Budaya di Negara Berikut ini Bertolak Belakang dengan Budaya Indonesia

Indonesia memiliki bermacam-macam kebudayaan. Sejatinya, budaya Indonesia selalu mengedepankan norma kesopanan serta mengedepankan sisi kemanusiaan yang beradab. Namun, di negara-negara lain ini ada beberapa kebudayaan yang sangat bertentangan dengan budaya negara kita sendiri. 

Kebudayaan Indonesia akan menampilkan kebudayaan apa saja yang bertentangan dengan negara Indonesia. Berikut kebudayaan-kebudayaan negara lain yang bertolak belakang dengan Budaya Indonesia.

1. Menghindari Untuk Memberikan Pujian
Di Indonesia, memberikan pujian adalah tindakan yang paling sopan terutama di Pulau Jawa. Biasanya, pujian dilontarkan sebagai wujud basa-basi bagi seseorang yang sedang bertamu di rumah orang lain. Terkadang, pihak tamu melontarkan pujian tentang tempat tinggal seseorang, pakaian yang dikenakan, atau suasana kenyamanan tempat tinggal milik tuan rumah. Hal ini dilakukan untuk memberikan suasana hangat pada saat pembicaraan berlangsung. 
Namun, lain Indonesia lain pula dengan dengan kebudayaan di Negara Nigeria dan Senegal. Dalam kebudayaan di dua negara tersebut, memberikan pujian merupakan tindakan yang harus dihindari saat bertamu. Pasalnya, jika seorang tamu memberikan pujian atas pakaian yang tuan rumah kenakan atau rumah milik tuan rumah, itu artinya tuan rumah wajib memberikan benda yang sudah dipuji. 

Jika tidak memberikannya, tuan rumah dianggap orang yang pelit dan tidak sopan. Sebagai gantinya, pihak tamu juga wajib menggantinya dengan barang yang lebih mahal suatu saat nanti. Wah, sepertinya anda harus berhati-hati  jika kesana! Jangan sampai memuji istri atau suami tuan rumah ya! Bisa-bisa susah jadinya hehehe. 

2. Menghindari Datang Tepat Waktu
Jika anda datang terlambat saat menghadiri pertemuan atau sebuah perjanjian, mungkin anda tidak merasa nyaman. Bisa-bisa anda dianggap tidak sopan atau dianggap meremehkan orang lain. Di Indonesia saja misalnya. Jika anda datang terlambat saat mengikuti tes atau interview, anda akan didiskualifikasi dengan alasan sudah tidak berminat dengan perusahaan tersebut karena dianggap sebagai salah satu bentuk penghinaan. 
Tapi, kebudayaan ini tidak berlaku di Negara Tanzania. Datang tepat waktu merupakan salah satu tindakan yang dianggap tidak sopan di Tanzania. Biasanya dalam sebuah acara pertemuan, pihak tamu diharapkan datang lima belas atau tiga puluh menit lebih lama. Alasannya, tidak semua tamu memiliki akses dan transportasi yang mudah untuk sampai ke tujuan. 

Begitu juga di Negara Meksiko, disana anda dianggap tidak sopan jika datang ke acara lebih awal karena hal itu dapat membuat tuan rumah terburu-buru. Sepertinya di Indonesia kebudayaan jam karet juga mulai muncul ya meskipun bukan kebudayaan Indonesia sendiri! Bagi anda yang suka datang terlambat, lebih baik pindah ke Tanzania atau Meksiko saja! Hehe

3. Menghabiskan Makanan Saat Bertamu
Dalam kebudayaan Indonesia, menghabiskan makanan saat bertamu merupakan tindakan yang paling sopan. Tuan rumah merasa senang jika seorang tamu menghabiskan makanan yang sudah disajikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa seorang tamu yang menghabiskan makanan sajian tuan rumah hingga habis berarti tamu tersebut tidak membuang-buang rezeki yang ia dapat. 
Namun, tidak dengan kebudayaan yang berada di Yordania, Kamboja, Mesir dan Filipina. Di keempat negara tersebut, menghabiskan makanan merupakan tindakan yang kurang sopan karena jika makanan habis berarti tuan rumah dianggap pelit. Tuan rumah akan menambahkan porsi makanan tamu yang habis sampai tamu menyisahkan makanannya. 

4. Menjulurkan Lidah Pada Seseorang
Pada beberapa negara bagian di dunia termasuk di Indonesia, menjulurkan lidah merupakan salah satu tindakan yang tidak sopan. Menjulurkan lidah merupakan bentuk suatu ejekan, hinaan bahkan pelecehan. Di Italia, anda dapat didenda saat menjulurkan lidah karena hal ini dianggap sebagai bentuk hinaan berat. Sedangkan di India, menjulurkan lidah dianggap sebagai bentuk kemarahan. Lain halnya di Kota New Caledonia. 
Di kota tersebut, menjulurkan lidah adalah wujud untuk memberikan doa restu. Sedangkan di wilayah Tibet, menjulurkan lidah adalah bentuk salam terhadap suku yang ada di sana. Ada mitos yang menyebutkan bahwa dahulu kala ada seorang raja kejam berlidah hitam yang pernah berkuasa di wilayah tersebut. Dengan menjulurkan lidah tersebut, mereka menunjukkan bahwa mereka bukan keturunan raja tersebut. Waduh, jangan memakan tinta cumi ya kalau sedang kesini!
 
Sebagai rakyat Indonesia yang bijaksana, adil dan beradab sudah seharusnya kita menghormati kebudayaan negara lain dalam menyikapi perbedaan. (Chandra WH)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top