Cara ini Buat Kamu Sukses Hadapin Dosen Pembimbing

Hai kawan-kawan yang menginjak semester akhir, tentu akan menulis karya ilmiah berupa tugas akhir, skripsi, dan sejenisnya. Kepenulisan tersebut akan didampingi oleh seorang dosen pembimbing. Jumlah dosen pembimbing tergantung ditentukan oleh jurusan, bisa jadi dua orang bahkan ada yang satu dosen saja. Dosen pembimbing di beberapa jurusan dan universitas dapat ditentukan dan dipilih oleh mahasiswa itu sendiri dan di beberapa jurusan dan universitas lain sudah ditentukan oleh pihak jurusan dalam rapat jurusan.

Ketika bimbingan, banyak terjadi kegalauan berupa sulitnya menghadapi dosen pembimbing. Kesulitan itu berupa ketidaksamaan pemikiran, dosen yang susah ditemui, dosen pembimbing yang kritis, dan sebagainya. Kesulitan itu mau tidak mau harus dilalui. Jika tidak, maka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terdapatnya kasus mahasiswa bunuh diri karena frustasi selama bimbingan dan berita baru-baru ini seorang mahasiswa membunuh dosen pembimbingnya.
Sebagai peserta didik, sikap terakhir seperti bunuh diri dan membunuh dosen pembimbing tentulah sebuah tindakan yang tidak dapat diterima karena melanggar hukum dan tidak pantas dilakukan. Banyak solusi yang dapat dilalui agar sukses dalam bimbingan. Beberapa cara tersebut didapatkan dari pengalaman beberapa orang yang pernah menghadapi dosen pembimbing. Kali ini kami akan memberikan tips menghadapi dosen pembimbing, lets check it out!

1. Carilah dosen pembimbing yang sesuai dengan bidang ahlinya
Jika jurusan anda memperbolehkan memilih dosen pembimbing maka pilihlah dosen pembimbing yang sesuai dengan anda. Kesesuaian itu dapat berupa kesesuaian bidang yang dikuasai dengan kajian yang akan dilakukan. Sebab, kenyataannya setiap dosen terkadang memiliki spesialisasi sendiri. 

2. Carilah beberapa informasi mengenai karakter dosen pembimbing anda
Memahami karakter dosen pembimbing juga akan mempengaruhi gaya bimbingan yang akan dilakukan pada anda. Beberapa dosen ada yang terbuka seperti tidak menjadi persoalan ketika bimbingan dan menjumpainya ketika sedang berada di luar ruangannya, seperti di kafe kampus, di selasar, di rumah dosen, tetapi ada juga dosen yang tidak suka seperti itu. Karena beberapa dosen lebih suka ditemui sesuai jadwal di ruangannya. Untuk itu anda harus paham soal itu. 

Jika dosen anda cerewet maka anda harus banyak mendengarkan daripada berbicara. Anda harus siap-siap menulis setiap apa yang dikatakannya. Jika dosen anda seorang yang pendiam dan suka dipancing maka anda harus menyiapkan beberapa daftar pertanyaan kepada beliau. Jika tidak, dia tidak akan peduli dengan tulisan anda.

3. Tanyakan kepada senior 
Memang tidak akan ada sebuah buku petunjuk mengenai sosok pembimbing anda. Akan tetapi, bukan berarti hal itu menjadi kendala untuk mengetahui sosok sang dosen. Anda dapat mengetahuinya dari senior yang pernah mengenal sosok dosen tersebut atau mengetahui hal itu dari senior yang juga merupakan mahasiswa bimbingan dari dosen yang sama. Untuk itu, anda memang harus banyak berinteraksi juga kepada senior, sebab senior jauh lebih lama mengenal kampus dan isinya daripada anda.

4. Jangan terlalu membangun suasana yang serius dengan dosen pembimbing
Sebagian mahasiswa menjustifikasi dosen pembimbing dengan sosok yang seram, pemarah, galak, menakutkan, dan sebagainya. Padahal dosen pembimbing jugalah manusia biasa yang juga punya perasaan. Jika dia galak bukan berarti dia tidak memiliki selera humor. Mungkin anda harus mencoba memancingnya dan membangun suasana yang santai dan kekeluargaan selama bimbingan. 

5. Terbukalah kepada pembimbing anda
Keterbukaan juga menjadi kunci anda dapat cepat selesai bimbingan atau dapat berlama-lama. Anda harus terbuka kepada dosen pembimbing terhadap permasalahan karya ilmiah anda. Jika anda tidak tau maka jangan berlagak sok tahu dan hebat di hadapannya, tetapi terbukalah dan minta kritik dan saran. 

Sesekali jika pendapat anda ditegur maka patuhilah dan jangan sampai anda mempertahankan sesuatu di hadapan dosen pembimbing anda. Tidak apalah anda harus mengalah dengan prinsip anda demi anda cepat selesai. Sebab, bimbingan juga bukan berarti anda belajar mengenai prinsip, tetapi juga belajar menjadi anak didik yang patuh. Karena banyak mahasiswa yang lama lulus karena sering menentang pendapat dosen pembimbing, jika itu terjadi maka alamat tidak baik akan menghantui anda. 

6. Penampilan anda ketika menemui dosen pembimbing
Setiap dosen tentu menginginkan kerapian maka temuilah dosen anda dengan pakaian yang rapi. Jika anda seorang perempuan, tidak ada salahnya anda sedikit berbeda dengan tampil cantik seperti menggunakan  bedak, lipstik, parfum, dan sebagainya supaya dosen anda menjadi betah selama bimbingan dengan anda. 

Banyak faktor-faktor eks yang mempengaruhi bimbingan anda. Anda tetaplah manusia biasa, untuk itu di setiap usaha yang anda lakukan jangan lupa iringi dengan do’a. (Luh Sumilir)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top