Mitos Ibu Hamil Ini Hanya Ada di Indonesia Loh!

Kehamilan merupakan suatu yang sangat ditunggu oleh sebagian besar kalangan masyarakat terutama yang belum pernah memiliki anak dan sangat ingin memiliki seorang anak. Tak heran berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan dan melindungi kehamilan tersebut. Mulai dari cara medis maupun supranatural.

Nah, Indonesia ini adalah salah satu negara yang warganya sebagian besar masih percaya dengan berbagai mitos mengenai kehamilan. Banyak mitos mitos ini yang tidak bisa dijelaskan secara medis maupun tidak masuk ke akal sehat seorang manusia.

Apa saja mitosnya ? Lest chech this out:

Memotong dan menjahit baju bisa membuat bibir sumbing pada bayi
Mitos ini sudah sangat sering kita dengar. Tidak ada fakta medis yang bisa mengaitkan menjahit baju dengan efek menjadikan bibir bayi sumbing. Ada juga yang bilang ketika istrinya hamil, suaminya tidak boleh mancing karena akan menyebabkan bibir sang bayi menjadi sumbing. Bibir sumbing biasanya terjadi karena pengaruh obat-obatan bebas yang diminum saat hamil, efek radiasi, ataupun faktor genetika. 

Ketika melihat orang jelek, harus bilang amit-amit agar anak tidak buruk rupa. Jelek atau tidaknya rupa seorang anak, pasti turunan gen dari kedua orang tuanya. Ketika ibu hamil melihat seseorang yang mungkin rupanya tidak enak dilihat, harus bilang amit-amit. Tidak ada penelitian manapun yang mengatakan bahwa anak yang lahir dari seseorang rupa nya mirip dengan orang yang ibunya bertemu dijalan dan tidak mengucapkan amit-amit.

Ketika ibu mengelus perutnya dan berkata amit-amit, sesungguhnya itu hanyalah sebuah doa agar anak yang dilahirkan nya tidak memiliki rupa yang jelek. Namun, bagaimanapun tidak ada anak yang jelek atau buruk rupa di mata orang tuanya.

Jika keinginan ibu hamil tidak dituruti, maka anak kelak akan ‘ileran’
Ngidam memang sering terjadi kala seseorang sedang hamil. Ingin ini ingin itu, pada waktu-waktu yang tidak biasa misalnya tengah malam. Yang biasa dilakukan suami atau orang disekitarnya adalah mau tidak mau menuruti dan memberikan apa yang diinginkan oleh ibu hamil tersebut, takut anaknya ketika lahir ileran katanya.

Tidak ada penjelasan medis mengenai hal ini, namun tidak ada orang tua yang rela anak yang mereka sayangi akan menjadi ileran hanya karena tidak menuruti keinginan sang ibu. Hal seperti ini justru lebih dianggap sebagai bentuk rasa sayang dan apresiasi suami atas kehebatan dan ketabahan seorang istri ketika sedang mengandung.

Gunakan ‘penguat’ di baju selama hamil
Penguat yang dimaksud disini bukan seperti suplemen atau vitamin ketika hamil. Namun lebih seperti misalnya menggunakan peniti di baju selama hamil, atau menaruh gunting dibawah bantal ketika tidur.

Banyak yang percaya bahwa ibu yang sedang hamil tubuhnya ‘wangi’ dan disukai oleh berbagai makhluk halus. Berbagai cerita beredar, seperti misalnya makhluk halus tersebut akan mengambil bayinya, atau mengganggu ibunya.

Ketika keluar pintu tidak jadi maka persalinan tidak akan lancar
Orang tua menasehati ‘kalo mau keluar ya keluar, masuk ya masuk, jangan di tengah pintu balik lagi, nanti bayi nya ga bisa keluar’. Bayi yang susdah dikeluarkan pada saat melahirkan disebabkan oleh berbagai hal seperti kondisi ibunya yang kurang fit, atau memang belum waktunya, atau bisa jadi karena posisi bayi yang tidak sesuai hingga bayi tidak bisa keluar normal atau mengharuskan diadakan operasi caesar.

Tidak ada penjelasan medis mengenai hubungan 2 hal tersebut. Apakah jika kita balik lagi ketika hendak keluar pintu akan mengakibatkan bayi sulit untuk dikeluarkan.

Bagaimanapun, percaya atau tidak, semua hal itu adalah mitos. Tidak ada penjelasan medis dan masuk akal mengenai kehamilan dan hal-hal supranatural tersebut. Namun percaya atau tidak, banyak dari kita yang tidak mengindahkan larangan-larangan tersebut dan berakibat yang tidak baik.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa terkadang mitos-mitos itu benar adanya, atau hanya kebetulan semata. Tidak ada salahnya mengikuti untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, namun bukan berarti percaya 100% karena semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa. (Dwinta)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top