Minuman Unik Khas Indonesia yang Dapat Diminum di Musim Penghujan

Menjelang bulan Juni ini, musim penghujan semakin deras. Hal ini membuat suhu udara menjadi dingin. Banyak orang mengeluh masuk angin, flu bahkan pusing akibat suhu dingin yang tidak menentu. Nah, untuk mengatasi keluhan-keluhan tersebut, kita tidak perlu khawatir. Mari kita mencoba beberapa minuman khas Indonesia yang sangat direkomendasikan di musim penghujan seperti ini. Berikut beberapa minuman khas Indonesia yang dapat diminum di musim penghujan. Minuman ini tidak hanya hangat tetapi juga segar.

1. Wedang Uwuh
Wedang uwuh merupakan minuman khas Indonesia yang bisa menghangatkan tubuh. Bahan-bahan wedang uwuh yang dimasukkan mirip dengan dedaunan sehingga terlihat seperti sampah. Wedang dalam bahasa Jawa berarti minuman. Minuman khas dari Yogyakarta ini memiliki sensasi rasa yang manis dan juga pedas. Minuman ini memiliki warna merah yang cerah serta memiliki aroma khas yang harum. Bahan-bahan yang ada di wedang uwuh terdiri jahe, kayu secang, cengkeh, daun kayu manis, kayu manis, daun pala, buah pala, akar sereh, daun sereh, kapulaga dan gula batu. 
Khasiat dari wedang uwuh adalah mencegah masuk angin, melegakan tenggorokan, menurunkan tekanan darah tinggi, menghilangkan nyeri, pegal, capek serta turunkan kolestrol. Harga Wedang Uwuh angkringan jogja untuk satu gelasnya bekisar antara Rp 2.500,00 sampai Rp 3.000,00. Wedang uwuh ini juga dapat dibeli secara online berupa kantung celup atau serbuk dengan harga Rp 125.000,00 sampai Rp 200.000,00 per-paket nya.

2. Lahang Drink
Masyarakat Sunda menyebutnya dengan minuman Lahang. Minuman ini sangat langka karena bahan baku yang susah ditemukan. Tidak hanya itu saja, untuk membuat minuman Lahang ini dibutuhkan teknik khusus dalam menyadap ektrak pohon Aren sehingga mendapatkan kualitas Lahang yang bagus. Petani Aren biasanya mengawali kegiatan menyadap pohon Aren dari pagi hari agar kesegarannya dapat terjaga. 
Jika proses penyadapan pohon Aren terlambat sedikit saja, maka kandungan ekstrak Aren mengalami proses fermentasi sehingga dapat berubah menjadi tuak. Tuak memiliki kadar kandungan alkohol yang tinggi sehingga diharamkan bagi tubuh manusia. Usia ektrak Aren tidak berumur panjang sehingga biasanya dijual secara fresh dan tidak memiliki kandungan alkohol. Lahang yang biasa disebut dengan minuman isotonik khas Pasundan ini harganya cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 2.000,00 sampai Rp 3.000,00 per gelasnya.

3. Minuman Bir Pletok
Minuman Bir Pletok adalah minuman yang memiliki sensasi rasa segar sekaligus hangat. Campuran yang ada di minuman Bir Pletok ini antara lain: Jahe, Rempah, Serai dan daun Pandanwangi. Minuman khas Betawi ini memiliki warna coklat cerah yang menarik karena tambahan kayu secang. Aroma harum Bir Pletok ini dapat merelaksasikan pikiran. Mesipun nama minuman ini adalah Bir Pletok tetapi tak perlu khawatir, minuman ini bebas alkohol. 
Khasiat minuman Bir Pletok ini diantaranya adalah mampu meredakan nyeri pada bagian lambung, mengurangi rasa mual yang diakibatkan dari masuk angin, memperlancar pembuluh darah, dapat digunakan sebagai pengobatan kanker indung telur, kandungan jahe yang kuat juga dapat mencegah kanker kolon, kandungan vitamin B6 dapat bermanfaat sebagai alternatif pengurang rasa mual yang dialami oleh ibu-ibu hamil serta dapat meredakan kram perut yang merupakan efek dari menstruasi. Bir Pletok dapat disajikan secara dingin atau panas. Minuman Bir Pletok yang dijual dalam bentuk botol ini biasanya dijual dengan harga Rp 15.000,00 saja. Wah, musim hujan memang paling mantap minum Bir Pletok ditemani dengan pisang goreng yang hangat bukan? (chandra)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top