Cuitan Tentang Patah Hati

Patah hati, broken heart.

What’s the meaning of broken heart? Pada umumnya patah hati diartikan sebagai putus cinta, ditinggal sama pasangan, entah karena orang lain atau karena dipanggil Tuhan Yang Maha Esa. Tapi disini yang akan dibahas adalah, broken heart is not just about that. Broken heart mean that you feel something that broke your heart. Dan ini bukan hanya tentang sebuah perpisahan.

Terkadang, perpisahan bukan lah skenario paling buruk dalam sebuah perjalanan cinta seseorang, meskipun memang sebuah perpisahan adalah jalan yang paling banyak diambil oleh sebuah pasangan, yang adalah  akumulasi semua masalah yang terjadi selama sebuah hubungan dibangun. Dengan kata lain kebanyakan dari pasangan yang menjalin sebuah hubungan, perpisahan adalah sebuah titik akhir dari sebuah hubungan yang menandakan mereka tidak lagi bisa bersama dengan alasan apapun.

Namun sekali lagi, disini akan dibahas bahwa terkadang sebuah perpisahan bukanlah sebuah skenario paling buruk yang dialami oleh banyak pasangan. 

So, apa sih yang lebih buruk dari itu ?

Masih bersama namun sudah tidak ada rasa diantara keduanya. Hal ini adalah hal yang paling menyakitkan yang dirasakan oleh banyak pasangan yang merasa bahwa mereka “terjebak” di dalam kisah yang salah. Banyak pasangan yang tidak mengambil keputusan untuk berpisah meskipun dalam kondisi yang sudah tidak lagi mungkin untuk bersama. Mereka memiliki alasan yang membuat akhirnya tidak bisa berpisah.
Salah satu alasan yang biasanya membuat sebuah pasangan tidak memutuskan untuk berpisah ketika kondisi sudah sangat sulit mempertahankannya adalah orang tua. Orangtua sudah dekat dan sudah merasa cocok dengan pasangan, padahal yang menjalaninya pun sudah merasa tidak cocok. Pasangan yang seperti ini akan terus menyembunyikan perasaan mereka di depan orang tua nya demi melihat orangtua nya bahagia.

Alasan yang paling banyak digunakan adalah mereka yang tidak pernah berani keluar dari comfort zone.  Biasanya pasangan yang mengalami hal ini adalah pasangan yang sudah menjalin hubungan dengan jangka waktu yang tidak sebentar. Sudah tidak sedikit kisah yang mereka alami dan mereka jalani. Mereka pun menganggap bahwa ini hanyalah kejenuhan selama menjalin hubungan. Perasaan yang sementara. Juga ada rasa takut apakah ketika mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang sudah dijalin selama ini, mereka akan menemukan orang yang lebih baik dan lebih bisa menerima kekurangan dan kelebihan seapa adanya pasangan sebelumnya.

Dan ini adalah versi patah hati yang lain. Ketika kita melihat sesuatu yang lain dari pasangan kita. Ia sudah tidak seromantis dulu, sudah tidak sepeduli dulu, dia sudah tidak seperhatian dulu ketika kalian baru menjalin sebuah hubungan. Yang paling mengalami hal seperti ini adalah pihak wanita. Kita sebagai wanita yang perasaan nya sangat sensitif akan sedikit saja perubahan seringkali merasa ada yang berubah dengan pasangan.

Namun, laki-laki yang lebih memiliki pemikian simple, mereka akan menganggap kita yang melebih-lebihkan. Yang sering terjadi di pasangan yang mengalami hal ini adalah si wanita mengutarakan yang dirasakan, jujur akan semua  perubahan sang pasangan, namun yang di dapat bukan lah permintaan maaf dan akan memperbaiki, namun justru sebaliknya, yang didapat adalah kemarahan. Laki-laki hanya menganggap bahwa kita mengada-ada, mencari alasan  untuk putus.

Hal seperti ini sudah sering terjadi dan membuat wanita akhirnya menahan segala yang dirasakan. Daripada merusak hubungan dan menyakiti perasaan pasangan nya, lebih baik diam dan berharap semua nya akan  baik baik saja.

Jadi kesimpulan nya disini, perpisahan tidak selamanya menjadi skenario terburuk dan juga penyebab dari broken heart, that was something that make your heart broken. (dwinka)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top