Empat Masjid di Indonesia ini Berlokasi di Tempat Yang Tidak Lazim

Sebagian besar penduduk di Indonesia menganut agama Islam. Oleh karena itu, di wilayah Indonesia juga terdapat banyak masjid unik yang dibangun untuk menarik peminat jama’ah. Hal ini dimaksudkan supaya mereka lebih sering beribadah di masjid daripada di rumah. Namun, empat masjid berikut ini dibangun dengan lokasi yang tidak biasa. Mari kita kunjungi lewat artikel ini mengenai empat masjid yang berlokasi tidak lazim di Indonesia.

1. Masjid Amirul Mukminin - Masjid Terapung 
Masjid yang berlokasi di Makassar tepatnya di Pantai Losari Sulawesi Selatan ini ternyata menarik perhatian berbagai wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasalnya, Masjid Amirul Mukminin ini dibangun diatas permukaan Laut Pantai Losari dengan beberapa penyanggah kokoh untuk mempertahankan Masjid ini agar tetap berdiri. Maksud dibangunnya masjid ini memang ditujukan untuk menggabungkan konsep wisata dan religius di Kota Makassar itu sendiri. 
Hal yang paling luar biasa saat kita berada di Masjid ini adalah saat menunggu sholat maghrib. Kita akan dimanjakan pemandangan sunset atau matahari terbenam yang luar biasa indahnya menjelang adzan maghrib. Sepertinya lebih cocok menunggu adzan berbuka puasa sembari menikmati pemandangan di Masjid Amirul Mukminin ini mungkin ya! Masjid yang bisa menampung sebanyak lima ratus jama’ah ini ternyata ditopang sebanyak 164 tiang pancang yang berada di bawah lantainya. Khusus untuk jama’aah laki-laki ditempatkan di lantai pertama dan jama’ah wanita ditempatkan di lantai kedua. Wah, rasanya ingin sekali sholat di masjid seindah Masjid Amirul Mukminin ini ya teman-teman!

2. Masjid Ashabul Kahfi – Masjid dalam Goa
Jika kita berkunjung ke Tuban – Jawa Timur, maka kita akan menemukan masjid bertuliskan “ASCHABUL KAHFI PERUT BUMI AL MAGHRIBI” yang berlokasi di kompleks ponpes Syekh Maulana Maghrobi-Dusun Wire di Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding. Tulisan di masjid tersebut menarik perhatian para pejalan kaki karena penasaran tentang kebenaran masjid Ashabul Kahfi yang ada di dalam perut bumi. 
Faktanya, masjid ini memang terletak di dalam goa yang mirip sekali dengan Goa Maharani. Meskipun di dalam masjid ini tidak ada cahaya matahari, tetapi keindahan masjid di dalamnya tetap dapat dirasakan dengan lampu eksotis. Pemandangan stalaktit dan stalakmit alami yang sudah dimodifikasi ini tidak menambah kesan angker justru menambah kesan yang indah. 

3. Masjid berpindah-pindah
Jangan membayangkan masjid ini adalah masjid yang memiliki kekuatan ghaib sehingga dapat berpindah-pindah tempat. Imajinasi anda terlalu tinggi. Maksud dari masjid berpindah-pindah yang tertulis dari artikel ini adalah masjid mobile. Masjid mobile yaitu masjid keliling dengan memanfaatkan minibus dari Yayasan Masjid Nusantara di Bandung. Para jama’ah yang kesusahan mencari masjid untuk menunaikan sholat dapat memanfaatkan Masjid Mobile ini. Jika kita hendak melaksanakan sholat di tempat yang ramai, kita cukup menghubungi pihak pengurus Masjid Mobile dan Masjid Mobile pun akan mendatangi jama’ah. 
Masjid Mobile ini juga menyediakan beberapa peralatan sholat seperti sajadah, sarung dan mukena. Bahkan Masjid Mobile juga menyediakan mimbar, penampungan air dan pipa instalasi untuk berwudhu, sandal jepit, sound system untuk adzan dan juga imam sholat. Namun, jika cuaca sedang hujan Masjid Mobile tidak bisa beroperasi karena belum menyediakan atap untuk sholat. Wah, lengkap sekali ya! Jadi, kita tidak perlu beralasan tidak bisa sholat karena tidak ada masjid di tempat ramai bukan? 

4. Masjid Al-Hikmah – Masjid yang berhimpitan dengan gereja
Masjid Al-Hikmah yang berada di Solo – Jawa tengah ini ternyata berlokasi di samping Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan. Salah satu takmir masjid masjid yaitu Muhammad Nashir Abu Bakar mengatakan bahwa Masjid Al-Hikmah di bangun setelah Gereja tersebut dibangun pada tahun 1939. 
Masjid yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Joyodiningrat bernomor 222 ini ternyata menarik perhatian para pemuka agama. Pembangunan masjid yang berdempetan dengan gereja ini menggambarkan bahwa meskipun kita hidup tidak seiman dengan sesama manusia, tetapi kita wajib memiliki toleransi yang tinggi terhadap pemeluk agama lainnya. 
Tidak peduli seberapa bagus tempat ibadah yang kita pijak, yang terpenting kita harus  ikhlas dalam menjalankan ibadah dimanapun lokasinya karena Tuhan selalu melihat kita. 
(Chandra W H)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top