Manusia Jenius Ini Mampu Menciptakan BBM dari Berbagai Bahan Lain

BBM atau Bahan Bakar Minyak merupakan hal yang sangat penting di Indonesia. Kenaikan dan penurunan harga BBM di Indonesia yang sering naik membuat sebagian besar warga mengeluhkan betapa mahal dan sulit memperoleh bahan bakar minyak, terutama di kota kota terpencil di Indonesia. Di Jakarta sendiri sudah semakin mahal bahan bakar minyak.

Berawal dari keprihatinan ini, orang-orang dengan ilmu dan kemauan yang besar untuk mengatasi masalah langka dan mahalnya bahan bakar minyak, mereka berusaha untuk membuat bahan bakar yang terbuat bukan dari minyak, namun dari bahan-bahan lain yang tidak terlalu sulit ditemukan. Lets check this out :

Eddy Suprianto – membuat kompor dengan bahan bakar air
Eddy Suprianto adalah seorang pensiunan pegawai swasta berusia 57 tahun. Ia tinggak di rumah ibunya di Bogor. PaK Eddy berhasil membuat kompor yang bisa menggunakan bahan bakar dari air. Pak Eddy memang sangat menggilai dunia kimiawi sejak dulu. 
Menemukan dan berhasil membuat kompor dengan bahan bakar air dan dengan harga ekonomis bukanlah sesuatu yang ditemukan begitu saja. Ia melalui proses yang sangat panjang dan tidak sekali dua kali ia gagal melakukan nya. Namun, Pak Eddy tidak pernah menyerah dan terus membuatnya hingga menjadi seperti sekarang.

Air biasa harus dicampur dengan zat kimia yang dibuat oleh Pak Eddy yang dijualnya seharga Rp6.000. dengan mengeluarkan Rp 6.000 bisa merubah sebotol air menjadi bahan bakar kompor temuan PaK Eddy. Namun yang menjadi kendala adalah tidak semua kompor bisa menggunakan air sebagai bahan bakarnya. Pak Edddy memiliki cita-cita pemerintah dapat mempatenkan penemuan kompor dan zat kimia yang ditemukan nya lalu mengkomersilkan dan menjualnya secara umum karna ia tidak memiliki banyak modal untuk membuat kompor tersebut secara besar-besaran. Ia ingin agar banyak masyarakat yang bisa menggunakan nya.

Syamsiro – mengubah plastik menjadi bahan bakar
Dengan mengadopsi system yang dikembangkan oleh Bapak Tri Handoko yaitu sitem kerja pirolisis, yang cara kerja nya adalah sampah plastic dipanaskan dengan suhu diatas 300oC sehingga menjadi uap dan didinginkan oleh fluida cair untuk mendapatkan hasil minyaknya, Syamsiro memodifikasi di beberapa bagian hingga system tersebut menjadi lebih kompleks.

Sampai saat ini, Syamsiro dan rekan 1 tim nya  masih melanjutkan studi S3 nya di Tokyo untuk lebih mengoptimalkan penemuan dan menyempurnakan agar bisa digunakan oleh halayak ramai. Agus Hendra, Dwi Wahyuno, Rizal Abdillah dan Ilham Rahmana-kompor dengan bahan bakar minyak jelantah dan oli bekas
Awal dari mencetuskan ide ini adalah ketika mereka ingin memanfaatkan barang atau bahan yang sudah tidak terpakai lagi untuk dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna dan mengurangi limbah lingkungan. Mereka yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Kimia di Universias Sriwijaya ini memulai proyek nya sejak tahun 2013.

Mereka kemudian membuat beberapa percobaan, dan akhirnya terciptalah kompor yang bisa menggunakan bahan bakar minyak jelantah dan oli bekas. Bahan-bahan tersebut bisa diperoleh dengan harga murah bahkan gratis.  Kompor ini pun juga jauh lebih panas dan minim resiko ledakan. Kendala yang dialami orang-orang ini sama dengan yang sebelum-sebelumnya, tidak ada modal untuk memperluas usaha yang mereka sedang jalani. Mereka berharap agar pemerintah bisa membantu mereka agar juga membantu memecahkan masalah kelangkaan bahan bakar minyak di Indonesia ini.

Nur Imama - Etanol dari Kulit Jeruk Sebagai Bahan Bakar Alternatif 
Berdasarkan teori yang ada yaitu kulit jeruk mengandung zat – zat pectin dan minyak atsiri yang mudah terbakar, ia membuat sebuah penelitian yang mendapatkan hasil bahwa kulit jeruk yang diolah dengan berbagai teknologi dan ilmu pengetahuan dapat diubah menjadi etanol dan bisa digunakan sebagai bahan bakar.



Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top