Wisata Eksotis Kaya Sejarah di Sleman, D.I. Yogyakarta

Tempat Wisata - Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi D.I Yogyakarta. Kabupaten di mana Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta terletak di dalamnya ini memiliki banyak tempat wisata yang bersejarah, diantaranya.

Candi Prambanan
Siapa yang tak kenal Candi Prambanan? Candi yang bercorak Hindu ini merupakan candi yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pembuatan Candi Prambanan melambangkan kejayaan Hindu di Pulau Jawa, dibuktikan dengan tinggi candi ini yang menjulang setinggi 47 m. Meski awalnya ditemukan dalam keadaan runtuh dan hancur serta dipenuhi semak belukar, namun hal itu tak mengurangi daya tarik candi ini. Ya, pesona bangunan ini tak hanya pada arsitekturnya yang kaya akan relief, namun juga legenda sejarah yang ada disebaliknya. Jika ingin berwisata sambil belajar sejarah, anda bisa menyewa seorang tour guide yang bisa berbahasa Inggris dan Indonesia seharga Rp. 75.000. Guide tersebut akan memandu anda berkeliling di area candi sambil menjelaskan sejarah candi Prambanan ini. 

Candi Prambanan
Candi Kalasan 
Candi Kalasan merupakan candi bercorak Buddha. Terletak di Kabupaten Sleman, tepatnya di Desa Kalibening membuat nama candi ini juga dikenal dengan Candi Kalibening. Candi ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 34 m x 45 m dan mempunyai 52 stupa. Ada banyak sejarah dibalik pembuatan Candi ini, salah satunya sejarah pernikahan antara Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya dengan Pramodhawardani, anak dari Maharaja Samaratungga dari Wangsa Syailendra yang terjadi pada sekitar tahun 838 - 851 masehi. Pernikahan tersebut merupakan penyatuan dua dinasti/wangsa terbesar di nusantara. Letaknya yang hanya 2 km dari candi Prambanan membuat para wisatawan menyempatkan diri mengunjung candi ini.

Candi Kalasan

Situs/istana Ratu Boko
Situs atau istana Ratu Boko merupakan sebuah situs purbakala megah yang dibangun pada abad ke-8 masehi pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Dinasti Syalendra. Istana ini mempunyai luas sekitar 160.898 m2 dan terletak di Bukit Boko dengan ketinggian 195,75 dpl. Kompleks Istanan Ratu Boko terdiri dari banguan pendopo, miniature candi, beberpa buah batur candi, kolam keputren, dua buah batur keputren, gua lanang dan gua wadon, kolam penampungan dan tangga. Selain itu di istana ini juga banyak di jumpai peninggalan arkeologi seperti gapura istana, ruang pembakaran, pemandian, dan arca. Karena letaknya yang dekat dengan kawasan Candi Prambanan, maka dari istana ini anda bisa melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar belakang Gunung Merapi. Anda juga bisa menikmati sunset yang indah dari Istana Ratu Boko ini.

Kompleks Istana Ratu Buko

Candi Ijo
Candi Ijo merupakan candi bercorak Hindu yang berada kurang lebih sekitar 4 km dari Candi Ratu Boko dan sekitar 18 km sebelah timur dari kota Yogyakarta. Candi ini merupakan candi yang paling tinggi diantara candi-candi lain di Provinsi D.I. Yogyakarta. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Di dalam candi ini terdapat banyak karya seni rupa tanpa disertai nama pembuatnya, hal ini menunjukkan pandangan masyarakat pada saat itu yang lebih mengutamakan pesan moral dibalik suatu karya seni. Candi yang berada diatas bukit Gumuk Ijo ini dapat membuat anda bisa melihat pertanian dengan kemiringan curam dan pesawat yang landing karena ketinggian letaknya.
Candi Ijo

Monumen Yogya Kembali
Monumen ini terletak di Dusun Jongkang, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kapubaten Sleman. Bangunan yang berbentuk kerucut ini didirikan untuk menghargai jasa para pejuang yang berhasil memukul mundur tentara Belanda demi menyelamatkan pemerintahan Indonesia di Yogyakarta. Bentuk kerucut atau gunung ini melambangkan kesuburan, selain itu juga mempunyai makna melestarikan budaya nenek moyang pra sejarah. Yang menarik dari Monumen Yogya Kembali ini yaitu peletakan bangunan yang mengikuti budaya Yogya, terletak pada sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi, Kraton, Tugu, Panggung Krapyak dan Parangtritis. Di dalam monumen ini terdapat replika Pesawat Cureng dan Guntai, dinding yang memuat 420 nama pejuang yang gugur antara 19 Desember 1948 hingga 29 Juni 1949, puisi Karawang Bekasi-nya Chairil Anwar, dan relief yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia serta ruang hening Garba Graha yang berfungsi untuk merenungi perjuangan pahlawan dan mendoakan mereka. Monumen Yogya Kembali merupakan tempat yang akan memuaskan keingintahuan tentang perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Monumen Yogya Kembali

Museum Gunung Merapi
Sebuah bangunan megah yang terpampang di lereng merapi tepatnya di Desa Harjobinangun, Pakem Sleman adalah bangunan yang menyimpan banyak kisah tentang Gunung Merapi dan segala peristiwanya. Bangunan itu adalah Museum Gunung Merapi (MGM) diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro. Museum dengan luas bangunan sekitar 4,470 m2 dibuat dengan arsitektur menyerupai sebuah candi yang memiliki undak, kaki, badan dan kepala.  Di dalam museum ini terdapat ruangan-ruangan yang bertemakan tentang kegunungapian, seperti Volcano World, Manusia dan Gunungapi, On The Merapi Volcano Trail, Bencana Gempabumi dan Tsunami, Peralatan Survey dan lain-lain. Museum ini dapat dijadikan wisata sejarah dan pendidikan, guna menyebarluaskan informasi dan memberikan wawasan terhadap aspek kegunungapian.

Museum Gunung Merapi


Museum Monumen Pahlawan Pancasila
Monumen sekaligus museum Pahlawan Pancasila ini diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1991 oleh Gubernur D.I. Yogyakarta KGPAA Paku Alam VIII. Museum ini terletak di Kompleks Batalyon 403, Kentungan, Condong Catur, Kecamatan Depok, Sleman. Monumen Pahlawan Pancasila dibangun untuk mengenang peristiwa penculikan dan pembunuhan kejam oleh PKI yang menggugurkan sembilan Pahlawan Revolusi, dua diantaranya ialah Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono. Di museum monumen ini juga terdapat lubang tempat dikuburnya dua pahlawan revolusi tersebut. Museum monumen yang buka dari Senin hingga Sabtu pukul 08.30-14.00 WIB ini menyajikan koleksi benda-benda bersejarah berupa koleksi bangunan dan koleksi realita maupun tiruan serta foto-foto sejarah yang terkait dengan peristiwa pemberontakan G30S/PKI. Pembanguan Museum Monumen Pahlawan Pancasila ini juga dimaksudkan agar generasi penerus mengenal sejarah perjuangan pahlawan dalam menegakkan pancasila.

Museum Monumen Pahlawan Pancasila

Itulah beberpa wisata bangunan yang bersejarah di Kabupaten Sleman. Selain objek wisata seperti candi, museum dan monumen yang telah diuraikan diatas, masih terdapat banyak lagi candi-candi serta museum dan monumen yang dapat anda dikunjungi. Akhir kata, selamat berwisata, belajar dan mengenal sejarah nusantara di Kabupaten Sleman. Semoga sejarah bangsa Indonesia dapat menjadikan bangsa ini hebat, bermartabat dan lebih baik lagi, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan dan mengenal sejarah bangsanya.

Baca juga:
Mengungkap Wisata yang Menarik di Probolinggo


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top