Kamu Kesulitan Mendapatkan Ide dalam Menulis? Ini Triknya.

Pekerjaan yang berhubungan dengan industri kreatif selalu menuntut adanya ide-ide baru yang segar dan out of the box. Dalam menulis pun, baik menulis naskah skenario, cerpen, artikel, novel, ataupun lirik lagu, kamu akan selalu memikirkan bagaimana ide untuk tulisan selanjutnya. 
Cara berikut ini bisa kamu gunakan untuk mendapatkan sebuah ide. Kamu hanya perlu lebih peka dan gunakan indra yang dimiliki.
 
1. Membaca
Membaca buku, koran, majalah atau status di media sosial akan semakin menambah wawasan kamu. Seorang penulis skenario bernama Tina Sulyati pernah mengatakan jika dalam mendapatkan ide-ide baru untuk program ftv religi, beliau biasa membeli beberapa majalah islami untuk mendapatkan nyawa sekaligus bagaimana mengolah peristiwa yang terjadi dengan sudut pandang berbeda.
 
Selain itu dari membaca kamu bisa menambah kosakata bahasa baru yang belum diketahui, ini bisa kamu gunakan untuk membuat puisi atau lagu. Pun, seandainya kamu masih merasa kesulitan dalam menemukan ide menulis cerpen, kamu bisa memakai trik ini. Ambil buku, buka halaman secara asal. Kalimat yang pertama kamu lihat kemudian tulis atau ketik, lalu ubah bahasanya dengan kacamata kamu. 

Contoh kalimat di buku: Sore itu Ruri ingin makan es krim rasa vanila. Kamu bisa mengubahnya menjadi seperti ini, Tidak ada yang lebih diinginkan Aulia sore itu selain semangkuk es krim rasa vanila. Lihat, beda bukan? Dan kamu bisa memulai membuat ceritanya dari sana. Ingat, jangan plagiat! Semisal kamu mencontoh persis baik karakter, alur, konflik dan unsur lain dalam buku yang kamu baca tersebut ke dalam tulisan yang kamu buat. 

2. Gambar dan film
Dari gambar atau lukisan coba selain hanya melihatnya, gunakan pula perasaanmu. Apa yang ada di gambar itu. Kamu melihat bunga lili? Kenapa kamu tidak mencoba membuatnya menjadi ide cerita. Semisal tentang seorang yang bekerja di kebun bunga? Lalu, kamu bisa mengolahnya dengan gaya bahasamu sendiri. Percayalah, ide akan berseliweran muncul begitu kamu mulai menulis.

Setelah menonton film atau drama yang membekas di dada, kamu pasti akan kepikiran dan membatin, “Bagaimana jika aku membuat cerita kayak gitu ya....” Misal, kamu sedang menonton tentang film romantis dengan ada sedikit unsur fantasinya. Dalam film diceritakan, apabila tokoh wanita baru menyadari jika laki-laki yang menghilang dan dicintainya selama ini telah meninggal. 
 
Kamu ingin mengambil cerita tentang tokoh yang meninggal juga? Bisa, kamu bisa mengolahnya denga hal baru. Contoh saja, kamu mengambil sudut pandangnya dari tokoh yang sudah meninggal dan dia jatuh cinta pada manusia. Beda dan terlihat keren bukan?
 
3. Curhatan dan pengalaman pribadi
Hal ini pasti tidak akan lepas dari penulis. Pengalaman pribadi sang penulis tentang peristiwa yang dialami bisa diolah dengan gaya fiksi yang tersamarkan. Ketika ada yang bertanya, apakah ini pengalamanmu? Kamu bisa saja berdalih, hanya fiksi. Hehe. Begitu pun ketika ada seorang teman curhat, kamu bisa banget membuat cerita dari pengalamannya.

4. Berlibur
Selain refreshing, berlibur bisa menjadi semacam datangnya banyak ide karena kamu sudah terbiasa peka. Jadi, ketika berlibur ke pantai—semisal—kamu pasti kepikiran bagaimana jika menulis tentang seorang nelayan, atau peneliti tumbu karang yang jatuh cinta? Wah, atau jika menyukai genre horor tentu bisa membuat, seperti kelompok siswa yang berlibur ke sebuah pulau dengan pantai yang asri, namun ternyata banyak menemukan teror pembunuhan di sana.
 
Ide di sekitar ada banyak sekali, tinggal bagaimana kamu mengolahnya dan yang pasti gunakan panca indera, lalu buat dari sudut pandang mana kamu menulisnya? (Ko Chandra)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top