Macam-Macam Bentuk Ketupat Unik Ini Hanya Milik Indonesia

Pada zaman dahulu ketupat biasanya digunakan sebagai jimat, terutama di Pulau Jawa. Terkadang ketupat digantung di depan rumah sebagai penangkal musibah. Ketupat memang tidak digunakan di hari biasa melainkan disajikan pada waktu lima hari setelah lebaran atau biasa disebut dengan sepasar. Namun seiring berjalannya waktu, kesakralan ketupat berubah fungsi menjadi tradisi Islam yang harus ada di saat merayakan Idul Fitri. Sunan Kalijaga adalah orang pertama yang menggunakan simbol ketupat sebagai syiar agama Islam di Pulau Jawa. 

Ketupat memiliki makna ‘Ku’ yang berarti mengakui dan ‘Pat’ dari kata lepat yang bermakna kesalahan sehingga jika digabungkan memiliki simbol sebagai pengakuan kesalahan. Itulah alasannya ketupat menjadi simbol perayaan Idul Fitri di Indonesia. 
Kali ini kita akan membahas apa saja bentuk unik ketupat yang biasa di kreasikan di beberapa wilayah Indonesia. Yuk, kita simak sama-sama sembari menyantap ketupat.

1. Ketupat Jago
Kenapa sampai namanya Ketupat Jago? Yah, memang ketupat ini dikhususkan pada saat mengadakan hajatan anak empat bulanan dan anak tersebut diharapkan adalah laki-laki nantinya. 
Bentuk ketupat ini menyerupai segitiga sama kaki dengan juntaian pada ujung kanan dan kirinya dan sebuah ikatan janur pada bagian atasnya. Ketupat jago dibuat dari delapan helai janur. 
Simbol ketupat jago ini menggambarkan bahwa bayi tersebut kelak akan menjadi seseorang yang gagah dan berwatak ksatria.

2. Ketupat Pandawa
Ketupat ini memiliki bentuk yang unik. Bentuknya segitiga juga, hanya saja lebih kecil dari ketupat jago. Yang berbeda dari Ketupat Pandawa adalah sepasang ikatan kepang yang ada di salah satu sudut ketupat. Jika dilihat seperti dua kepang rambut yang biasa dimiliki oleh anak-anak kecil. 

3. Ketupat Bata
Istilah lain dari Ketupat Bata ini biasa disebut dengan ketupat luwar. Ketupat ini dibuat dari dua helai janur dan dibentuk menjadi sebuah persegi panjang layaknya batu bata. Satu helaian dimasukkan ke dalam satu sudut dan satu helaian lagi dikeluarkan dari seberang sudut tersebut. 
Simbol dari ketupat bata adalah sebuah keinginan agar keselamatan bayi dalam proses kelahirannya dapat tercapai dengan mudah dan selamat.

4. Ketupat Sidalungguh
Ketupat jenis ini biasa digunakan pada saat perayaan empat bulanan. Bentuk ketupat ini sangat imut dan mungil dengan tiga helai janur yang dikeluarkan dari sisi-sisi ketupat. Simbol ketupat ini memiliki arti bahwa bayi yang ada dalam kandungan sudah ditiupkan roh sehingga si jabang bayi sudah memiliki kedudukan. 
Sido lungguh dalam bahasa jawa berarti ‘menjadi duduk’ sehingga bayi dianggap sudah memiliki kedudukan sebagai manusia.

5. Ketupat Debleng
Bentuk ketupat debleng ini juga berbeda dengan yang lain. Pasalnya, terdapat dua janur yang keluar dari sudut yang bersebrangan. 
Untuk membuat ketupat ini, dibutuhkan empat helai janur. Simbol ketupat debleng ini adalah sebuah harapan bahwa kelak bayi yang akan lahir menjadi wanita yang cantik dan berbudi luhur.

6. Ketupat Geleng
Ketupat ini juga memiliki bentuk yang khas. Bentuk ketupat ini adalah persegi hampir sama dengan ketupat bata. Perbedaan ketupat ini dengan yang lain adalah helaian janurnya. 
Ketupat Geleng merupakan ketupat satu-satunya yang tidak memiliki helaian janur di setiap sudut mana pun sehingga tampak rapat sekali. 

7. Ketupat Sidapurna
Ketupat ini terbilang paling unik daripada yang lain. Pasalnya, bentuk ketupat ini mirip dengan huruf P terbalik. Sepintas mirip dengan kipas sate dengan hiasan lipatan pita yang yang ada pada salah satu sudutnya. Jadi sayang mau makan ketupat ini ya! Hehe..

Itulah jenis-jenis informasi bentuk ketupat yang diambil berdasarkan pendapat Prof. Dr. Florentinus Gregorius Winarno yang diadaptasi dari detik.com dan medianusantara.com. Ada banyak hal lagi bentuk-bentuk ketupat yang harus kita ketahui selain ketujuh bentuk di atas. Dan, itulah bukti bahwa rakyat Indonesia sangat kreatif bukan? (ChandraWH)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top