Fakta Menarik Dibalik Atribut Wisuda

Bagi kamu yang duduk di bangku perkuliahan, tentu kamu akan mengikuti seremonial wisuda setelah menyelesaikan studi. Wisuda termasuk perhelatan akademis, bukti bahwa kamu telah menjadi seorang sarjana. Wisuda merupakan impian semua mahasiswa. Untuk mencapai wisuda, tentulah mahasiswa harus mengikuti prosedur yang panjang, seperti perkuliahan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan lainnya. 

Ketika kamu pergi ke acara wisuda temanmu yang lebih wisuda duluan, maka keinginan untuk menyusul menggelora di dalam diri kamu. Bahkan tidak jarang kamu meminjam dan mencobai toga temanmu untuk berfoto riang. Sedangkan bagi peserta wisuda, hari itu mereka serasa raja dan ratu sehari.
Biasanya, jauh-jauh hari telah dipersiapkan segala sesuatu untuk digunakan ketika wisuda. Banyak hal yang dilakukan oleh wisudawan dan wisudawati menjelang momen yang tidak terlupakan itu. Uniknya, terdapat beberapa perbedaan antara laki-laki (wisudawan) dan perempuan (wisudawati) ketika wisuda. Perbedaan tersebut sebagai berikut.
 
1. Baju yang digunakan perempuan lebih ribet dan mahal dibandingkan laki-laki.
Meski laki-laki dan perempuan memakai baju luar yang sama ketika wisuda, yaitu topi toga dan pakaihan hitam yang berbentuk jubah, tetapi baju lampisan yang digunakan berbeda. Perempuan menggunakan kebaya untuk bagian dalam, sedangkan laki-laki hanya menggunakan kemeja putih atau berwarna dan menggunakan celana dasar hitam.

2. Ketika wisuda, perempuan menjadi lebih lambat jalannya karena menggunakan sepatu hak tinggi (hak heels).

Bagi perempuan, ketika wisuda mereka cenderung menggunakan sepatu hak tinggi (hak heels). Banyak juga di antara perempuan yang sulit dan butuh latihan berjalan menggunakan sepatu hak tinggi sebab di hari-hari biasa jarang menggunakannya. Jadi, kebanyakan ketika wisdua, para wisudawati menjadi lambat jalannya dan penuh kehati-hatian.

3. Perempuan lebih memakan waktu lama untuk berhias.

Wisuda adalah momen penting. Untuk itu, diperlukan penampilan maksimal bagi peserta wisuda. Sebab, mereka akan menjadi pusat perhatian dan sekaligus akan menjadi objek foto bagi rekan-rekan mereka. Kenyataannya, perempuan agak memakan waktu lama di dalam berhias, sebab mereka sebagian menggunakan sanggul bagi yang tidak berjilbab dan bagi yang berjilbab juga menghias dan menggunakan jilbab dengan cara yang unik. 

Selain itu, biasanya perempuan menghabiskan waktu ketika menggunakan make up sebelum berangkat ke acara wisuda. Berbeda dengan laki-laki, tidak perlu membutuhkan make up yang berlebihan. Terkadang, banyak juga para laki-laki yang memasang wajah asli mereka ketika wisuda. 

4. Peserta Perempuan menjadi sulit dikenali.

Dengan make up tersebut, peserta perempuan menjadi sangat cantik dan berbeda sekali. Maklumlah, ketika perkuliahan mereka tidak menggunakan make up selebih itu sehingga ketika menjadi peserta wisuda mereka sangat berbeda sekali. Justru, pernah kejadian banyak perempuan yang sulit dikenali ketika menjadi wisudawati.

5. Perempuan lebih banyak mendapatkan hadiah daripada laki-laki.

Ucapan selamat bertubi-tubi didapatkan oleh para wisudawan. Ucapan selamat tersebut tidak jarang dibarengi dengan pemberian hadiah sebagai ucapan selamat. Biasanya, hadiah tersebut berupa bunga, boneka, plakat, dan kado lainnya. Dan uniknya, perempuan lebih banyak mendapatkan hadiah daripada laki-laki.

Selain perbedaan tersebut, penting juga diketahui makna dan arti dari atribut wisuda yang digunakan oleh para wisudawan. Makna dan arti atribut tersebut sebagai berikut:

1. Makna warna hitam pada atribut wisuda
Konon kabarnya, warna hitam merupakan makna dari kegelapan dan kekotoran. Jadi, dengan menggunakan warna tersebut, mengingatkan para wisuda bahwa dia harus menyibak kegelapan pikiran dan hati agar dapat mencapai kesuksesan. Warna itu mengingatkan diri bahwa masih banyak kekotoran dan kelemahan diri yang harus diperbaiki. 

2. Makna segi empat pada topi toga

Topi toga cenderung berbentuk segi empat meski memang terdapat juga yang memiliki segi lima. Makna topi toga yang memiliki beberapa sisi ini mengajarkan bahwa para wisudawan harus memiliki pikiran luas, wawasan luas, melihat sesuatu dari berbagai macam sisi dan pandangan. Seseorang yang berpendidikan tidak boleh berpikiran sempit. 

3. Makna pemindahan jambul wisuda
Topi toga memiliki tali atau jambul yang semula berada di posisi sebelah kiri kemudian dipindahkan oleh rektor atau dekan ke sebelah kanan. Makna pemindahan ini ialah setelah menjadi sarjana diharapkan para wisuda berpindah di dalam memahami sesuatu. Ketika menempuh bangku kuliah, para wisudawan cenderung menggunakan otak kiri, berupa hanya menghafal teori saja, tetapi setelah menjadi sarjana maka diharapkan para wisudawan menggunakan otak sebelah kanan, sebab otak kanan berhubungan dengan imajinasi, kreatifitas, dan inovasi dalam bekerja. Selain itu, diharapkan juga para wisudawan mempraktikkan dan mengamalkan segala ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. (Luh Sumilir)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top