Pulau Perbatasan Indonesia yang Wajib Anda Ketahui

Perlu anda ketahui bahwa pulau-pulau di Indonesia ini memiliki jumlah terbanyak di dunia. Pulau-pulau tersebut termasuk di wilayah terluar yang berbatasan dengan negara lain. Berikut adalah empat pulau yang berbatasan dengan negara lain yang sudah dihimpun dari beberapa blog dan sumber lainnya.

1. Pulau Damar 
Satu-satunya pulau terluar yang merupakan bagian dari gugusan kepulauan Anambas bagian barat daya tepatnya di propinsi kepulauan Riau adalah Pulau Damar. Berdasarkan informasi secara administratif, pulau ini terletak di kabupaten Natuna-kecamatan Jemaja. Pulau yang memiliki bentuk mirip tudung atap ini sering dijuluki dengan pulau Tokongatap. Wilayah Pulau Damar berbatasan dengan wilayah Malaysia. 
Bagi anda yang ingin berkunjung ke pulau ini, sangat disarankan untuk menggunakan pengaman atau pendampingan khusus mengingat permukaan pulau yang terdiri dari bebatuan besar dengan tebing yang curam. Perjalanan dari Batam ke Pulau Damar membutuhkan waktu cukup lama karena harus berganti-ganti transportasi untuk sampai ke sana. 

Anda dapat menyewa pesawat kecil SMAC (Sabang Merauke Air Center) lalu menyewa speed boat menuju Pulau Jemaja dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Damar selama empat jam menggunakan kapal motor kecil. Di Pulau ini terdapat goa besar pada bagian dalamnya. Pada bagian bawah goa, anda akan menemukan kolam air tawar. Di kolam itulah biasanya Burung Camar hitam berkumpul.

2. Pulau Sebatik
Pulau Sebatik merupakan pulau terluar yang ada di wilayah propinsi Kalimantan Timur. Wilayah Kabupaten Nunukan yang ada di pulau ini berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia Timur. Oleh karena itu, di pulau ini terdiri dari dua wilayah negara yang berbeda antara Indonesia dan Malaysia. 
Potensi wisata di pulau ini bisa dibilang sudah berkembang. Tercatat sebanyak 45  hotel tersebar di beberapa tempat di wilayah Nunukan. Terdapat  ekosistem terumbu karang yang khas di wilayah pesisir Batu Lamampu meskipun kondisi perairan terlihat cukup keruh. Hal ini disebabkan karena wilayah ini memiliki sedimentasi pasir berlumpur yang cukup tinggi. 

Hutan Bakau (Mangrove) di sekeliling pulau menambah keindahan panorama Pulau Sebatik dengan wisata air terjun yang ada di dalamya. Sebagian besar penduduk di pulau ini menghidupi perekonomian mereka dengan menjual macam-macam ikan seperti ikan karang hias, ikan badut/giru, ikan kepe-kepe. Wisatawan sering membeli ikan kerapu sebagai oleh-oleh khas Pulau Sebatik.


3. Pulau Batubawaikang
Pulau Batubawaikang merupakan pulau terluar yang berada di ujung terluar propinsi Sulawesi Utara. Wilayah pulau ini berbatasan langsung dengan negara Philipina. Pulau ini juga merupakan bagian dari gugusan kepulauan Kawio.
Jika anda berniat pergi ke sana, anda dapat menaiki KM Daya Sakti dan KM Surya dari pelabuhan Bitung menuju Sangihe selama 10 jam dan dilanjutkan perjalanan ke Pulau Marore dengan menyewa speedboat. Tapi, jalur transportasi hanya beroperasi selama dua kali seminggu. Anda perlu berhat-hati saat mendekati pulau ini karena kondisi ombak di wilayah ini sangat besar dan berbahaya sewaktu-waktu. 

Kondisi Pulau Batubawaikang ini terdiri dari bongkahan batu beserta bukit kecil yang memiliki permukaan terjal. Jadi, anda harus hati-hati jika ingin berkunjung ke pulau ini atau mintalah pendampingan khusus dari penjaga pulau.

4. Pulau Bras
Wilayah Pulau Bras berada di wilayah terluar Indonesia yang berada di kabupaten Supiori – Propinsi Papua. Pulau Bras merrupakan gugusan dari Pulau Mapia dan berbatasan langsung dengan Republik Palau. Jika anda berkunjung ke pulau ini, anda dapat menyewa speedboat dari Kabupaten Biak menuju ke Pulau Bras dengan waktu enam jam saja.
Potensi wisata Pulau Bras sangat tinggi dengan adanya pantai dan wisata baharinya yang menakjubkan. Anda akan dimanjakan hamparan pasir putih yang berkilauan setelah air laut surut. Berbagai burung pantai akan beterbangan di pagi dan sore hari seperti camar hitam, camar putih, dan elang. Di Pulau ini juga terdapat jembatan khas yang menghubungkan antara Pulau Bras besar dan Pulau Bras kecil disertai dengan tempat berlabuhnya kapal kecil. 

Potensi sumber daya alam di pulau ini cukup lengkap seperti coral, terumbu karang, mangroove dan juga rumput laut. Upaya pengembangan di pulau ini berpotensi menjadi penyuplai industri minyak goreng bermutu tinggi karena memiliki hasil kopra yang bagus. (Chandra W H)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top