Memanfaatkan Waktu untuk Berwisata dan Belajar Sejarah di Mojokerto

Tempat Wisata - Wisata merupakan tempat untuk bersantai dan menghabiskan waktu senggang. Namun, bagaimana kalau ternyata berjalan-jalan di tempat wisata menjadi tempat untuk belajar tentang sejarah bangsa. Orangtua yang membawa anak mereka ke tempat wisata ini berarti secara tidak langsung telah mengajari mereka akan sejarah penting bangsa. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Mojokerto memiliki banyak tempat wisata yang mantap, namun ternyata di sini juga terdapat wisata yang mempunyai nilai penting sejarah. Ingin tahu sehingga bisa menjadi referensi tempat wisata keluarga? Baca ya!

1.    Candi Bajangratu
Terletak di kecamatan Trowulan, candi ini merupakan pintu masuk atau disebut juga gapura untuk ke bangunan suci. Bangunan ini mempunyai dua sayap yang terletak di kiri dan kanan. Total keseluran tingginya adalah 16,1 m, di mana panjang dan lebar adalah 6,74 dan 6 m. dikelilingi oleh tanaman yang hijau membuat segar mata memandang. Di bangunan candi ini memiliki relief naga yang mengapit relief berbentuk matahari, singa yang mengapit relief kepala kala, serta terdapat juga kepala garuda yang menghiasi candi ini. Terdapat nilai sejarah yang tinggi dalam bangunan ini yang menjadi tonggak penting bagi bangsa Indonesia.
Gambar Candi Bajangratu

2.    Air Terjun Dlundung
Memiliki tinggi 50-60 meter serta luas kawasan 4,5 ha membuat suasana berada di sini nyaman dan damai. Dikelilingi dengan pepohonan yang rimba, udara yang sejuk, serta gemericik suara percikan air yang mengenai menambah suasana menjadi asri dan menentramkan jiwa. Airnya berasal dari sumber mata air yang terletak di pegunungan Welirang. Apabila dihitung dari pusat kota memiliki jarak 40 km sehingga merupakan lokasi yang mudah dijangkau dan dapat mencapainya hanya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil. Selain menjadi tempat rekreasi, air terjun dlundung ini juga dijadikan area tempat perkemahan bagi pecinta alam. Suasana di sini juga sangat cocok untuk dijadikan background atau latar belakang untuk sesi pemotretan. Pada hari libur, tempat ini akan banyak didatangi baik oleh pengunjung setempat maupun pengunjung luar yang ingin menikmati udara sejuknya alam.
Gambar Air Terjun Dlundung

3.    Reco Lanang
Sebuah arca yang merupakan gambaran dari Dhani Budha yang memiliki kekuatan untuk menguasai bagian timur arah mata angin. Berada di kecamatan Trawas, yaitu 40 km jaraknya dari kota Mojokerto. Dibuat dengan menggunakan batu Andesit, patung ini berdiri gagah dengan ukuran tingginya 5,7 m. Selain melihat indahnya karya ini, pengunjung juga dapat memesan bentuk patung yang diinginkan di tempat ini. Karena di daerah ini sudah banyak para pemahat handal yang mampu membuat patung arca seperti itu.
Gambar Reco Lanang

4.    Candi Jolotundo
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat bahwa candi ini didirikan pada tahun 977 M sebagai sesuatu hadiah atau yang disiapkan Raja Udayana untuk menikahi atau mempersunting seorang putri yaitu Gunapriyadharmapatni yang merupakan ibu Prabu Airlangga. Dibuat dengan panjang 16,85 m dan 13,52 lebarnya serta tinggi mencapai 5,2 m candi ini berada pada lereng di Gunung Bekal, yaitu merupakan satu sekian banyak puncak yang ada di pegunungan Penanggungan. Untuk membuat candi ini, digunakan batu-batu kali yang ada di daerah tersebut. Memang merupakan suatu karya yang luar biasa mengesankan pada masa itu.
Gambar Candi Jolotundo

5.    Kolam Segaran
Merupakan kolam raksasa yang berukuran 375 meter panjangnya, 316 meter tinggi serta lebar 1,6 meter. Tidak hanya ukuran yang besar, kola mini juga memiliki teras yang memiliki panjang sebesar 10,4 meter serta lebar teras 8,4 meter. Berada di desa Trowulan, membuat cerita yang beredar bahwa kola mini merupakan tempat penjamuan temu-tamu penting dan khusus bagi para bangsawan di Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini terkenal akan kekayaannya, terbukti bahwa peralatan makan dalam penjamuan ini langsung di buang ke kolam segaran tersebut. Karena termasuk tempat bersejarah, wisata ini juga memiliki tingkat kenikmatan yang tinggi bagi para pengunjung.
Gambar Kolam Segaran

6.    Air Terjun Coban Kembar
Berada di bawah daerah lereng dari Gunung Welirang, air terjun ini juga disebut dengan Coban Watu Ondo karena jalan turunnya melewati susunan batu-batu yang berfungsi sebagai anak tangga. Karena Di tempat ini ada dua air terjun yang berhadapan yang kemudian akan jatuh ke bawah dan mengalir sehingga bertemu di sebuah telaga yang dangkal. Dan hal itu juga yang menyebabkan tempat ini juga dikatakan coban kembar. Untuk air terjun pertama memiliki tinggi 15 m yang jatuhan airnya digunakan sebagai kolam untuk mandi atau hanya bermain air. Sedangkan air terjun kedua cukup tinggi yaitu mencapai 69 meter yang airnya akan jatuh ke dua buah goa dibawahnya. Menurut cerita, goa itu merupakan tempat persembunyian para tentara Jepang. Hal yang menarik lagi adalah jika pengunjung menyisiri sungai, maka akan terdapat sebuah coban tenyeng yang memiliki air dengan warna kuning seperti karatan. Namun, akses ke sini masih sedikit sulit dan tidak terfasilitasi.
Gambar Air Terjun Coban Kembar

7.    Museum Trowulan
Menyimpan banyak sejarah membuat meseum ini menjadi lokasi yang penting bagi masyarakat Indonseia. Letaknya yang berada di sekitaran kolam Segaran, membuat meseum ini tidak pernah sepi dikunjungi. Berisi banyak artefak dan berbagai macam arkeologi yang ditemukan bukan hanya dari zaman kerajaan Majapahit, namun juga kerajaan Kediri, Singhasari dan kerajaan Kahuripan. Yang menariknya adalah meseum ini menyimpan semua koleksi relik versi lengkap se-Indonesia dari kerajaan Majapahit. Memiliki kawasan dengan luas sekitar 58 meter persegi, meseum ini memiliki bermacam arca batu. Oleh pemerintah, meseum ini sudah diusulkan untuk dijadikan sebuah kawasan Warisan Dunia UNESCO.
Gambar Museum Trowulan

Banyak sekalikan wisata yang tinggi akan nilai sejarahnya bagi bangsa kita. Jangan sampai ketinggalan untuk mengetahui dan mempelajarinya. So, bagi orangtua jangan sampai ketinggalan untuk mengajari buah hati tentang sejarah kita ya?

Baca juga:
Nikmati Waktu Berwisata di Gresik


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top