Mengintip Sejenak Tentang Kegiatan Ospek di Luar Negeri

Kali ini coba kita melihat kegiatan ospek di luar negeri. Ospek di luar negeri ini ternyata jauh berbeda dengan ospek yang kita kenal di Indonesia.

Mayoritas ospek di perguruan tinggi luar negeri menekankan pada peningkatan motivasi diri yang bisa diberikan pada para mahasiswa baru. Inilah kegiatan ospek untuk mahasiswa barau yang ada di luar negeri.

1.Ospek di Skotlandia, Mempererat hubungan persaudaraan antara Senior dan Yunior
Ospek yang dilaksanakan oleh Universitas St Andrews ini terbilang sangat unik. Universitas tempat Pangeran William dan Kate Middleton belajar ini memiliki tradisi yang keren saat tahun ajaran baru. Mahasiswa baru baru ini akan diadopsi menjadi adik angkat oleh mahasiswa seniornya yang sedang menduduki tahun ketiga. 
Mereka akan membiasakan diri layaknya adik dan kakak dalam proses adopsi ini. Pada bulan kedua, mahasiswa baru ini diharuskan mengunjungi rumah asrama kakak tingkat mereka. Di dalam asrama, mereka mengadakan pesta busa dan Raisin Weekend. Keren ya! Bukan dengan tindakan pembulian tetapi dengan bersenang-senang bersama kakak tingkat.

2.Ospek di Belanda, Wisata Budaya
Wisata budaya disini tidak sama dengan wisata budaya di luar negeri. Hal yang dimaksud dengan wisata budaya di Kampus Belanda ini adalah memperkenalkan tempat-tempat wisata bersejarah yang ada di sekitar kampus. Kegiatan ospek di Belanda ini memang dikenal dengan nama Introduction Week. 
Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa baru lebih mengenal lingkungan di sekitar kampus agar mudah beradaptasi. Pengenalan budaya di sekitar kampus memang adalah sesuatu yang wajib diketahui oleh mahasiswa yang baru melakukan studi di Belanda. Lebih menariknya lagi, mahasiswa baru juga diajak makan malam di rumah senior agar tercipta persahabatan yang kuat antara senior dan junior.

3.Ospek di Jepang, Mengutamakan hubungan erat antara senior dan junior
Ospek di Universitas Jichi Medical mengedepankan keakraban antara mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat atas. Semua mahasiswa tinggal di dalam apartemen atau dormitory yang sama. Bagi para mahasiswa baru yang masuk ke kampus tersebut, mereka akan mendapatkan kelompok yang terdiri dari sepuluh orang dan masing-masing dadalam kelompok kecil ni memiliki mahasiswa senior pendamping.
Tugas mahasiswa senior disini adalah memberikan segala informasi yang berkaitan dengan kehidupan kampus seperti cara belajar bersama di kampus, makanan dan minuman khas Jepang yang ada di kampus serta mengajak para mahasiswa baru untuk makan bersama-sama agar tercipta hubungan yang akrab. 

4.Ospek di Amerika Serikat, kompetisi secara sportif dan bertukar pikiran
Kegiatan ospek yang ada di Universitas Hampshire College di Amerika Serikat ini terbilang cukup menyenangkan. Mahasiswa baru diajak mengikuti kegiatan sportif yang memicu adrenalin seperti bermain arung jeram, melakukan panjat tebing, permainan basket dan permainan yang lain agar mahasiswa baru tidak merasa stress atau tertekan. 
Disamping itu, program ospek di kampus ini juga membuka forum diskusi dan tukar pikiran secara santai di taman-taman. Topik yang didiskusikan biasanya berisi informasi tentang isu-isu yang marak baru-baru ini seperti kekerasan seksual, penyalahgunaan sosial media, dan lain-lain. Berbeda dengan Indonesia yang menekankan pada fisik seseorang saat ospek sampai-sampai ada yang pingsan atau stress akibat harga diri mereka yang dijatuhkan oleh mahasiswa senior.

5.O-Week atau Pekan Orientasi Mahasiswa di Australia
Kegiatan pekan orientasi mahaiswa atau yang disebut dengan ‘O-Week’ ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat lebih siap dalam menghadapi segala kegiatan yang ada di kampus. Jadi, mahasiswa senior ikut membantu dalam mengembangkan kegiatan pendukung yang ada di perkuliahan seperti halnya pelatihan cara menulis essay dan tugas menulis berbahasa inggris untuk mahasiswa internasional. 
Di kampus ini, mahasiswa akan diajak berkeliling sekitar kampus dengan kegiatan mentoring yang diadakan oleh mahasiswa senior. Di akhir pekan orientasi mahasiswa, ada sejumlah klab mahasiswa yang menunjukkan potensinya masing-masing di idang seni, budaya, olah raga, alam, literatur dan masih banyak yang lain agar mahasiswa baru bisa bergabung dengan klab mereka.

Dari artikel yang bersumber dari Erwin Rinaldi dalam websitenya KuliahAbroad.com ini menunjukkan bahwa kegiatan ospek dapat dilakukan dengan cara yang lebih postifif bukan dengan tindakan pembulian dan kekerasan seperti di Indonesia ini. (Chandra WH) 


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top