Destinasi Wisata Kota Banda Aceh

Tempat Wisata - Kota Banda Aceh merupakan Ibu Kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang letak posisinya berada  paling ujung barat Indonesia yaitu Provinsi Aceh. Menurut sejarahnya, Kota ini tercatat sebagai pusat perdagangan, pendidikan serta kepemerintahan sejak masa lalu, dan kota ini juga sebagai kota transit pelayaran internasional. Kota Banda Aceh mengembangkan wisata bandar kota yang bernuansa Islam dan juga menelusuri sisa dari musibah bencana alam yang terjadi pada tahun 2004 silam yaitu gempa dan tsunami yang sangat tragis meghancurkan semua yang ada. Bicara tentang bencana Tsunami, ada banyak cerita yang luar biasa serta menyayat hati ketika anda berkunjung dan berkeliling disekitar Kota Banda Aceh.  Hingga saat ini Kota Banda Aceh terus meningkatkan dan membangun objek-objek karya wisatanya. Anda dapat menelusuri dan mengenang era keemasan Kerajaan Aceh Darussalam dan alamnya yang mengagumkan. Untuk itu marilah kita telusuri beberapa objek wisata yang ada di Banda Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Masjid Raya ini berada di pusat kota Banda Aceh. Mesjid inilah yang menjadi saksi bisu atas peristiwa tsunami Aceh yang terjadi pada tanggal 25 Desember 2004 silam. Ia tetap berdiri kokoh dan tidak rusak. Masjid ini merupakan salah satu Masjid kebanggaan masyarakat Aceh yang menjadi simbol religius, nasionalime serta keberanian rakyat Aceh memperjuangakan kemerdekaan.
Sejarah berdirinya Masjid ini dimulai pada masa Sultan Iskandar yaitu sekitar pada tahun 1607 hingga 1636 dan di Nusantara masjid ini menjadi pusat pendidikan ilmu agama. Berbagai pelajar di daerah Nusantara hingga dari Arab, India, Parsia, dan Turki yang datang ke Aceh untuk belajar dan menuntut ilmu agama. Ketika pada masa peperangan melawan Belanda yaitu pada tahun 1873-1904. Markas pertahanan rakyat Aceh berada di Masjid Raya Baiturrahman ini.
Masjid ini pernah dibakar habis tentara Belanda pada masa perang di tahun 1973. Lalu pasukan Aceh berhasil melawan Mayjen Khohler  dengan menembaknya tepat didahi hingga tewas di perkarangan Masjid Raya. Setelah enam tahun kemudian Gubernur Jendral Van Lansnerge dari Belanda kembali membangun masjid ini pada tahun 1879 dengan peletakan batu pertamanya untuk meredam kemarahan rakyat Aceh. Dan untuk mengenang perjuangan rakyat Aceh, tepat dibawah pohon ketapang, halaman sebelah kiri Masjid Raya ini dibangun sebuah monumen kecil. Sejak itu masjid Raya Baiturrahman sejah tahun 1879-1993 telah mengalami renovasi serta perluasan sebanyak lima kali. 
Masjid Baiturrahman Banda Aceh
Mesjid ini mempunyai tujuh kubah, satu menara utama serta empat menara. Begitu megah dan indahnya masjid di kota Aceh ini. Didalam masjid juga terasa sejuk dan nyaman ketika umat Muslim beribadah. Masjid ini berlantaikan marmer made in Italia yang luasnya sekitar 4.760 meter persegi serta dapat menampung sekitar 9000 orang jama’ah. Ada juga kolam besar yang terdapat di halaman Masjid, tanaman-tanaman hias dan tatanan rerumputan yang rapi serta ada pohon kelapa tumbuh diatasnya. Anda yang berwisata ke Aceh jangan lupa untuk singgah ke Masjid Raya Baiturrahman ini, rasakan suasana religi dan kentalnya ajaran Islam di daerah masjid ini. 

Taman Sari

Tempat wisata ini merupakan tempat favorit masyarakat Kota Banda Aceh. Taman ini adalah tempat bermain yang ramai dan sering dikunjungi oleh masyarakat. Letak Taman sari ini tidak jauh dari Masjid Raya Banda Aceh dan tepat di depan kantor walikota Banda Aceh. Terdapat beberapa fasilitas yang disediakan di Taman Sari ini diantaranya mempunyai beragam permainan gratis untuk anak-anak serta taman-taman yang tertata dengan rapi, ada juga fasilitas jaringan hot spot gratis bagi umum sehingga setiap orang bisa akses internet kapanpun mereka mau. Ada juga bangunan gedung yang menunjang tempat ini sebagai pusat kegiatan warga Kota Banda Aceh. 
Taman Sari

Gunongan
Gunongan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yaitu pada tahun 1607 hingga 1636 atau pada abad ke-17. Bangunan Gunongan ini berada di Jalan Teuku Umara dan dekat dengan lokasi makam serdadu Belanda (Kerkoff). Bangunan inilah yang merupakan simbol serta kekuatan cinta Sultan kepada permaisurinya yaitu Putri Phang yang cantik jelita. Putri phang yang berasal Pahang Negeri Malaysia merasa kesepian karena ditinggal sang suami yang sibuk dengan urusan kepemerintahan. Dan sang permaisuri pun rindu akan kampung halamannya di Pahang. Kegalauan sang permaisuri pun dipahami Sultan sehingga untuk membahagiakan sang istri, Sultan membangun sebuah gunung kecil yang disebut Gunongan, yakni sebagai miniatur perbukitan disekeliling istana Putri Phang. Bangunan Gunongan ini dibangun tidak terlalu besar, berbentuk segi enam menyerupai bunga serta ada tiga tingkatan yang pada tingkat utamanya ada berdiri tegak mahkota tiang. Ukuran pintu masuknya berukuran rendah dan selalu terkunci. Lalu dari pintu tersebut ada lorong sebuah tangga menuju ke tingkat tiga Gunongan.
Gunongan
 Pinto Khop
Pinto Khop merupakan pintu gerbang berbentuk kubah tempat Putri Phang istirahat. Pintu itu dibangun pada masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Disana terdapat kolam sebagai tempat mandi bunga sang putri. Dan Sultan Iskandar Muda juga membangun perpustakaan.   
Pinto Khop
Makam Sultan Iskandar Muda
Tempat wisata ini merupakan tempat pemakaman Sultan Iskandar Muda yang merupakan tokoh penting dalam sejarah Aceh. Pada masa kepemerintahan Sultan, Kerajaan Aceh Darussalam sangat Berjaya. Yakni pada tahun 1607 hingga 1636 atau abad ke-6, Aceh berada pada peringkat kelima diantara kerajaan-kerjaan Islam terbesar di Dunia. Pada masa itulah Banda Aceh menjadi pusat Kerajaan dimana kawasan tersebut menjadi kawasan Bandar perniagaan yang ramai karena berhubungan langsung dengan pedagang dunia internasional.
Makam Sultan Iskandar Muda
Gerbang Peutjoet Kerkoff
Gerbang Peutjoet Kerkoff merupakan tempat kuburan anak Sultan Iskandar Muda yang dihukum karena telah melakukan kesalahan fatal. Kerkoff  sendiri berasal dari bahasa Belanda artinya kuburan, dan Peutjoet adalah asal kata dari Pocut yakni putra kesayangan Sultan Iskandar Muda. Di dinding relief gerbang ada terdapat nama-nama serdadu Belanda yang ditulis  karena tewas dalam pertempuran dengan masyarakat Aceh. Ada 30 nama disetiap relief terhitung sejak tahun 1873 hingga 1910 dan jika dihitung ada sekitar 2200 tentara Belanda termasuk Jendralnya dikubur di Kerkoff. Sementara itu daerah-daerah pertempurannya yakni di Tjot Basetoel, Sigli, Lambari en Teunom, Kandang, Toenko, Lambesoi, koewala, Tjot Rang-Pajaoe, Lepong Ara, Oleh Karang Dango serta Samalanga.  
Gerbang Peutjoet Kerkoff
Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu
Masjid Baiturrahim ini terletak di pinggir Pantai Ulee Lheue dan merupakan masjid satu-satunya yang tidak hancur dan tetap berdiri kokoh ketika Gempa Tsunami datang menerjang Kota Banda Aceh. Namun, sungguh besar kekuasaan Tuhan yang Maha Esa, bangunan-bangunan yang ada di sekitar pantai tersebut habis tak bersisa meluluh lantakan kota karena hantaman Gelombang Tsunami yang terjadi 24 Desember 2004 yang lalu. Anda bisa berkunjung ke Masjid ini untuk mengenang serta merasakan kemukzizatan Allah yang Maha berkehendak.
Masjid Baiturrahim Ulee Lheu
Kuburan Massal Ulee Lheu 
Tempat wisata yang lain yang bisa anda kunjungi adalah kuburan massal Ulee Lheu yang terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda.  Tempat pemakaman massal ini dulunya merupakan  Rumah Sakit Umum Meuraxa di Banda Aceh. Namun ketika Tsunami datang melanda, Rumah sakit ini pun rusak parah dan hancur akibat terjangan gelombang tsunami sehingga halaman Rumah Sakit tersebut dijadikan tempat kuburan massal bagi korban-korban yang tewas,  sedangkan  Rumah Sakit Meuraxa sendiri, dipindahkan ke Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh. 
Kuburan Massal Ulee Lheu
Taman Wisata Krueng Aceh
Tempat wisata yang satu ini merupakan objek wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat, karena memiliki panorama aliran sungai yang bersih dan jernih serta suasana yang nyaman dan tenang sebagai tempat refreshing bagi anda yang ingin melepas kepenatan dari aktivitas sehari-hari. Di Taman wisata Kreung Aceh ini banyak terdapat fasilitas dan sarana yang tersedia meliputi tempat rekreasi keluarga di Keudah, wisata air di jembatan Lamnyong dan  Kuta Alam yang dapat menyejukkan jiwa, menghibur hati, dan menenangkan pikiran, serta ada juga sarana olahraga yang dapat digunakan bagi anda yang mempunyai pola hidup sehat untuk berolahraga sambil menikmati pemandangan dan suasana yang indah. Tempat ini terletak di lokasi jogging track dekat jembatan Peunayong.
Taman Wisata Krueng Aceh
Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh merupakan objek wisata Banda Aceh sekaligus sebagai tempat evakuasi bencana untuk masyarakat di anda Aceh yang terletak di Jalan Iskandar Muda. Museum ini dibangun untuk mengingat dan mengenang kembali peristiwa bencana alam tsunami yang terjadi di Aceh dan tempat ini juga dijadikan sebagai pusat studi gempa dan tsunami. Bangunan museum ini dibangun diatas luas lebih kurang 2500 meter persegi. 
Museum Tsunami Aceh
Kapal Apung LampuloPada saat terjadinya peristiwa bencana alam Tsunami pada tahun 2004 yang lalu, kapal ini merupakan kapal yang terdampar dipemukiman warga Kota Banda Aceh, tepatnya di Desa Lampulo, Kuta Alam. Lalu oleh pemertintah Kota Aceh, Kapal Apung Lampulo ini dijadikan tempat wisata serta untuk mengenang peristiwa Tsunami lalu.
Kapal Apung Lampulo

Kapal PLTD Apung
Kapal PLTD Apung merupakan Kapal Generator Listrik Banda Aceh lewat jalur laut. Pihak-pihak pemberontak pada masa konflik di Aceh banyak menebang menara transmisi listrik dari Sumatera Utara ke Aceh, sehingga untuk mensuplai kebutuhan listrik, dibuatlah Kapal Generator Listrik melalui jalur laut di Banda Aceh. Lalu saat bencana Tsunami terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, kapal tersebut terhempas dari pesisir pantai lebih kurang sejauh 3 kilometer. Kapal PLTD Apung inilah menjadi gambaran betapa dahsyatnya terjangan Tsunami di Aceh yang lalu. Dan hingga kini kapal tersebut menjadi tempat wisata bersejarah ditengah pemukiman masyarakat yang telah dibangun kembali karena hancur diterjang Tsunami.
Kapal PLTD Apung
Replika Pesawat Seulawah
Pesawat Seulawah ini merupakan salah  satu bukti peninggalan pesawat yang di beli oleh harta pribadi rakyat Aceh untuk mendukung, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Pesawat ini dikenal dengan nama RI-1 dan RI-2 dan merupakan asal muasal Maskapai Pesawat Garuda Indonesia Airways.
Pesawat Seulawah
Oleh karena itu Presiden Soekarno berkata:
"Daerah Aceh adalah Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat aceh seluruh Wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali".
Dahulu Pesawat Seulawah ini didapatkan rakyat serta saudagar Aceh dengan harga US$120.000 sesuai kurs pada masa itu atau sekitar 25 kilogram emas. Untuk mengenang perjuangan dan jasa rakyat Aceh tersebut, maka diciptakan replika pesawat seulawah yang terletak di Kecamatan Baiturrahman, tepatnya di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Baca juga:
Objek-objek wisata di berbagai Daerah Aceh


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top