Ternyata Inilah Penyebab Susah Gagal Move On

Setiap orang pasti pernah gagal, baik dalam dunia pendidikan, kerja, menjalin hubungan, dan gagal dalam sisi kehidupan yang lain. Kegagalan itu dapat berupa tidak tercapainya suatu target. Ketika hal itu menimpa, tidak jarang rasa kecewa, frustasi, patah semangat, dan perilaku-perilaku negatif lain yang bergelayut di dalam pikiran. 

Ada juga yang mengakhiri hidup dengan tragis, seperti membunuh diri dengan minum racun, gantung diri, melompat dari jembatan, dan macam-macam. Bagi orang yang berpikiran positif, bisa jadi kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kegagalan dijadikan modal untuk intropeksi diri dan memotivasi untuk lebih baik ke depannya.

Saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul ‘Berani Gagal'. Buku tersebut memberikan inspirasi bahwa janganlah memandang hidup dari hasil akhir, terutama ketika mendapati kegagalan. Akan tetapi, anggaplah kegagalan sebagai teguran, ujian, intropeksi, dan motivasi. Dalam buku tersebut, diceritakan juga seorang yang dulunya miskin tiba-tiba menjadi kaya raya dan sukses setelah dia bekerja dengan keras, tetapi pada suatu waktu dia kembali menjadi miskin akibat pekerjaannya mendapatkan masalah. Seseorang tersebut malah menikmati kegagalan itu dan menjadikannya sebagai batu loncatan. Akhirnya, dia kembali dapat meraih kesuksesan.
Dalam buku yang sama, justru pernah diceritakan juga seorang orang tua memberikan pernyataan “saya takut anak saya ketika dia telah mencapai usia 40 tahun kelak dia tidak pernah gagal dalam hidupnya”. Justru dia mengatakan bahwa seseorang beruntung jika mengalami banyak kegagalan sebelum usia 40 tahun, sebab kegagalan itu yang dapat membuat seseorang belajar memperbaiki diri. 

Memang benar, jika kegagalan itu menghampiri di waktu usia masih muda, darah kita masih kuat untuk menerima kegagalan tersebut dan tenaga kita juga masih kuat untuk memperbaiki kegagalan tersebut. Lantas, kenapa ada seseorang yang selalu gagal dalam hidupnya alias tidak bisa bangkit dari keterpurukan? Apakah kegagalan adalah sebuah takdir untuk tidak bisa bangkit lagi.

Inilah beberapa alasan kenapa seseorang susah move on dari kegagalannya.

1. Anggapan bahwa kegagalan itu adalah hasil akhir dari segalanya.
Salah satu penyebab susah move on ialah anggapan bahwa kegagalan itu adalah akhir segalanya. Orang yang seperti ini lebih banyak memikirkan kegagalan masa lalu. Dia hanya menikmati dan bernostalgia dengan kegagalan tersebut. Dia menerima kegagalan itu sebagai sebuah takdir. Padahal, bisa jadi kegagalan itu adalah batu loncatan, tapi dia tidak menyadarinya. Ketika terjatuh, dia justru menikmati jatuh itu tanpa mau bangkit lagi. Baginya, kebangkitan adalah sesuatu yang mustahil, padahal dia sendiri tidak pernah mencoba.

2. Tidak pernah mau memperbaiki diri.
Banyak juga yang tidak pernah mengakui kesalahan, kekurangan, dan kekalahan diri sendiri. Ketika gagal, dia justru membela diri dengan ribuan alasan seolah usaha tersebut merupakan hasil yang terbaik yang pernah dia lakukan. Dia tidak pernah mengakui kekalahan dan tidak menerima bahwa kegagalan itu berasal dari kesalahan sendiri, tetapi justru tetap berkeras hati bahwa itu sudah terbaik. Padahal, dia tidak sadar bahwa dia bisa lebih baik dari yang pernah dilakukannya. Hanya saja, dia tidak mau memperbaiki diri karena yakin bahwa dia tidak bersalah.

3. Tidak pernah mencoba keluar dari lubang yang sama.
Memang banyak yang sudah move on tetapi kembali gagal karena masih jatuh ke dalam lubang yang sama. Perilaku seperti ini memang perilaku orang yang tidak mau belajar atas sebuah kesalahan. Baginya, jatuh ke dalam lubang yang sama itu lebih baik daripada tidak pernah bangkit. 

4. Bukalah diri untuk menerima sesuatu yang baru.
Tidak ada yang mustahil jika masih ada optimisme dalam diri. Ketika gagal, cobalah membuka diri pada orang lain. Jangan memaksakan seakan persoalan itu bisa diselesaikan sendiri. Jika kegagalan itu membutuhkan bantuan orang lain untuk memperbaikinya maka tidak ada salahnya meminta bantuan. Berdiri sendiri tetapi jatuh lagi tidak jauh lebih baik daripada berdiri bersama orang lain untuk mencapai kesuksesan. Hidup perlu bekerja sama dan saling bantu membantu. Dan tidak ada salahnya bersanding dengan orang lain untuk sebuah kemenangan. 

Memang untuk move on tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Percayalah pada diri sendiri, pergilah jalan-jalan keluar, lihat rumput-tumput hijau, hirup udara segar, syukuri hidup, dan setelah itu lakukanlah bahwa anda dapat melakukannya. (Luh Sumilir)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top