Hati Hati! Ini Lima Bahaya Memakai Kipas Angin dan AC Saat Tidur

Keadaan bumi saat ini kian kritis karena adanya pemanasan global. Isu tersebut bukan hanya isapan jempol belaka karena dampaknya mulai terasa. Pemanasan yang diakibatkan oleh semakin minimnya ruang terbuka hijau di bumi dan efek rumah kaca yang semakin meningkat, mengakibatkan semakin tipisnya lapisan ozon.

Keadaan yang mulai terjadi adalah udara kian panas dan cuaca tidak menentu. Nah, efek udara yang panas tadi juga bikin orang-orang jadi lebih gerah dan memberi rumah mereka dengan pendingin, baik kipas angin ataupun AC. Padahal efek AC maupun kipas angin jika digunakan secara berlebihan juga tidak baik, khususnya bagi kesehatan. 

Terlebih jika digunakan ketika tidur, justru menimbulkan gangguan kesehatan yang fatal. Apa saja sih bahaya dari pemakaian AC atau kipas angin saat tidur? Berikut Kebudayaan Indonesia sajikan lima bahaya tersebut. 

Bikin Pasokan Oksigen Menipis dan Kekurangan Air
Benar banget! Menyalakan kipas angin atau AC secara terus menerus mengakibatkan pasokan oksigen kian menipis. Kenapa demikian? Karena saat kita mengembuskan napas lalu ditempa kipas angin, angin yang kembali dari kipas angin tersebut tidak selalu berisi oksigen. Bisa jadi adalah karbon dioksida yang memang kurang baik bagi kesehatan paru-paru. Jika kipas angin tersebut dihadapakan tepat di mukia, malah justru berakibat buruk. Efeknya adalah sesak napas karena kekurangan pasokan gas oksigen.

Tidak hanya oksigen saja yang semakin sedikit, menyalakan AC atau kipas angin juga bisa berdampak kurangnya pasokan air dan bisa berakibat dehidrasi. Dehidrasi sendiri bisa terjadi oleh beberapa sebab, salah satunya adalah berada di ruangan yang dingin. Nah, penggunaan kipas angin ini juga mengakibatkan semakin menyusutnya jumlah air dalam tubuh. 

Membuat Kulit Menjadi Kering
Ini benar banget. Kondisi kulit menjadi kering bukan hanya disebabkan oleh terlalu seringnya tersengat sinar matahari, melainkan berada di ruangan ber-AC misalnya dapat mengakibatkan kondisi kulit menjadi kering dan tampak tidak bagus.

Otot Menjadi Kaku dan Nyeri
Efek yang ditimbulkan dari pemakaian kipas angin dan AC saat tidur adalah otot menjadi kaku serta nyeri. Hal ini disebabkan karena kondisi suhu yang dingin berakibat pada menurunnya cairan produksi lubrikasi yang menguatkan persendian.  

Infeksi Saluran Pernapasan dan Berpengaruh Pada Syaraf Otak
Pemakaian pendingin udara ketika tidur dalam jangka waktu 6-8 jam juga berakibat buruk untuk saluran pernapasan. Jika fatal, infeksi pun terjadi. Hal ini juga disebabkan tidak hanya udara baik saja, tapi AC juga bisa jadi sarang bakteri dan kuman. Jadi memang dalam memilih pendingin tidak boleh asal. 

Selain itu penggunaan AC terlalu lama juga berakibat fatal untuk otak. Hal ini karena kebiasaan tidur di ruangan ber-AC akan menstimulus kerja otak, jika tidur tanpa AC pasti tidak akan tidur. Jadi, jika kondisi ini dilakukan terus menerus akan berakibat pada kualitas tidur yang kurang dan bangun dengan kondisi sakit kepala.

Membuat Daya Tahan Tubuh Seseorang Menurun dan Penyakit Bell Palsy
Ya, penggunaan AC ketika tidur secara rutin dan jangka panjang bakal mengakibatkan kondisi melemahnya daya tahan tubuh. Hal ini karena keringat tidak keluar dalam kondisi dingin, sehingga toksin dalam tubuh tidak keluar dan menjadikan sel imun lebih aktif. Oleh karena itu kondisi badan jadi kurang fit.

Selain kondisi melemahnya daya tahan tubuh, penggunaan pendingin ruangan ketika tidur adalah datanganya penyakit Bell Palsy. Penyakit yang dapat menimbulkan kelumpuhan pada sebagian organ tubuh manuasia. Namun, dalam kondisi ini kelumpuhan tidak terlalu ektream, melainkan hanya terjadi pada area wajah. Seperti kondisi kaku atau susah tersenyum karena kondisi suhu dingin berefek pada syaraf wajah yang menjadi tegang.

Oleh karenanya jika Anda sudah berada dalam ruangan berAC atau memakai kipas angin ketika bekerja, ada baiknya untuk tidak memakai kipas angin sewaktu tidur untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan seperti yang telah disebutkan di atas. (Koko Ferdie) 


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top