Tari-tarian di Indonesia ini Ternyata Memiliki Unsur Magis

Indonesia memiliki ragam budaya yang tak ada batasnya termasuk ragam tariannya. Tapi, seperti yang anda ketahui bahwa Indonesia memiliki kepercayaan yang tidak biasa bahkan memiliki tradisi yang sakral. Tahukah anda? Tari-tarian ini ternyata memiliki unsur magis. Mari kita simak tari-tarian yang memiliki unsur magis.

1. Tari Bengawak Be
Tarian ini merupakan tarian khas Jambi. Biasanya kesenian ini diiringi dengan boneka yang biasa disebut dengan Lukah Gilo. Boneka ini dihias dan dibentuk sedemikian rupa dengan bahan dasar buah labu. Buah labu ini memang sengaja dibentuk mirip kepala manusia. Saat tarian mulai digerakkan, mantra-mantra juga dibacakan untuk mengundang roh agar masuk ke dalam boneka lukah. Mereka meyakini bahwa lukah akan bergerak sendiri jika roh itu sudah mulai merasuk kedalam boneka tersebut.
Biasanya tarian Bengawak Be dilakukan oleh penari laki-laki dan perempuan. Jumlah penari ini tidak terbatas karena tidak ditentukan jumlahnya sama sekali. Pakaian yang dikenakan oleh penari ialah pakaian tradisional Jambi yang dipadukan dengan kain songket bercorak pada bagian bawahnya. Penari perempuan mengenakan lukah kecil yang digunakan sebagai atribut pnghias topi sedangkan penari laki-lakinya mengenakan ikat kepala yang terbuat dari kain batik Jambi. Boneka lukah gilo juge berperan dalam kesenian ini, seolah-olah boneka tesebut memang sengaja dimasukkan makhluk halus agar ikut berperan dalam kesenian tari ini.

2. Tarian Sintren
Tarian asal cirebon propinsi Jawa Barat ini juga menyebar di wilayah Jawa Tengah. Tarian Sintren ini memang diambil dari nama si yang berarti dia dan tren yang merupakan panggilan dari seorang putri. Berawal dari arti Tarian Sintren tersebut, tarian ini menceritakan tentang seorang putri sebagai pemain utamanya. Penari kesenian ini harus perawan dan melakukan ritual tertentu terlebih dahulu. Unsur magis dari tarian ini adalah adanya sosok roh yang dipercaya sebagai roh bidadari akan merasuki tubuh si penari. 
Hal ini terlihat pada saat penari tersadar saat pawang memberikan mantra dan dalam sekejap si penari akan berubah setelah dirasuki oleh makhluk halus. Uniknya, semula penari sintren berpenampilan polos dengan keadaan diikat oleh tali yang berada di dalam sebuah kurungan besar. Beberapa saat kemudian, penampilan penari menjadi lebih cantik ber-make up dengan keadaan tali sudah terlepas saat ia sudah keluar dari kurungan. Hiiii aneh banget ya!

3. Jaran Kepang
Jaran kepang atau yang biasa disebut dengan Jathilan ini sudah sering dilakukan di beberapa wilayah di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Penar-penari yang mengiringi kesenian Jaran Kepang ini bermacam-macam. Ada yang menggunakan topeng barongan atau topeng singa. Ada juga yang menggunakan topeng genderuwo. Kesenian ini mengisahkan tentang prajurit yang gagah perkasa berkendaraan kuda dan memegang senjata pedang tajam. Namun sisi magis kesenian ini begitu terasa saat penari mengalami trance atau kondisi dimana penari tetap saja bergerak menari meskipun pikirannya sudah tidak sadarkan diri. 
Terkadang, penari bisa saja mengajak penonton lain ikut menari hingga mereka yang melihat juga tidak sadarkan diri. Lebih mengerikannya lagi saat penari sudah hilang kendali sampai-sampai ia mampu memakan benda pecah belah atau bahkan mengupas kelapa dengan gigi dengan mudahnya. Terkadang, penari tiba-tiba saja menyeruduk ke arah penonton. Hal ini menandakan bahwa penari telah dirasuki arwah banteng.

4. Tarian Sanghyang
Tarian khas Bali bukanlah tarian biasa. Alasannya, tarian ini bukan bagian dari pertunjukan tontonan melainkan bagian tradisi untuk mengusir musibah, wabah, bahaya serta ilmu hitam yang mengancam sebuah tempat atau desa. Tarian merupakan peninggalan kebudayaan pre-Hindhu dan dimainkan oleh dua gadis yang masih perawan dan dianggap masih suci. 
Sisi magisnya adalah penari Tarian Sanghyang ini juga tidak sadarkan diri saat menari. Mereka akan menutup mata sambil menari bahkan di dalam bara api sekarang. Tiga unsur penting dari tarian ini adalah asap, api dan nyanyian Snghyang sebagai pengiringnya.

Itulah sejenak informasi mengenai tari-tarian yang mengandung sisi magis. Hargai kebudayaan Indonesia tetapi tetaplah berpegang teguh pada kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. (Chandra W.H)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top