Fenomena Alam di Indonesia yang Mirip di Luar Negeri

Fenomena alam adalah peristiwa terbentuknya alam tanpa campur tangan manusia dan biasanya menghasilkan keunikan tersendiri di suatu tempat. Kita dapat menjumpainya di beberapa tempat-tempat di seluruh dunia, contohnya: Jepang dengan sakuranya di musim semi, salju di dataran Eropa, padang pasir, gunung es serta lain-lain. 

Tapi, kita tak perlu jauh-jauh datang kesana karena di Indonesia pernah mengalami fenomena alam yang mirip di negara tersebut. Inilah fenomena alam di Indonesia yang mirip di luar negeri.

1. Tumbuhnya Bunga Sakura di Indonesia mirip di negeri Jepang
Bedasarkan informasi yang diperoleh dari seorang blogger dalam yudiweb.wordpress.com, bunga sakura ini dapat tumbuh liar di daerah Waingapu. Lokasi ini lebih tepatnya berada di propinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba. Uniknya, wilayah tropis dan kering di pulau ini tak menghalangi bunga Sakura tersebut menebar aroma wanginya. Padahal, bunga Sakura di Jepang pada umumnya mengeluarkan aroma wangi yang khas di musim dingin. 
Sumber foto: yudiweb.wordpress.com
Saat bulan Oktober kuncup-kuncup bunga Sakura ini mulai bermekaran dan mulai berguguran setelah bulan November. Warga di Pulau Sumba memanfaatkan bunga-bunga Sakura sebagai parfum alami di sekitar rumah mereka. Tidak hanya itu, mereka juga menebarkan bibit bunga Sakura di sekitar lahan rumah mereka untuk dibudidayakan. Selain bunga, warga memanfaatkan batang pohon Sakura sebagai tiang-tiang rumah mereka.

2. Turunnya Salju di Dataran Dieng, Jawa Tengah menyerupai hujan salju di negara subtropis
Kita pasti terkejut apa jadinya jika hujan salju terjadi di Indonesia? Yah, di tahun 2012 yang lalu masyarakat Banjarnegara, Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah dikejutkan dengan turunnya hujan salju selama dua hari. Fenomena tersebut terjadi saat temperatur di dataran dieng mencapai minus lima derajat celcius. Menurut sekretaris kelompok di bidang pertanian Tani Perkasa Dieng Kulon yang didapat dari harian surat kabar “Pikiran Rakyat”, ia memprediksi bahwa pada pukul dua sampai enam pagi akan terjadi titik suhu terendah hingga menusuk tulang. 
Sumber foto : http://www.losmenbudjono.com
Namun, faktanya memang suhu tersebut terjadi sejak dua hari terakhir sehingga pada suhu mencapai 24 derajat celcius di siang hari. Dampak dari hujan salju ini menyebabkan kebun kentang milik warga tertutup es seluas 50 hektar sehingga tanaman kentang berubah menjadi kering kecoklatan seperti habis terbakar. Oleh karena itu warga menyebut es yang menutupi tersebut sebagai embun upas atau embun putih yang membeku menjadi es. 

Hamparan putih tersebut menghiasi lembah sekitar kawasan Gunung Arjuna. Pemandangan ini menimbulkan daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal, khususnya bagi mereka yang belum pernah melihat salju secara langsung.

3. Munculnya bahan kaolin alami di Danau Camoi Aek Biru yang menyerupai Danau Es, Bangka Belitung
Desa Air Raya yang terdapat di Tanjung PKitan tepatnya di Bangka Belitung ini memiliki pesona alam yang tak kalah dengan negara lainnya. Kandungan kaolin pada daratan sepanjang danau yang bewarna putih tampak seperti bongkahan es yang biasa kita temukan di dataran Eropa. Danau ini terbentuk akibat bekas tambang timah. Jadi, tidak semua bekas tambang tidak menimbulkan dampak negatif, tetapi juga menambah daya tarik yang langka bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. 
Sumber foto : http://blogkukerenhlo.blogspot.co.id
Selain daratan yang bewarna putih, pemandangan ini terlihat semakin cantik dan menakjubkan dengan adanya air danau yang bewarna biru sehingga masyarakat menyebutnya dengan Danau Camoi Aek Biru. Tapi, kita perlu berhati-hati di kawasan ini karena kandungan bekas tambang terkadang masih berbahaya bagi tubuh kita. Fenomena alam di Indonesia yang mirip di luar negeri ini mirip dengan dataran Swiss.

4. Gumuk Pasir-Yogyakarta menyerupai Gurun Sahara di Afrika
Lokasi gurun pasir yang ada di dekat pantai Parangtritis ini adalah fenomena alam Indonesia yang mirip di luar negeri yaitu di Benua Afrika. Gumuk Pasir Parangkusumo ini terjadi bukan karena sengaja karena campur tangan manusia melainkan terjadi karena terbentuknya material yang berasal dari abu vulkanik Gunung Merapi. Harga tiket masuk wisata ini hanya  tiga ribu rupiah pada tahun 2014. Bisa Kita bayangkan sendiri tahun 2016 kira-kira harganya lebih naik sedikit. Wisatawan lokal maupun luar negeri biasanya memanfaatkan lahan gumuk pasir sebagai ajang olahraga sandboarding atau bermain ski di atas pasir menggunakan papan seluncur. 
Sumber foto : http://kotaknews.com/gumuk-pasir-parangtritis-gurun-sahara-indonesia.html
Tidak hanya itu saja, keunikan gumuk pasir ini biasanya dimanfaatkan para praktisi perfilman sebagai tempat lokasi syuting film misalnya saja Wanita Berkalung Sorban. Selain itu banyak penyanyi yang menggunakan tempat ini sebagai video klip seperti: Letto, Agnes Monica dan Letto. Unesco World Heritage memasukkan tempat ini sebagai daftar tempat yang unik, bahkan satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara.

Itulah fenomena alam di Indonesia yang mirip di luar negeri. Sebagai warga Indonesia, kita seharusnya bangga di negeri kita sendiri karena masih banyak tempat-tempat di Indonesia yang jauh lebih indah dan unik daripada negara lain. (Chandra)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top