Kenali Ciri-ciri Bahan Takjil Berbahaya Sebelum Membeli

Bulan puasa erat kaitannya dengan minuman manis untuk berbuka. Orang-orang biasa menyebutnya dengan takjil. Takjil dapat disajikan dalam beraneka macam seperti kolak, es serta minuman-minuman berbahan dasar tepung beras atau buah-buahan. 

Namun, anda perlu waspada bahwa ada banyak pedagang curang yang menjual takjil dari bahan-bahan berbahaya hanya sekedar menambah keuntungan dan laba semata. Mari kenali ciri-ciri bahan takjil berbahaya sebelum membeli mulai dari sekarang!

1. Kolang-kaling berformalin
Berdasarkan informasi yang di dapat dari tribunews, kolang-kaling pada umumnya berbau asam menyengat. Sedangkan kolang-kaling yang sudah diberi formalin biasanya tidak memiliki aroma yang khas sama sekali sehingga bearoma aneh dan tidak sedap. Tekstur kolang-kaling berformalin dapat bertahan lebih lama dan tidak rusak atau kisut sama sekali di dalam suhu ruang. Selain itu, kita bisa juga mengetesnya dengan lalat. 
Jika lalat tidak hinggap pada kolang-kaling tersebut, patut dicurigai bahwa bahan takjil tersebut mengandung formalin. Kolang-kaling yang asli bewarna putih transparan, sedangkan untuk kolang-kaling berformalin memiliki warna putih yang lebih pekat dan mengkilat. Cobalah anda untuk sekali-kali memencet buah kolang-kaling tersebut. Jika anda menemukan tekstur yang lebih kenyal dari biasanya, maka dapat disimpulkan bahwa kolang-kaling tersebut mengandung formalin.

2. Cendol  berbahan kimia
Menurut informasi yang diadaptasi dari BintangTop.com, anda juga harus cerdas dalam membedakan manakah bahan cendol yang berbahan kimia dan yang berbahan asli. Dari beberapa kasus yang terjadi, beredar bahwa ditemukan juga es cendol berbahan tawas. Untuk membedakannya anda cukup meremas cendol tersebut. Jika cendol tersebut mudah hancur saat anda remas berarti bahan tersebut asli. Warna pada cendol asli juga mudah luntur. 
Sedangkan cendol berbahan kimia biasanya memiliki tekstur yang lebih kenyal dan susah dihancurkan saat diremas. Warna pada cendol berbahan kimia juga tidak berubah bahkan terlihat lebih mencolok, cerah, terang dan cenderung bewarna hijau kebiruan.. Pada cendol asli, biasanya warna yang terlihat adalah warna hijau asli dari daun suji atau daun pandan. 

Rasa pahit pada cendol juga perlu diwaspadai karena pedagang biasanya memberikan sirup obat gula sebagai bahan pemanis sehingga terasa nyangkut di tenggorokan. Sedangkan cendol asli biasanya memiliki cita rasa asli khas Gula Jawa atau Gula Aren yang tidak memiliki rasa pahit sama sekali sehingga tenggorokan terasa segar dan tidak terasa kering. 

3. Santan Berpemutih
Tahukah anda bahwa pedagang curang pun juga tak kehabisan akal untuk menambahkan warna pemutih pada santan agar warnanya terlihat lebih segar. Tapi, anda jangan khawatir karena ada beberapa tips yang bisa anda lakukan agar tidak terjebak dengan santan palsu tersebut. Cendol dengan bahan pemutih biasanya terlihat lebih bersih dengan memiliki warna putih secara merata. 
Jika santan berpemutih anda aduk secara terus-menerus lalu didiamkan sementara, endapan lemak akan turun dibawah permukaan santan. Santan yang asli bewarna putih keruh. Jika anda mengaduk-ngaduk santan murni, endapan lemak tidak akan turun ke bawah permukaan melainkan tersebar diatas permukaan santan.

Hendaknya anda lebih waspada dalam membeli takjil untuk hidangan berbuka. Teliti sebelum membeli lebih baik daripada mengobati penyakit yang ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia. Bagi para pedagang seharusnya tidak memakai bahan-bahan kimia untuk mendapatkan keuntungan semata karena bahan-bahan tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan dalam jangka panjang. Bulan ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk beramal baik dan berbuat jujur. Menjual takjil berbahan kimia ialah contoh perbuatan tercela yang tidak akan menuai rejeki dan pahala melainkan menabung dosa di akhirat kelak bukan? (Chandra WH)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top