di depan museum ini, kemudian dari jendela balai kota, gubernur memberi kode untuk melakukan eksekusi. Pembataian itu dikenal dengan nama “Geger Pacinan”. Dalam peristiwa ini di kira-kira sekitar 10.000 orang keturunan Tionghoa dibantai. 

Pembantaian ini diduga dipicu oleh isu-isu politik dan ekonomi yang pada saat itu masih di dominasi oleh Belanda. Yang tidak kalah menarik perhatian dari museum ini adalah bahwa museum ini bukan hanya berisi benda-benda peninggalan jaman penjajahan Belanda, namun juga terdapat penjara bawah tanah yang masih memiliki suasana angker. Di museum ini, penjara bawah tanah dibagi 2, yaitu penjara wanita dan penjara laki-laki.

Di penjara wanita suasana yang akan ditemui pertama kali masuk adalah Pengap. Di ruangan sempit itu, bahkan langit-langit nya pun rendah, yang bisa kita rasakan hanyalah kurangnya udara di dalam. Entah karena sugesti bekas penjara atau bagaimana, jika kita memasuki penjara wanita bawah tanah ini, yang akan kita rasakan adalah kengerian membayangkan dahulu kala di ruangan kecil nan rendah itu terdapat puluhan bahkan mungkin ratusan wanita. Wanita-wanita tersebut tidak diberikan makan ataupun minum selama di dalam penjara. Bahkan banyak yang mati di dalamnya. Di penjara wanita ini juga terdapat genangan air. Ini membuat suasana angker semakin menjadi.
ruang dalam penjara wanita
Atmosfer yang tidak jauh berbeda juga dapat ditemukan di penjara laki-laki. Penjara ini memang sedikit lebih besar dibanding dengan penjara wanita. Di sini terdapat bola-bola besi yang pada jaman dahulu digunakan untuk merantai kaki para narapidana. Masuk ke dalam nya membuat para wisatawan merinding, seperti tersugesti mencium bau anyir darah dari orang-orang yang mati di dalamnya.
ruang dalam penjara laki-laki
Ketika masih dipakai sebagai penjara bawah tanah, saat air laut pasang maka penjara yang berisi ratusan makhluk hidup tersebut akan terendam bersama dengan semua yang manusia yang ada di dalamnya. Sampai sekarang tidak banyak perbaikan dan pembersihan yang dilakukan oleh petugas. Hal ini benar-benar membuat atmosfer penjara bawah tanah benar-benar mencekam.

Jadi guys, jika libur sempatkan diri untuk berkunjung ke museum Fatahilah ini, bukan sekedar wisata tapi juga untuk menyadarkan kita bahwa perjuangan mempertahankan Bangsa Indonesia dan merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah bukanlah hal yang mudah. Ada baiknya jika kita bisa sangat menghargai dan menghormati jasa mereka. Jika dulu mereka tidak berjuang sedemikian besar, maka tidak menutup kemungkinan bahwa kita pun akan merasakan dingin nya dinding penjara bawah tanah bahkan jika tidak  tidak bersalah sekalipun.

Jaman sekarang tidak perlu lagi angkat senjata untuk melawan penjajah. Belajar yang rajin dan harumkan nama bangsa merupakan contoh untuk menghargai pahlawan yang berjuang pada masanya. Jangan justru membuat bangsa menjadi terpecah belah dan menyulut perpecahan sesama bangsa Indonesia. (dwinta)

Menikmati Wisata Edukatif Petik Madu di Lawang, Jawa Timur

Bagaimana rasanya jika para wisatawan dapat memanen sendiri hasil panen dari lebah berupa madu? Wah, mungkin wisata seperti ini tergolong unik. Alasannya, kita sering mendengar wisata panen yang lain seperti wisata petik buah, wisata tanam bunga atau wisata bercocok tanam. Nah, wisata edukatif petik madu ini memang lain dari pada yang lain. 

Disini, wisatawan juga diajak bagaimana caranya beternak lebah hingga dapat menghasilkan madu. Yuk, kita simak apa saja yang ada di wisata edukatif petik madu.

Asyiknya berwisata sambil belajar dengan memanen madu
Wisata petik madu yang berlokasi di Lawang- Jawa Timur milik Pak Hariyono ini mencoba memperluas lahan bisnis panen madu ke lingkup yang lebih luas. Cara ini dilakukan agar para wisatawan bisa ikut terjun langsung bagaimana beternak lebah hingga dapat menghasilkan madu. Wisata petik madu ini biasa disebut dengan Agro Tawon. 

Di tempat tersebut, pengunjung akan disambut dengan hamparan bunga bewarna kuning yang sangat luas. Selain itu, disana juga terdapat aula tanpa dinding yang berada di tengah lokasi wisata. Di tempat itulah biasanya pengunjung diperkenalkan semua pengetahuan yan berhubungan dengan lebah beserta seluk beluknya. Tidak hanya itu saja, wisatawan juga diajak menuju lapangan terbuka yang memiliki deretan Gazebo. Di lokasi itu juga wisatawan akan melihat puluhan rumah lebah atau yang disebut juga dengan Stup.

Jenis-jenis madu yang diproduksi
Ada beberapa macam madu yang bisa didapatkan dari hasil wiata petik madu. Tidak hanya madu biasa saja yang dihasilkan di tempat ini tetapi juga produk lain seperti Royal Jelly, Malam/lilin dan Bee Pollen. Uniknya, di tempat wisata ini juga memproduksi madu anti alergi yang dapat digunakan sebagai obat. Madu tidak harus dihasilkan dari lebah seperti halnya Madu Klenceng. Madu jenis tersebut memang dihasilkan dari lebah tetapi ukurannya lebih kecil. 

Letak perbedaanya terdapat pada rasanya. Rasa yang dihasilkan oleh Madu Klenceng memiliki unsur rasa sedikit kecut atau masam. Madu yang sudah dikemas di dalam botol ini biasanya dijual antara 75 ribu sampai 150 ribu rupiah. Harga ini memang sebanding dengan keaslian madu tersebut, melihat proses pengambilan madu yang lumayan panjang dan sedikit rumit.

Mengenal lebah lebih dekat
Lebah yang dibudidayakan di dalam tempat ini adalah lebah jenis Apis Cerana atau disebut juga dengan Apis Melifiera. Lebah jenis ini sangat cepat dalam proses reproduksinya. Oleh karena itu biasanya pengelola menyiapkan sarang buatan yang disediakan untuk mempersingkat proses produksi lebah. Proses mempercepat produksi lebah ini memang disengaja daripada harus menunggu lama ketika lebah harus mencetak sarangnya sendiri. 

Merasakan manisnya madu langsung dari Stup (rumah lebah)
Jika penasaran dengan segar dan manisnya madu yang dihasilkan, pengunjung bisa mencoba menyeruput madu langsung dari Stup atau rumah lebahnya. Kita bisa mencicipi manisnya madu mulai dari sepuluh ribu per potongan stup tersebut.

Membuat lilin dari ampas madu
Ternyata di tempat ini memaksimalkan semua kegunaan madu hingga tidak menyisahkan sampah atau limbah sekalipun. Satu-satunya yaitu dengan cara membuat lilin. Ampas madu ini dipanaskan hingga cair dan meleleh tanpa minyak. Beberapa saat kemudian, cairan ini didiamkan hingga suhunya verubah menjadi hangat. 

Jika cairan sudah dirasakan hangat, maka kita bisa mencelupkan tangan ke dalam cairan tersebut. Setelah itu, masukkan tangan kita yang berselaput lilin ke dalam air dingin. Secara otomatis, kita bisa membuat bentuk lilin yang unik dari cetakan tangan kita sendiri.

(ditulis oleh Chandra WH dari adaptasi dari artikel kompasiana, narasumber: Teguh Hariawan) 

Pesona Wisata Kaya Seni Keramik Dinoyo, Malang

Jika anda mampir ke Kota Malang, maka anda akan dimanjakan beberapa wisata industri yang tidak kalah dengan tempat lainnya. Tak ada salahnya mampir sebentar ke Dinoyo, Kota Malang. Disana anda akan menemukan beerbagai kerajinan khas keramik Kota Malang. Sebagian penduduk yang bekerja di sana berprofesi sebagai pengrajin keramik sehingga kampung ini biasa dijuluki dengan kampung wisata keramik. 

Apa saja yang bisa dijelajahi disana? Yuk, simak beberapa informasi yang terkait dengan kampung wisata keramik, Dinoyo, Kota Malang.

Sejarah berdirinya kampung wisata Kota Malang
Kampung wisata keramik Dinoyo ini ternyata sudah ada sejak tahun 1957. Sebelum ada perkampungan keramik, tempat ini hanyalah sawah yang terbentang luas.  Awalnya, warga sekitar hanya memproduksi gerabah serta perlengkapan rumah tangga, misalnya gerabah. Dahulu, gerabah sering dijadikan bahan jenis keramik yang sudah ditemukan dimana-mana. Bahan seperti ini earthenware. 

Namun, perkembangan keramik yang berasal dari Cina sudah mulai masuk ke Indonesia. Keramik berbahan Cina ini mulai dipadukan dengan keramik berbahan lokal sehingga dijuluki dengan keramik semi porselen yang masih digunakan hingga saat ini. 

Karakteristik keramik khas Dinoyo
Corak keramik khas Dinoyo ini memiliki desain dan warna yang natural sehingga keramik tampak dengan warna yang kalem dan sejuk. Sedangkan corak yang dipakai pada keramik kebanyakan memiliki motif bunga dan daun. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat keramik adalah tanah liat dan porselen. 

Ada berbagai macam bentuk keramik unik yang dibuat di dalam kawasan kampung wisata keramik Dinoyo, misalnya: vas bunga, gelas, dan sepatu-sepatu kecil yang terbuat dari bahan keramik. Ada banyak kesenian inovatif yang dibuat oleh warga dalam wisata kampung keramik, Dinoyo Kota Malang. 

Festival Keramik Dinoyo
Untuk mempopulerkan keramik dinoyo ini, biasanya masyarakat yang tergabung ke dalam paguyuban pengusaha keramik mempopulerkan hasil produksi dari industri mereka. Program ini juga didukung oleh pemerintah Kota Malang. Acara ini diadakan setiap satu tahun sekali untuk mendongkrak potensi wisata sekaligus meningkatkan penjualan industri. Dalam acara Festival Keramik Dinoyo ini diadakan selama sepekan. Festival keramik ini merupakan festival keramik satu-satunya yang diadakan di Indonesia. 

Tidak hanya menawarkan beberapa produksi keramik khas Dinoyo Kota Malang saja yang dipamerkan, tetapi juga menampilkan beberapa tarian adat khas Kota Malang seperti halnya tari topeng, hidangan kuliner khas Kota Malang.  Jika anda berniat mengunjungi festival keramik Dinoyo, anda tidak perlu membayar biaya tiket masuk karena masuk ke festival ini tidak dipungut biaya sedikit pun. Festival Keramik Dinoyo adalah salah satu program unggulan dari Dinas Pariwisata Kota Malang yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung wisatawan lokal atau domestik Kota Malang.

Interaksi pengunjung dan pengrajin
Dalam meningkatkan jalinan kerjasama antara pengrajin dan pengunjung, biasanya pengunjung dapat menikmati bagaimana rasanya membuat keramik secara langsung di industrinya. Ada beberapa bahan-bahan yang biasa digunakan dalam proses pembuatan keramik seperti halnya: bahan pengikat yang terdiri dari kaolin, fire clay, ball clay dan red clay. Bahan pelebur yang terdiri dari kapur dan fespal. 

Silika dan samot yang biasa digunakan sebagai bahan pengisi dan bahan tambahan seperti talk, water glass dan pyrophilit. Jika anda ingin membuat proses pembuatan gelas yang terbuat dari keramik secara langsung, biasanya pengunjung juga memakai bahan keramik mentah glasir atau biasa yang disebut dengan bahan pembuat lapisan gelas. Bahan ini digunakan pada permukaan yang ada pada benda kerajinan keramik. Dalam proses pembuatannya, bahan-bahan tersebut biasanya diproses melalui pembakaran terlebih dahulu melalui suhu tertentu.

Tak ada salahnya jika anda mampir ke wisata keramik Dinoyo untuk membuat atau membeli souvenir yang unik-unik. (Chandra WH) 

Aturan Unik yang Harus Dipatuhi di Desa Adat Panglipuran Bali

Sumber informasi mengenai Desa Adat Panglipuran Bali ini diperoleh dari seorang sahabat saya yang bernama Andri Surya. Ia juga menuliskan semua aturan yang berada di Desa Adat Panglipuran Bali. Dalam blognya yang memiliki situs www.wisatakulinerseru.blogspot.co.id ini, saya sangat senang mendapatkan banyak pengalaman menarik dari Mas Andri Surya. Yuk, kita simak aturan-aturan unik apa saja yang ada di Desa Panglipuran Bali. 
Desa Wisata Panglipuran Bali
Sebagai predikat desa terbersih di dunia
Hal ini terlihat dari susana Desa Panglipuran yang bersih dan tidak ada sampah sedikitpun yang berserakan di pinggir jalan. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Beli Komang-salah satu tour leader yang mendampingi Mas Andri ke lokasi, desa ini berhasil meraih predikat sebagai desa terbersih di dunia. Tentunya sebagai warga Indonesia, kita harus bangga dengan prestasi yang disandang oleh Indonesia saat ini. 

Namun, orang-orang di Desa Panglipuran ini dahulunya menolak memasukkan orang lain yang berada di luar Desa ke dalam lingkungan mereka. Melalui kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat dalam tahap proses yang cukup panjang, akhirnya warga desa ini mau menerima orang luar dan tetap menjaga warisan kebudayaan nenek moyang mereka. 

Aturan adat mengenai pernikahan
Satu-satunya kebudayaan Desa Panglipuran yang masih dipertahankan adalah larangan bertindak poligami. Larangan ini benar-benar diperkuat dengan hukuman yang sudah diatur oleh aturan adat setempat. Apabila ada salah satu warga Desa Panglipuran yang melakukan poligami, maka orang tersebut akan diasingkan ke dalam suatu tempat yang jauh dari Desa Panglipuran. Tempat itu mirip dengan pondok khusus dan bisanya disebut dengan ‘Pemadu’ yang memiliki makna dikeluarkan dari desa tersebut. 

Aturan adat lain yang terkait dengan pernikahan adalah keharusan menikah dengan salah satu warga yang berada di desa itu sendiri. Kesimpulannya, pernikahan di Desa Adat Panglipuran Bali hanya bisa dilksanakan oleh antar sesama warga. Tentunya, hal ini sudah termasuk ke dalam hukuman berat. Anda bisa membayangkan seandainya pulang ke kampung halaman tetapi sudah tidak dianggap oleh warga sekitar? Pastinya berat karena merasa sudah tidak dianggap oleh keluarga lagi.

Aturan mengenai desain dan model rumah
Berdarsarkan informasi jelajah yang diperoleh dari Mas Andri Surya, keunikan desain dan model rumah yang ada di desa ini patut dibanggakan. Pasalnya, di beberapa pintu rumah juga ada ukiran dan beberapa relief yang menarik. Uniknya lagi, di dalam satu pintu tersebut dihuni oleh macam-macam kepala keluarga yang masih memiliki satu ikatan keturunan. Sedangkan di luar rumah juga terdapat dapur yang terpisah dengan tempat tinggal. Akses pintu masuk dan keluar di dalam rumah ini juga sama pula. 

Menurut dugaan Mas Andri, desain rumah ini dibuat sedemikian rupa untuk mengumpulkan saudara yang memiliki satu ikatan keturunan darah yang sama dalam satu keluarga. Dengan aturan seperti ini, para warga tidak akan kebingungan dalam mengumpulkan saudara mereka sehingga tidak khawatir tertukar atau menyukai lawan jenis yang masih sedarah. Saya pikir aturan ini memang bagus agar kita bisa lebih dekat dengan keluarga kita sendiri.

Aturan mengenai tempat peribadatan
Salah satu hasil informasi dari perjalanan Mas Andri menyebutkan bahwa setiap rumah kebanyakan memiliki bangunan pura yang lebih besar. Namun, tidak semua orang bisa beribadah di pura tempat orang lain walaupun mereka sesama beragama Hindu. 

Orang-orang yang boleh beribadah di pura tersebut adalah keluarga penghuni rumah itu sendiri dan saudara-saudaranya yang memiliki ikatan keturunan darah. Mereka yang tidak sedarah tidak diperkenankan beribadah di pura milik tuan rumah, melainkan dianjurkan membuat Pura di rumah sendiri. Warga diperbolehkan beribadah di pura umum saat perayaan hari raya umat Hindu saja.

Itulah sedikit informai yang bisa saya dapatkan dari Mas Andri Surya sang narasumber. Semoga informasi ini bermanfaat (Chandra W.H)

Gathering Rekanan Media dan Blogger Pekanbaru Bersama RS Awal Bros Panam

Gathering yang digelar oleh RS Awal Bros Panam ini dilakukan untuk menjalin tali kasih rumah sakit Awal Bros Panam bersama rekan media sekaligus para blogger yang ada di Pekanbaru. Acara yang berlangsung pada hari Selasa, 09/08/2016 di Hotel Pesonna Pekanbaru ini juga memberikan informasi seputar kesehatan.

Diawali dengan kata sambutan dari direktur RS Awal Bros Panam Dr. Mutiara Arcan yang sangat apresiasi atas kehadiran rekan-rekan media dan blogger Pekanbaru, walaupun pada saat itu bertepatan pada saat HUT Provinsi Riau yang ke-59. Beliau mengatakan acara ini merupakan acara yang memang diadakan tiga bulan sekali dengan maksud untuk menjalin tali silaturahim dan memperkenalkan RS Awal Bros Panam yang telah berdiri memasuki tahun ketiga sejak awal tahun 2014 lalu. 
Foto Bersama RS Awal Bros beserta Media dan Blogger Pekanbaru
Dengan kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat membantu warga daerah Panam dan sekitarnya untuk mendapatkan layanan pengobatan yang baik sesuai dengan standar pelayanan kesehatan Grup Awal Bros. 

Acara ini juga memberikan edukasi kesehatan yang dipaparkan oleh Dr. Pietramala D. Djaprie, mengenai penyakit batu ginjal dan penanganannya. Tema tersebut tampaknya sangat berkaitan sekali dengan gaya hidup rekan-rekan media maupun para blogger. Para hadirin tampak sangat antusias mendengarkan informasi mengenai penyakit yang cukup populer diderita dikalangan muda maupun tua. 

Yopi, salah satu hadirin yang mewakili Komunitas Blogger Bertuah, mengatakan dirinya sangat terapresiasi terhadap acara yang digelar oleh RS Awal Bros. Selain mendapatkan ilmu, dirinya dapat mengenal rekan-rekan media online lainnya. 

"Acara ini dapat kita jadikan sebagai kegiatan yang terus dilakukan untuk saling menjalin tali silaturahmi antara media maupun blogger, sekaligus memberikan informasi mengenai kesehatan maupun layanan-layanan media yang bisa membantu pihak kesehatan dalam mengupayakan layanan kesehatan terbaik di Indonesia", ungkap Yopi. (Tia)

Ternyata Inilah Makna Dibalik Tradisi Malam Satu Suro

Kamu pernah berkunjung ke daerah jawa Tengah seperti Solo atau Jogjakarta di tanggal 1 Muharram atau bertepatan dengan malam 1 Suro? Jika belum, berarti kamu belum merasakan dan melihat ritual-ritual yang ada di malam 1 Suro ini.

Ritual ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang masih percaya bahwa jika mereka melakukan ritual-ritual yang masih ada dari jaman nenek moyang, mereka akan diberikan keberkahan yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Beberapa ritual mungkin terlihat tidak masuk akal dan hampir dibilang mustrik atau menyekutukan Tuhan, namun tidak seperti itu. Masing-masing ritual yang dilakukan memiliki arti dan maksud tersendiri yang baik jika kita bisa menerapkan nya di kehidupan sehari-hari.

1. Tapa bisu
Tapa bisu adalah sebuah ritual yaitu tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar kita sebagai umat manusia untuk selalu mawas diri, tidak banyak bicara hal yang tidak penting dan mungkin menyakitkan hati orang lain, lebih intropeksi diri atas apa yang telah dilakukan di tahun kemarin. 
Dengan begini, diharapkan di tahun-tahun berikutnya agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi, dengan menjadi manusia yang lebih baik lagi, diharapkan agar berkah dan Ridho dari Tuhan Yang Maha Esa lebih mudah kita dapatkan

2. Kungkum
Kungkum adalah tradisi beredam di sungai besar. Hal ini dilakukan juga masih dalam rangka untuk intropeksi diri. Ada beberapa orang yang lebih suka menyendiri di tempat yang sepi, sejuk seperti di sungai untuk mulai memikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah diperbuat selama ini, bagaimana akan melanjutkan hidup. Hingga akhirnya muncul  lah tradisi kungkum ini.

3. Ruwatan
Ruwatan dalam arti sebenarnya yaitu membersihkan diri dari segala kesalahan dan dosa yang diperbuat. Hal ini masih tercampur dengan kebudayaan jaman dahulu di jaman jawa Kuno yaitu ritual pensucian jiwa. Hal ini berlanjut sampai sekarang pun masih banyak digunakan oleh tradisi Jawa.
Tradisi ini ditandai dengan dimainkan nya wayang kulit sebagai media untuk melakukan pensucian diri dari dosa. Namun, kita harus tetap beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa jika kita ingin semua dosa-dosa kita diampuni oleh-Nya.

4. Ngumbah Keris
Ngumbah keris / tradisi mencuci keris juga sangat familier di malam satu Suro di Jawa. Bagi yang memiliki benda pusaka, biasanya akan mencucinya di Malam ini.

Bukan untuk meminta kepada benda peninggalan leluhur atau pun meminta macam-macam. Namun, pencucian keris ini dilakukan demi untuk menghormati sang pemberi atau pembuat keris-keris atau benda pusaka tersebut.

5. Lek-lekan
Lek-lekan adalah tidak tidur semalam suntuk. Hal ini dilakukan oleh sebagian besar orang Jawa yang berada di Solo atau Jogya atau di desa-desa lain yang masih mengadakan dan percaya akan tradisi seperti ini. Lek-lekan dilakukan biasanya dengan duduk-duduk di pos ronda, bersilaturahmi dengan tetangga dan lain-lain.

6. Kirab Kebo Bule
Kirab Kebo Bule adalah sebuah tradisi setiap malam satu suro yang dilakukan dengan menggiring kebo-kebo bule atau albino keliling-keliling kampung. Tradisi ini dimulai ketika jaman dahulu dipercaya bahwa Kebo Bule bisa melindungi sebuah pusaka yang sangat tak ternilai harganya.

Tradisi dan kepercayaan tersebut terbawa sampai sekarang. Ironisnya, banyak masyarakat yang menunggu di belakang Kebo Bule ketika diarak keliling kampung untuk mengambil kotoran nya yang diyakini membawa berkah.

Semua rezeki yang datang dari Tuhan Yang Maha Kuasa, masyarakat melakukan hal tersebut tidak dengan maksud syirik, namun mereka menghargai dan membudayakan tradisi-tradisi leluhur terdahulu. (dwinta)

Destinasi Wisata Eksotis Pulau Komodo

Berlibur ke sebuah pulau yang sepi penghuni merupakan salah satu yang bisa dilakukan untuk melepas penat. Indonesia merupakan Negara kepulauan. Banyak Pulau-pulau dengan pantai yang eksotis di Negara kita tercinta ini. Mulai dari Pulau pulau besar hingga pulau dengan ukuran yang kecil. Mulai dari pulau dengan pnenghuni yang banyak hingga pulau tanpa penghuni.

Kali ini, penulis akan mengajak untuk explore salah satu pulau eksotis yang berbeda dari Pulau lain yang ada di dunia sekalipun, yaitu Pulau Komodo.

Ya. Pulau Komodo adalah salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau yang di dalam nya terdapat salah satu binatang prasejarah yang masih hidup. Lets chech this out:

1. Terdapat banyak komodo yang berkeliaran
Jika kamu biasa dirumah melihat kucing berkeliaran atau ayam, jangan kaget ketika kamu berada di Pulau Komodo yang kamu lihat berkeliaran adalah jenis binatang besar, liar dan sudah hampir punah yaitu Komodo. Namun untungnya Komodo disini tidak dibiarkan berkeliaran ke jalan-jalan. Ada penangkaran tersendiri untuk merawat dan melestarikan hewan langka ini. 
Komodo merupakan salah satu binatang jaman purba yang belum punah sampai sekarang. Hewan ini memiliki ukuran sangat besar. Dengan bentuk seperti kadal dalam ukuran berkali-kali lipat dari kadal. Komodo pada dasarnya adalah hewan liar, dengan penciuman yang sangat tajam dan kemampuan berburu yang luar biasa. Jadi walaupun berada di penangkaran, kita tetap harus berhati-hati jika berkunjung ke Taman Nasional Komodo.

2. Pink Beach
Selain taman penangkaran Komodo atau yang bernama Taman Nasional Komodo, di Pulau ini kita disuguhkan sebuah pantai yang sangat indah. Pink Beach. Sesuai namanya, pantai ini memiliki pasir berwarna merah jambu (Pink). 
Pink Beach juga merupakan salah satu tempat wisata yang sangat langka. Hanya ada 7 saja di dunia pantai yang memiliki pasir berwarna merah muda seperti ini. Di pantai ini kita akan di suguhkan suasana sepi, romantic dan juga indah. Melihat sunset dan sunrise di tempat yang tidak ramai dengan suasana pasir Pink akan membuat kita menyadari bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang tidak pernah kehabisan tempat wisata yang eksotis.

Pasir berwarna pink ini diduga ada karena terdapat banyak pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan banyak di temukan di pantai ini.

Pink Beach dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit dari dermaga di  Pulau Komodo. Namun, Pink Beach tidak seperti pantai kebanyakan. Disini tidak ada tempat jajanan. Jadi lebih baik membawa makan dan minum sendiri jika ingin pergi ke Pink Beach.

3. Terumbu karang yang eksotis
Di Pulau Komodo, bahkan di Taman Nasional Komodo, terdapat sebuah perairan yang biasa digunakan untuk senorkling oleh wisatawan. Karena di perairan ini terdapat berjuta jenis ikan yang lucu, juga terumbu karang yang sangat indah untuk memanjakan mata kita yang telah penat dengan keseharian.

4. Memiliki Perairan yang hangat dan dingin sekaligus
Lokasi Pulau Komodo yang merupakan pertemuan air mengalir ke Utara dan Selatan. Pertemuan laut ini membuat air laut yang hangat bercampur dengan air laut yang dingin. Hal ini juga salah satu hal yang menyebabkan Pulau Komodo memiliki kekayaan botani yang sangat potensial.

Gimana guys? Asik kan jika liburan kali ini kita ke Pulau Komodo. hehe (dwinta)
Back to top