Serba-serbi Jajanan Tempo Dulu yang Ngetrend Hingga Sekarang

Jajanan tempo dulu terkadang membawa kenangan kita ke masa anak-anak. Mungkin di zaman sekarang ini sudah jarang ditemukan jajanan seperti itu karena sudah bersaing dengan jajanan modern seperti fast food. Padahal, makanan cepat saji mengandung banyak pewarna dan pemanis buatan yang tidak bagus untuk tubuh terutama anak-anak. Tapi, makanan jaman dahulu saat ini mencoba eksis kembali dengan bahan-bahan yang lebih berkualitas lagi sehingga daya jualnya pun juga lebih mahal. Berikut adalah jajanan tempo dulu yang bertransformasi menjadi jajanan modern 

1. Mie Lidi 
Orang Jawa menyebutnya dengan mie biting. Masih inget nggak kalau kita sering membeli jajanan ini waktu SD? Cara makannya pun unik. Jika mi lidi sudah agak habis, biasanya kita membalik bungkus mi lidi sambil menyeruputnya sehingga mi  beserta bumbunya bersih tak tersisa. Mungkin terlihat sedikit jorok, tetapi sebagian dari kita semua pasti pernah melakukan hal itu. Masa-masa yang tidak pernah terlupakan.
Mie lidi memang bentuknya mirip sekali dengan lidi, hati-hati tertusuk gusi jika memakannya. Kini, mi lidi eksis kembali dengan variasi yang lebih modern. Dahulu kala mi lidi hanya bisa dibeli dengan Rp 500,00  dengan rasa asin dan pedas saja. Sekarang, mi lidi dapat di beli secara online dengan harga Rp 3.000,00 – Rp 20.000,00 dengan varian rasa seperti balado, hot cheese, cheese, original dan tingkatan rasa pedas lainnya. 

2. Es Potong
Semasa SD kita sering membeli es potong yang ada di gerobak. Biasanya es potong dijual dengan harga Rp. 500,00 untuk setengah potong dan Rp 1.000,00 per potongnya. Dulu, varian rasa es potong terdiri dari rasa degan, susu dan coklat saja. Namun, di zaman sekarang ini es potong sudah tidak di jual di gerobak lagi melainkan di stand makanan yang lebih berkelas. 
Dahulu, es potong disajikan dengan cara ditusuk dengan lidi tetapi sekarang es potong disajikan dengan roti seperti sandwich. Harganya pun juga lebih mahal antara Rp 15.000 sampai Rp 20.000,00 dengan variasi rasa buah seperti strawberry, moccacino, vanilla, orange, dan masih banyak varian rasa yang lain.

3. Cilok
Cilok dahulu kala juga menjadi jajanan populer di masa SD. Cukup membeli Rp 500,00 saja kita sudah bisa membeli cilok satu bungkus. Cilok merupakan jajanan yang terbuat dari tepung kanji yang di bentuk mirip dengan bola daging kecil-kecil. Cara memakannya hanya dengan ditusuk dengan lidi satu per satu. 
Di zaman sekarang ini, cilok dijual dengan cara lebih berkelas. Olahan cilok pun tidak lagi menggunakan banyak kanji melainkan daging asli dengan isi seperti cilok isi sosis, cilok isi telur, cilok isi ayam, cilok isi abon sapi dan cilok isi jamur. 

4. Kue Rangin
Kue Rangin sudah jarang ditemui terutama di Jawa Timur. Kue Rangin atau yang biasa disebut dengan kue pancong atau kue gandos. Bahan utama kue rangin ini terdiri dari kelapa muda yang diparut kasar dan tepung beras yang diuleni dengan air hingga menjadi adonan. Orang jawa menyebutnya dengan jeladren. Kemudian, adonan itu diaduk hingga kalis dan diimbuhi sedikit garam. 
Adonan tersebut dimasukkan ke dalam cetakan khusus mirip panggangan roti dan dibalik sekali-kali menggunakan tusukan besi. Bentuk kue rangin mirip dengan kue pukis. Hanya saja lebih tipis dan berjejer enam tanpa putus. Di zaman sekarang ini, kue rangin dipadukan dengan variasi dan toping yang bermacam-macam seperti: coklat, coklat keju, kacang, coklat kacang atau sosis dengan saos dan mayonaise. (Chandra W Hartato)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top