Ketahui Etika Memilih Nama Anak, Jangan Asal Pilih

Beberapa waktu lalu, dunia dibuat keheranan atas keberanian seorang Ibu memberikan nama yang aneh kepada salah satu anak kembarnya. Entah apa yang dipikirkannya sehingga tega memberi nama anak perempuannya dengan nama sebuah racun. Racun yang suatu masa dulu pernah digunakan untuk menbunuh seorang pimpinan Nazi Jerman, Hilter. Juga, sempat naik daun beberapa bulan yang lalu di Indonesia, atas kasus pembunuhan. Cyanide atau lebih kita kenal sebagai sianida merupakan racun yang sangat berbahaya.

Meskipun mendapat tentangan keras dari pengadilan Wales, Ibu itu tetap nekat memberikan nama anaknya dengan sianida. Larangan yang diberikan bukan tanpa alasan. Hakim pengadilan menilai nama sianida dapat membawa dampak buruk nantinya bagi kehidupan sang bayi. Bagaimana mungkin seorang anak, disamakan dengan nama sebuah racun mematikan.

Di Indonesia juga tidak luput dari fenomena nama-nama yang unik atau bahkan aneh. Diantaranya, tiga kakak beradik yang bernama Andy Go To School, Happy New Year dan Rudi A Good Boy yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah, Tuhan yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, serta masih banyak nama-nama unik lainnya lagi.
Pemilihan nama untuk seorang anak merupakan hal yang sangat penting. Sebagai orang tua, tentu saja tidak bisa sembarangan memberikan nama untuk putra-putri Anda. Memang, nama hanyalah sebuah nama. Kepribadian orang belum tentu seindah namanya, atau sebaliknya, kepribadian orang belum tentu sejelek namanya. Namun, tetap saja orang tua punya kewajiban memberikan nama yang layak. Begitupun anak, berhak mendapatkan nama yang indah. Sehingga kelak ketika anak sudah besar, mereka merasa bangga memiliki sebuah nama indah pemberian orang tua mereka.

Sebagai umat islam, kita telah diajarkan beberapa etika dalam menentukan nama anak. Islam sangat menganjurkan memberikan nama-nama yang baik kepada anak. Berdasarkan sabda Nabi berikut: “Kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama Ayah kalian. Karena itu gunakanlah nama-nama yang bagus.” (HR. Abu Dawud)

Pilihlah nama-nama anak dengan aturan berikut:
  1. Dianjurkan untuk menamai anak dengan nama-nama Rasul atau orang-orang shalih terdahulu. Dengan harapan, sang anak dapat mencontoh akhlak mereka.
  2. Dianjurkan untuk memberikan nama yang baik, nama yang tidak dibenci (disukai) oleh sang anak.
  3. Dianjurkan untuk memberikan nama yang terdengar indah dan disukai oleh sang anak kelak.
  4. Dianjurkan untuk tidak memberi nama yang memiliki arti ‘ubudiyyah (pengabdian) selain kepada Allah SWT.
  5. Tidak dianjurkan untuk memberi nama yang memberikan kesan kepentingan serta keagungan diri. Misalkan: Raja Di Raja, ataupun Al-Asmaul Husna.
  6. Tidak diharuskan menggunakan nama arab, asalkan arti yang terkandung dalam nama baik.
  7. Sebaiknya, berikan nama anak tidak terlalu panjang. Cukup dua suku kata, jangan lebih.
  8. Tidak dianjurkan memberi nama yang berasal dari nama-nama sesembahan orang musyrik, seperti Abdul Uzza atau Abdurr Rosul.

Setelah mengetahui etika pemberian nama anak yang baik dan benar sesuai agama islam, hendaknya para orang tua lebih memperhatikan lagi pemilihan nama untuk anak. Sebelum memberikan nama, pikirkanlah baik buruknya bagi kehidupan anak kelak. Janganlah memilih nama hanya karena gengsi atau ingin terlihat keren, tapi pikirkanlah maknanya.

Biarpun jadul dan tidak keren, asalkan Allah menyukai nama itu, maka berkahlah hidup sang anak. Sebuah nama itu adalah doa. Nama yang baik, bermaksud yang baik pula bagi kehidupan anak, sebaliknya nama yang jelek bisa saja memberikan pengharapan yang tidak baik untuk sang anak. Semoga orang tua semakin cerdas dalam menghadapi zaman yang semakin dan akan terus berkembang dan tidak terlena serta tetap menjalankan syariat agama. (NH)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top