Rekan Kerja Tidak Menyenangkan? Berikut Cara Menghadapinya

Rekan kerja sangat mempengaruhi semangat kinerja karyawan dalam memaksimalkan kualitas perusahaan yang kita tempati. Namun, dari beberapa kasus yang kita alami, banyak pula karyawan yang resign dari perusahaan dengan alasan rekan kerja yang tidak sepemikiran, berselisih pendapat bahkan bermusuhan. Nah, agar kita tidak merasa stress saat berhadapan dengan rekan kerja yang menyebalkan, untuk itulah kita perlu menyimak informasi dan tips tentang tindakan yang dilakukan saat satu shift dengan rekan kerja yang tidak menyenangkan.


1. Bersikap tenang saat satu shift dengan senior kerja yang sok ngatur

Kita pasti merasa tidak nyaman saat si manager atau pimpinan sudah menetapkan jadwal kerja dengan partner yang gayanya sok bossy. Rekan kerja yang memiliki karakter seperti itu biasanya merasa bahwa dia lebih lama berpengalaman sehinga ia cenderung menganggap remeh pada rekan kerja yang lainnya terutama pada karyawan baru. Jika kita menghadapi senior kerja yang sombong, bersikaplah tenang. Jangan mudah emosi saat dia bertindak layaknya pimpinan perusahaan. Meskipun tenang, kita harus menolak dengan tegas saat dia menyuruh hal yang sebenarnya bukan dari tugas kita, contohnya: kita disuruh membeli ATK ke luar kantor oleh senior tersebut, padahal deadline laporan harus dikumpulkan sesegera mungkin. Kita bisa menjawabnya dengan nada tenang dan tegas, contohnya: “Maaf, saya tidak bisa meninggalkan kerjaan karena laporan harus segera diselesaikan, lebih baik Bapak atau Ibu menelepon OB untuk membeli ATK ke luar kantor. Bersikaplah cuek mengenai respon kecut yang dilontarkan olehnya karena kita dan dia sebenarnya sama-sama karyawan bukan?

2. Jangan takut saat satu shift dengan rekan kerja yang jutek 

Hal yang paling tidak nyaman adalah saat bekerja adalah satu shift dengan rekan kerja yang jutek. Jutek disini tidak harus bermakna negatif. Pertama, kita harus bisa berpikiran postif terlebih dahulu. Mungkin saja karakter partner kita memang seperti itu atau dia punya tujuan tertentu agar kita dapat bekerja lebih profesional. Kedua, jika memang dia bersikap jutek dengan kita saja, hendaknya kita berbicara empat mata dengannya. Kita bisa membicarakan masalah tersebut dengan dia di luar pekerjaan. Apabila saat bekerja dia acuh pada kita, biarkan saja. Utamakan profesionalisme dalam kerja. Jadi, kita harus tetap bisa bekerja sama dengan dia walaupun dia bersikap seperti itu. Jika dia bersikap jutek pada kita terus-menerus, kita bisa membicarakannya pada atasan atau senior yang kita anggap paling bijaksana dalam mengambil solusi tersebut. Kita juga bisa melibatkan senior atau atasan kepercayaan kita untuk mengambil tindakan dan solusi agar suasana kerja menjadi lebih damai.

3 Jangan mudah terprovokasi saat satu shift dengan rekan kerja yang suka menggunjing orang lain

Tidak hanya di sekolah dan kampus saja, di lingkup kerjaan pun kita kerap sering mendengar gosip dari teman atau rekan kerja yang lain. Biasanya, si penggosip bersemangat menceritakan aib atau masalah rekan kerja yang lain, padahal faktanya belum tentu sama seperti rekan kerja yang dijadikan bulan-bulanan gosip tersebut. Dari banyak kasus yang kita alami, karyawan yang suka menggunjing temannya tidak hanya dari kalangan wanita saja tetapi laki-laki pun juga lebih banyak. Kita mesti berhati-hati saat menghadapi rekan kerja yang suka menggunjing atau menggosip teman yang lain. Bagaimana jika topik gosip yang ia bicarakan pada teman lain adalah kita sendiri? Jadi, janganlah mudah menceritakan semuanya pada rekan kerja yang memiliki karakter seperti itu karena sudah pasti dia tidak bisa menjaga rahasia. Jangan mudah percaya dan terprovokasi terhadap apa yang ia bicarakan karena semua yang ia ceritakan belum tentu benar. Namun, tetaplah bersikap dewasa dan bijak saat menemui rekan kerja yang suka menggosip dan jangan perlihatkan sikap tidak suka atau benci. Yang harus kita lakukan adalah mengalihkan pembicaraan yang positif saat ia menggunjing orang lain seperti: cerita lucu, cerita motivasi atau pembicaraan yang dapat mempengaruhi peningkatkan kinerja perusahaan.(Chandra W) 



Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top