Didik Anak Sedari Dini Jauhkan Anak Bertindak Kriminal

Sebagai orang tua penting untuk mendidik anak agar tidak terjun pada tindakan kriminal yang merugikan dirinya dan orang lain. Anak lahir ke dunia ibarat kertas kosong yang belum tercoreng. Lingkungan dan pola asuh yang salahlah yang akan menuntun anak menjadi orang yang tidak baik. Beberapa kasus belakangan membuktikan bahwa banyak anak-anak di bawah umur terlibat dalam tindakan kriminal, seperti kasus membuli teman kelas, menggunakan narkoba, tawuran, pemerkosaan, dan sampai pada pembunuhan.

Penting bagi orang tua melakukan pengawasan. Tetapi, tentu orang tua tidak dapat melakukan pengawasan secara maksimal, semisal mengikuti anak selama beraktifitas. Sebab, orang tua juga memiliki kesibukkan dan peran tersendiri seperti bekerja. Begitu juga anak memiliki arenanya sendiri, seperti belajar di sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

Selama terlepas dari pengawasan tersebut, orang tua hanya bermodalkan kepercayaan penuh pada anak agar dia dapat menjaga dirinya sendiri. Kepercayaan itulah yang harus dibentuk oleh orang tua sejak kecil dengan menanamkan beberapa hal sedari kecil. 

Hal-hal yang perlu ditanamkan oleh orang tua sejak kecil pada anak agar dewasa kelak tidak terlibat tindakan kriminal sebagai berikut berikut.

1. Mengenalkan agama sejak kecil pada anak
Wajib memperkenalkan agama pada anak saat usia dini. Agama selalu mengajarkan kebaikan dan menuntun manusia menuju jalan yang benar. Di saat usia dini, otak anak masih bersih dan daya ingatnya masih kuat. Dengan memberikan pelajaran-pelajaran agama dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebab, dalam agama anak akan diajarkan berbagai hal mengenai kehidupan, mulai dari kisah-kisah, aturan-aturan hidup, azab dan hukuman, dan balasan atas kebaikan.

2. Menanamkan nilai moral dan etika
Nilai moral dan etika perlu diberikan pada anak-anak. Baik moral dan etika yang diajarkan oleh agama, adat istiadat, budaya, dan nilai moral yang terdapat dalam aktifitas kehidupan lainnya. Pembekalan itu sebaiknya tidak hanya sekedar teori semata tetapi perlu tindakan praktis diajarkan oleh orang tua seperti menerapkan contoh-contoh dari moral tersebut, seperti menolong orang lain, menghargai orang lain, tidak boleh menyakiti orang lain, dan sebagainya.
3. Memperkenalkan hal baik dan buruk serta akibat yang ditanggung jika melanggar
Anak juga harus tahu bahwa hidup ini terdiri dari dua hal yang bertentangan, yaitu adanya kebaikan dan keburukan. Perlu dijelaskan dampak kebaikan dan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain, serta akibat yang diterima jika anak melakukan keburukan. Akibat-akibat itu berupa sangsi dan hukuman, baik sangsi sosial, negara, dan agama. Selain itu, perlu diajarkan kepada anak hal-hal yang tidak boleh dilakukan, seperti berbuat jahat pada orang lain, seseorang harus menghormati hak orang lain, dan sebagainya. 

Seperti kasus-kasus pelecehan seksual belakangan ini misalnya, seorang anak harus diberikan pemahaman bahwa kebutuhan seksual tidak boleh dipenuhi dengan cara yang salah, semacam mengambil hak orang lain atau dengan cara yang tidak baik. Tetapi, kebutuhan itu sudah diatur oleh agama dan negara sehingga hal itu dapat diperolehnya kelak dengan cara yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.

4. Mengetahui aktifitas dan pergaulan anak meski tidak langsung tatap muka
Sebagai orang tua, perlu mengetahui segala aktifitas yang dilakukan oleh anak selama di lingkungan sekolah, setelah pulang, selama bermain, dan aktifitas-aktifitas lainnya. Orang tua perlu terbuka dengan segala aktifitas yang dilakukan oleh anak sehingga keterbukaan itu dapat dijadikan sebagai cara untuk mengontrol anak agar aktifitas yang dilakukannya masih berada pada jalur yang benar dan semestinya.

5. Selalu menjadi garda terdepan saat anak membutuhkan bantuan
Banyak orang tua hanya pandai dan sibuk mencari uang untuk anak sehingga anak terabaikan dengan kasih sayang lainnya. Anak kemudian mencari orang tua lain semacam hiburan-hiburan yang tidak mendidik, melakukan pergaulan bebas, dan akhirnya terjun kepada tindakan kriminal. Untuk itu, orang tua perlu menjadi garda terdepan saat anak membutuhkan bantuan, berupa teman curhat, bertukar pikiran, dan segalanya. 

Sebab, mendidik anak tidak hanya saja dengan uang, melainkan dengan memberikannya pola asuh yang tepat sehingga kelak di kemudian hari anak tidak terjun pada tindakan kriminal yang merugikan dirinya dan orang lain. (Luh Sumilir)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top