Kebudayaan Banten

Selain provinsi Kalimantan Utara yang termasuk provinsi baru di Indonesia, maka Banten juga termasuk merupakan salah satu provinsi muda di Indonesia. Awalnya Banten merupakan bagian dari wilayah provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2000, Banten kemudian resmi berpisah dan menjadi provinsi mandiri dengan ibu kota Serang. Banyak hal yang menarik dari kebudayaan di Banten, untuk itu seperti biasa akan kita bahas secara singkat mengenai rumah adat, pakaian adat, tarian daerah dan yang lainnya.

1. Rumah Adat

Rumah adat Banten adalah rumah adat suku Baduy, oleh Karena itu pemerintah menetapkan nama rumah adat Banten adalah rumah Badui. Rumah tradisional ini berupa panggung yang terbuat dari dari kerangka bambo, kayu nangka, kayu jati serta batang pohon kelapa dengan beratapkan daun nyiur ataupun ilalang dan lantainya  yang terbuat dari pelepah bambu yang telah dibelah.


Rumah Adat Badui

2. Pakaian Adat

Pakaian adat Banten pada Pria mengenakan pakaian model baju koko dengan lehernya yang tertutup. Serta pakaian bawahnya  dilengkapi celana panjang serta diikatkan dengan kain batiknya. Pada bajunya dikenakan ikat pinggang dan diselipkan sebilah parang di ikat pinngang tersebut bagian depan. Serta di bahu diselempengkan sehelai kain.

Sedangkan pakaian adat Banten pada wanitanya, memakai baju adat kebaya serta kain batin sebagai bawahannya. Pakaian ini juga diselempangkan sehelai kain di bahu dan dihiasi dengan bros kerajinan tangan pada bagian depan kancing kebayanya. Pada rambut di sanggul dan dihiasi dengan kembang goyang berwarna keemasan.



3. Tarian Daerah: Tari Topeng 

Tarian ini dilakukan oleh satu orang pria atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Gerakkan tari ini tempak gemulai.Tarian topeng mengisahkan tentang seorang rasa yang balas dendam karena cintanya yang ditolak.

Tari Topeng


4. Alat Musik: Angklung Buhun, Pantung Bambu, Rampak Beduk.

5. Senjata Tradisional: Parang

6. Bahasa Daerah: bahasa Jawa Banten dan bahasa Sunda

7. Suku bangsa: Suku Baduy

Link Terkait :
Kotak Hantaran
Kotak Hantaran Mika
Kotak Seserahan


Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top