Kenali Penipuan Berkedok Lowongan Keja

Lowongan kerja menjadi buruan utama bagi semua para job hunter yang baru saja lulus dari SMA, SMK dan perguruan tinggi. Tapi, kenali penipuan berkedok lowongan kerja ini agar tidak menyesal di kemudian hari. Agar tidak salah, mari kita simak informasi mengenai ciri-ciri penipuan berkedok lowongan kerja.
1. Lokasi lowongan mengatasnamakan kantor terkenal yang ada di dekatnya
Lowongan yang tertulis biasanya berlokasi di dekat tempat yang sudah memiliki nama besar. Perusahaan biasanya membawa nama perusahaan lain agar terkesan bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Contoh lowongan kerja yang mengatasnamankan kantor ternama adalah;

PT. XXX membutuhkan karyawan administrasi umum, sekretaris, manager, dan wakil direktur dengan kualifikasi SMA hingga S1 segala jurusan. Taruh lamaran kerja di ruko samping PT. Starpoint. Misalnya saja PT. Starpoint adalah perusahaan yang sudah legal dan ditetapkan sebagai perusahaan terkemuka

Maka, PT. XXX mendompleng nama PT. Starpoint untuk menambah daya tarik pelamar agar segera melamar kerja ke tempat tersebut.

2. Tempat pemasangan lowongan pekerjaan yang tidak wajar
Hati-hati dengan iklan lowongan kerja yang biasanya di tempelkan di tempat-tempat yang tidak biasa contohnya: di pohon, di halte bus atau disebarkan melalui brosur. Biasanya lowongan ini menawarkan berbagai posisi yang lengkap misalnya dibutuhkan posisi: customer service, sekretaris, HRD, manager, assisten manager dan administrasi umum. Biasanya lowongan pekerjaan yang seperti itu disertai nomor hape yang bisa dilayani melalui via sms. 

3. Menawarkan gaji yang besar dan sedetail mungkin
Lowongan kerja biasanya mencantumkan iming-iming gaji yang besar. Misalkan saja:
Fasilias : Gaji pokok lebih dari 2.000.000, Transport, tunjangan dan income hingga mencapai satu juta, Bonus menarik.
Kebanyakan iming-iming gaji patut diwaspadai. Secara logika saja ya! Kalau perusahan mampu menggaji karyawan, tunjangan dan bla...bla....bla hingga dua juta lebih, pastinya perusahaan itu memiliki kualitas lebih bagus. Jika perusahaan sudah profesional tidak mungkin memberikan nominal gaji sedetail mungkin melalui pengumuman apalagi melalui brosur. Normalnya, perusahaan akan memberitahukan gaji pokok, tunjangan dan bonus pada saat kita sudah berada di sesi tes interview yang diadakan secara bertahap oleh perusahaan yang bersangkutan

4. Keputusan diterima kerja diumumkan secara cepat dan tidak wajar
Penipuan berkedok lowongan kerja biasanya memberitahukan hasil interview melalui sms dengan kalimat seperti ini:
Anda lolos seleksi dan bisa bekerja mulai besok. Segera membawa alat tulis.
-Pakaian hitam putih 
-Berpenampilan rapi  
Hati-hati jika kita diterima oleh perusahaan secepat itu. Biasanya kabar tersebut kita terima di jam yang tidak wajar seperti pada jam tengah malam, atau diatas jam kerja. Jika pihak perusahaan belum memberitahukan informasi secara jelas mengenai profil perusahaan lebih baik tidak usah datang. Untuk lebih meyakinkan lagi, tanyakan kepada orang-orang yang sudah pernah menaruh lamaran di lowongan kerja yang serupa. 

5. Pendaftaran kerja dikenakan biaya lain-lain
Jika pelamar sudah di terima pekerjaan tersebut, biasanya pelamar dipanggil untuk melakukan interview. Pada saat interview, biasanya HRD menagih biaya administrasi sebagai alasannya. Contoh:
Staff HRD mengatakan,”Selamat, anda diterima di PT.XXX. Untuk pembiayaan administrasi anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,-
Kalau kita menjawab, "saya tidak membawa uang sejumlah itu.
HRD akan bertanya lagi,” Anda membawa uang berapa?”
Misalkan kita hanya memiliki uang Rp 20.000 saja, maka HRD akan menagih sejumlah uang yang kita miliki dengan alasan sebagai jaminan DP.

Solusinya adalah menjawabnya dengan berkata, ”Saya akan mengambil uang di dekat sini dulu.” Setelah itu, janganlah kembali ke kantor lowongan kerja itu. 

Banyak kasus penipuan berkedok lowongan kerja serupa dengan hal seperti percakapan di atas. Biasanya kita akan disuruh menipu orang lain seperti yang dilakukan oleh HRD PT.XXX jika kita sudah diterima di perusahaan itu. Jadi, pendapatan kita didapatkan dari hasil menipu.

Itulah informasi singkat mengenai penipuan berkedok lowongan kerja. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kita agar lebih berhati-hati dalam memilih lowongan pekerjaan. (Chandra)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top