Penemuan Benda Bersejarah dan Misterius Terbaru di Indonesia

Ternyata Indonesia juga menyimpan hal-hal yang tersembunyi termasuk benda-benda purbakala, peninggalan zaman kerajaan serta peradaban di Indonesia dulu. Benda-benda ini merupakan saksi bahwa di Indonesia juga memiliki sejarah yang kuat dengan segala macam peradaban dan budayanya. Inilah penemuan benda bersejarah terbaru di Indonesia.

1. Penemuan Wajan Raksasa Misterius
Benda miirip wajan raksasa ini ditemukan di Jalan MT Haryono, Purworejo tepatnya di Jawa Tengah. Wajan raksasa ini baru diketahui ketika warga dalam proses melakukan kegiatan membangun rumah toko atau ruko pada tanggal 29 April 2016 pada hari Jumat silam. Di kedalaman sebesar 90 centimeter inilah wajan ini baru ditemukan. Hal ini menimbulkan perhatian bagi banyak orang karena para pekerja sedang menggali pondasi tanah. Widodo, sang pemilik tanah merasa terkejut sat ditemukan wajan raksasa dengan diamter seluas 2 meter. 
Asal-usul keberadaan wajan raksasa ini masih misterius. Ada yang menduga bahwa wajan ini berasal dari zaman purba. Tim arkeolog pun turun untuk mengungkap rahasia tersembunyi di balik asal-usul benda ini.  Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) menindaklanjuti masalah ini dengan beberapa ahli sejarah, fotografer dan beberapa bidang terkait. Kepala BPCB menduga bahwa lokasi ini pernah menjadi barak pada masa lampau sehingga terdapat wajan atau alat masak raksasa. Namun, waktu secara tepat dimana wajan ini dibuat masih misterius hingga saat ini. Informasi ini diambil berdasarkan artikel okezone.com

2. Penemuan Arca dan Situs Batu Kuno
Berdasarkan informasi dari kesolopos.com, penemuan benda purbakala ini ditemukan di area persawahan yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah. Benda-benda bersejarah yang ditemukan di Desa Giriroto, Wijil – Kecamatan Ngemplak ini ini diantaranya adalah dua yoni, dua arca dan relief batu dengan ukiran bergambar wayang tokoh dari sosok Janaka. Dismaping itu, juga ditemukan tumpukan yang terdiri dari batui-batu bata kuno. Lokasi penemuan benda bersejarah ini berada di persawahan milik Haji Soleh dan lahan milik Sumarno yang hendak dijual kembali sebagai biaya untuk membeli kavling perumahan.  
Sumarno menemukan dua arca saat menggali tanah dengan bentuk kotak persegi seluas 10 x 10 meter persegi.  Dua arca tersebut bernama Arca Nandeswara dan Arca Mahakala. Selain itu juga ditemukan batui bata kuno seluas 23 x 35 centimeter dengan tinggi 9 meter. Salah satu petugas dari BPCB belum bisa memastikan asal mula arca tersebut. Ia hanya bisa menduga bahwa dua yoni dan arca tersebut berasal dari zaman Hindhu pada abad 8M hingga 12 M. Tapi, struktur bata ini menunjukkan bahwa pada masa itu adalah zaman peralihan Islam karena terjadi di perkiraan abad ke 13 M hingga abad ke 14 M. Situs dan arca kuno ini ditemukan pada bulan Maret tahun 2016 lalu. 

3. Penemuan Artefak Kuno
Penemuan sejumlah artefak yang berlokasi di Kampung Mandala, Desa Margasari, Kecamatan Ciawi yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ini menegjutkan warga sekitar. Artefak yeng ditemukan tersebut diduga sudah berusia 200 tahun. Penemuam peninggalan benda bersejarah ini terjadi pada pada bulan Juni tahun 2016 lalu. Benda-benda bersejarah yang ditemukan ini diantaranya adalah jubleg atau tempat penumbuk padi yang terbuat dari batu, palipisan atau tempat obat zaman dahulu dan sejumlah pusara makam yang dibuat dari batu berbentuk seperti roket. 
Tidak hanya itu saja, salah satu warga juga menemukan piring kecil kuno di lingkungan sekitar. Pada pring kecil atau yang disebut dengan pisin tersebut juga terdapat tulisan aksara kuno serta gambar singa yang berkepala manusia. Sedangkan di bawah pusara juga terdapat angka bertuliskan 1931 dan 1949. Warga belum bisa memastikan perihal angka itu merupakan tahun kematian atau bukan. Tapi, menurut dugaan Kampung Mandala, peninggalan benda ini adalah benda pada zaman Bupati Tasikmalaya pertama yaitu Raden Tumenggung Wiradadaha I.

Semoga penemuan-penemuan ini menambah pengetahuan sejarah di Indonesia ya! (Chandra Widy H)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top