Wisata eksotis dari Kepulauan Raja Ampat

Indonesia adalah sebuah negara Kepulauan yang kaya akan wilayah yang selalu dapat memukau mata kita semua. Dimana di Indonesia kita benar benar bisa merasakan kebesaran Tuhan dengan segala berkah dan limpahan nya. Dari sabang sampai merauke terlalu banyak Pulau yang indah untuk dibahas.

Kali ini saya akan membahas salah satu pulau paling ujung yang ada di kepulauan negara kita yaitu Papua. Di Papua, banyak sekali wilayah yang belum terjamah oleh manusia. Namun sekarang ini ada beberapa wilayah di Pulau Papua yang sudah menjadi tempat tujuan wisata. Salah satunya adalah Kepulauan Raja Ampat.

Secara administrasi, Gugusan Kepulauan Raja Ampat berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.  Bila kita lihat di peta, Kabupaten ini terletak di kepulauan sebelah barat paruh butung pulau Papua.

Masyarakat di Kepulauan Raja Ampat merupakan masyarakat yang ramah dan menerima tamu dari luar. Mereka kebanyakan berprofesi sebagai nelayan disana.

Sejarah
Menurut Mitos yang beredar, nama Raja Ampat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur, empat butir diantaranya menetas menjadi empat orang pangeran. Kemudian 4 orang ini pergi berpencar dan menjadi raja atau pemimpin dari tiap-tiap daerah yang berbeda di Kepualauan Raja Ampat.

Ada juga versi yang mengatakan bahwa jaman dahulu ada sepasang suami istri yang pergi ke hutan dan menemukan 6 telur. Betapa kagetnya mereka ketika yang 5 telur berubah menjadi 4 pangeran dan 1 wanita. Namun di kemudian hari, wanita tersebut di ketahui hamil dan kemudian dihanyutkan ke Laut oleh kakak-kakanya.

Laut di Pulau Raja Ampat
Di Kepulauan Raja Ampat terdapat beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya. Hal ini sangat pas untuk kamu yang ingin berlibur menikmati indahnya terumbu karang yang masih dengan kondisi sangat indah.

Banyak juga spesies unik yang bisa ditemui disini. Contohnya kuda laut katai, webbwgang dan ikan pari Manta. ada juga ikan endemik raja ampat, yaitu Evota raja, sejenis ikan Gobbie. 

Benda Peninggalan Sejarah
Selain lautnya yang mengagumkan, Kepulauan Raja Ampat juga mempunyai daya tarik yang tidak kalah mengagumkan yaitu benda-benda sejarah. Salah satu peninggalan sejarahnya adalah berupa cap tangan yang diterapkan pada dinding Batu karang. Ini terdapat di  gugusan Misool. Kira-kira usia cap tangan ini sekitar 50.000 tahun.  Selain itu, di Kepulauan ini ditemukan banyak fosil moluska, hal ini menandakan banyak adanya aktivitas manusia purbakala.

Dan sejak tahun 1994 – 2012 masih terus dilakukan pencarian benda-benda sejarah dan prasejarah di Kepulauan Raja Ampat. Pencarian ini berbuah hasil dengan ditemukan lebih dari 200 macam benda prasejarah di wilayah tersebut. 

Wilayah di Kepulauan Raja ampat
Selain pulau utama, di Raja Ampat terdapat beberapa kawasan yang tidak bisa untuk tidak disinggahi. Salah satunya adalah Pulau Waigeo. Pulau Waigeo adalah Pulau terbesar di Kepulauan Raja Ampat. Pulau Waigeo ini dibagi menjadi 4 yaitu Waigeo Utara, Selatan, Barat dan Timur.
- Waigeo Utara
Di Waigeo Utara terdapat  kesenian suling tambur. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada saat perayaan hari-hari besar misalnya 17 agustus atau untuk upacara peyambutan tamu penting.
- Waigeo Selatan
Waigeo Selatan lebih berkembang dan lebih banyak dijadikan untuk tempat wisata dibandingkan dengan Waigeo Utara. Di Pulau ini, pengunjung akan sangat dimanjakan dengan pemandangan laut yang sangat indah.
- Waigeo Barat
Di lokasi ini, banyak pengunjung yang melakukan kegiatan menyelam karena Pulau Waigeo Barat lebih banyak dan memfokuskan untuk kegiatan tersebut.
- Waigeo Timur
Disini yang paling menarik adalah atraksi tari-tarian. Dan ada 1 hal yang hanya terjadi diwilayah ini, kejadian yang sering disebut “Hantu Laut’. Yaitu terdapat cahaya keluar dari laut yang berputar-putar sekitar 10 menit, setelah itu menghilang. Hal ini bisa disaksikaan hanya setiapakhir tahun.

Bagaimana, tertarik kan untuk berlibur ke Kepulauan kita yang paling ujung yaitu Papua? Tapi harus selalu ingat untuk tidak merusak lingkuangan ya guys. (dwinta)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top