Tips Mengatasi Tidur Tindihan (Sleep Paralysis)

Pernahkah anda mengalami tindihan saat tidur? Kondisi ini biasa disebut juga dengan Sleep Paralysis dimana tubuh anda seperti merasakan lumpuh sementara sehingga anda merasa tersadar dari tidur tetapi susah saat menggerakkan tubuh. 

Dalam fenomena tindihan biasanya seseorang mengalami empat fase secara berurutan yang dimulai dari kondisi mengantuk setengah sadar, kondisi mulai tertidur lebih dalam, kondisi mulai tertidur lebih dalam dan lebih lelap dan seseorang mengalami mimpi yang panjang atau yang disebut dengan Rapid Eye Movement (REM). 
Penyebab fenomena tidur tindihan ini karena kelelahan, jam tidur yang kurang, stress, pengaruh obat dan kesalahan pola waktu tidur. Dibawah ini ada beberapa tips yang bisa anda terapkan saat mengalami tidur tindihan.

1. Jangan terlalu panik
Saat anda merasakan tubuh susah digerakkan pada waktu tidur, jangan dilawan dengan perasaan panik. Tenangkan kondisi tubuh dan yakinkan pada anda bahwa anda dapat mengatasinya yaitu dengan cara berdoa. Jangan berpikiran yang aneh-aneh seperti ditindih makhluk halus, berpikirlah yang lebih tenang dan usahakan menarik nafas dengan tenang,

2. Menggerakkan Unjung Kaki dan Jempol
Apabila memungkinkan, anda bisa menggoyangkan jari dan jempol anda untuk memastikan bahwa anda tersadar dan mampu untuk terbangun. Gerakan ringan ini juga dapat membantu kinerja otak anda untuk selalu tersadar saat menggerakkan semua anggota tubuh anda.

3. Kepalkan Tangan
Cara berikutnya jika anda tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki anda, anda bisa juga mencoba untuk mengepalkan tangan sekuat tenaga.  Cara ini bisa anda coba secara pelan-pelan untuk mengendurkan beberapa gerakan untuk mengatasi kelumpuhan sesaat yang terjadi saat anda dalam kondisi tertidur. Usahakan anda tidak pasif sama sekali tetapi anda juga jangan terlalu panik.

4. Batuk
Cara ini dapat anda lakukan saat mengalami tindihan tetapi masih bisa mengendalikan pernafasan dengan santai dan rileks. Batuklah secara berulang-ulang. Hal ini sangat dianjurkan untuk merelaksasi dan melemaskan otot-otot yang ada di sekitar leher anda. Dengan cara seperti inilah, anda bisa lebih santai menggerakkan tubuh pada bagian atas. 

5. Segera Membangunkan Diri
Apabila anda masih mampu menggerakkan tubuh, maka berusahalah untuk bangun secara pelan-pelan. Segerakanlah terbangun dengan posisi duduk dari tempat tidur jika memungkinkan. Usai bangun dari kondisi tidur tindihan, segera cuci wajah anda dan meminum beberapa teguk air sampai kondisi anda benar-benar rileks dan tenang. 

Atur nafas secara perlahan-lahan dengan menarik nafas panjang dan hembuskan secara rileks dan santai. Apabila masih mengantuk, hindari kembali ke posisi tidur secara langsung karena hal ini dapat menyebabkan tindihan kembali jika kondisi tubuh belum rileks. Jika anda merasa tubuh anda dalam kondisi stabil dan tenang tetapi masih tetap mengantuk, anda baru boleh tidur kembali.

Untuk mencegah kondisi ini terulang kembali, maka ubahlah pola hidup anda. Atur jam tidur istirahat secara efisien. Jangan tidur terlalu malam atau terlalu lama tidur siang. Hindari hal-hal yang membuat anda stress dan lelah. Rajinlah berolah raga agar otak anda dapat bekerja secara fresh dan optimal. Sebelum tidur, usahakan jangan terburu-buru menutup mata. 

Alangkah lebih baik jika anda merelaksasi pikiran dan tubuh anda dahulu terutama lakukan doa terlebih dahulu supaya pikiran anda lebih tenang. Hindari meminum obat tidur karena hal ini dapat menyebabkan ketergantungan dan otak tidak bekerja maksimal. Semoga tips ini bermanfaat bagi anda dan semua keluarga saat beristirahat sebelum tidur.(Chandra WH)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top